Cari

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 5E7B82B4
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Jenis-jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Mangga Beserta Penanggulangannya

Pohon mangga cangkokan akan mulai berbuah pada umur 4 tahun, sedangkan mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah, namun pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. Panen besar biasanya jatuh pada bulan September-Oktober. Tanda-tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yangg jatuh yang matang sedikitnya 1 buah/pohon, untuk warna buah arumanis/manalagi yang sudah matang adalah berwarna hijau tua kebiruan, dan warna buah mangga golek/gedok yang sudah matang adalah berwarna kuning/merah. Namun saat proses pemanenan tidak semuanya buah yang di panen menghasilkan bentuk dan rasa buah yang utuh dan manis. Terkadang ada beberapa buah yang belum matang tetapi sudah busuk duluan, kemuadian ada .. Itu semua disebabkan oleh hama dan penyakit yang sering kali saat musin berbuah tiba menyerang tanaman mangga.
Dalam membudidayakan pohon mangga tentunya hal tersebut tidak kita inginkan bukan. Sebelum memberantas dan mencegah hama dan penyakit pohon mangga ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu macam hama dan penyakit pada pohon mangga :

Hama :
1. Wereng Mangga
Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation (perpanjangan tunas). Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini mengeluarkan cairan manis (embun madu) yang dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold). Disamping itu, embun madu dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendaliannya adalah secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.
2. Penggerek Pucuk
Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga akan menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian : cabang tunas yang terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, dan penyemprotan dengan insektisida sistemik.
3. Ulat Philotroctis sp.
Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Philoctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari. Pengendalian : dengan PESTONA.
4. Penggerek Buah
Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah akan busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat menjadi sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah yang terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.
5. Bubuk buah mangga
Menyerang buah sampai tunas muda. Ciri-ciri buah yang terserang adalah kulit buah kelihatan normal, namun bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini, menggunakan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.
6. Bisul daun
Gejala: daun menjadi berbisul dan daun berubah menjadi berwarna coklat, hijau dan kemerahan. Pengendaliannya: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord, Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu, membakar daun yang terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi.
7. Lalat buah
Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah akan busuk serta terjadi perkembangan larva. Larva ini bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Gejala yang ditimbulkan : buah busuk kemudian jatuh sehingga  menurunkan produktivitas. Pengendaliannya: dengan memusnahkan buah yang rusak, pembungkusan buah , pemasangan perangkap lalat buah dengan memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida.
8. Kepik mangga
Hama ini akan menyerang buah dan masuk ke dalamnya. Pengendaliannya: dengan semut merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur.
9. Tungau
Tungau pertama akan menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga. Pengendaliannya: dengan menyemprotkan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.
10. Thrips
Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendaliannya : tunas muda yang terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA.
11. Codot
Hama ini akan memakan buah mangga di malam hari. Pengendaliannya : dengan membiarkan semut kerangkang hidup di sela daun mangga, memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring.
Penyakit :
1. Penyakit Gleosporium
Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. Pengendaliannya: fungisida Bubur Bordeaux.
2. Penyakit diplodia
Penyebab: jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. Pengendaliannya: dengan bubur bordeaux. Luka pada tanaman muda sebaiknya diolesi/ditutup parafin-carbolineum.

3. Cendawan jelaga.
Penyebab: jamur Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis. Pengendaliannya: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang.
4. Bercak karat merah.
Penyebab: ganggang Cephaleuros sp. Menyerang daun, ranting, bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. Pengendaliannya: pemangkasan dahan, cabang, ranting, menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga.
5. Kudis buah.
Penyebab: Elsinoe mangifera. Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Gejala yang ditimbulkan : adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan. Pengendaliannya: fungisida Dithane M-45, Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang.
6. Penyakit Antraknose
Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendaliannya : dengan pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.
7. Penyakit Blendok
Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan blendok (getah) yang akan berubah warna menjadi coklat atau hitam. Pengendaliannya: dengan memotong bagian yang sakit, lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux.
Demikian penjelasan mengenai beberapa jenis hama dan penyakir serta cara-cara pengendaliannya. Semoga dapat bermanfaat.

Jual Biji dan Bibit Tanaman Berkualitas

Maaf sebelumnya, kami tidak mencantumkan harga Biji dan Bibit tanaman karena harga yang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim. Harga juga dipengaruhi dari besar kecilnya bibit yang akan Anda pesan. Tentunya pemesanan dalam skala besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami. Untuk mengetahui harga tersebut, Anda dapat menghubungi kami atau dapat langsung datang ke alamat kami. Terima kasih...

5 comments

March 1, 2014 at 4:40 PM

Waduh kurang sehat ya kalo begitu. Juga bisa merugikan petani :D

March 3, 2014 at 8:35 AM

Wah ternyata banyak juga ya hama dan penyakit pada tanaman :)

June 24, 2014 at 8:18 PM

boleh usul om.. gimana kalo penjelasan disertai dengan gambar untuk tiap artikelnya. tentunya sangat membantu untuk orang2 yang benar2 masih awam

June 28, 2014 at 7:23 PM

iya sob terimakasih untuk masukannya, tentu itu sangat bermanfaat bagi orang awam untuk mengenal dan mengetahui ciri-ciri penyakit pada tanaman khususnya tanaman mangga. akan kami perbaiki demi mempermudah pembaca dalam memahaminya.

September 27, 2015 at 8:36 AM

Dear Admin,
Mangga saya Kiojay, tinggi sudah 3.5mtr, di musim kemarau ini pucuk daun malah merah seperti gosong dan ada beberapa daun (agak ke pucuk) yang mengering. Padahal tiap pagi saya siram dengan sangat banyak dan rutin. Bagaimana mengatasinya ? Pemupukan tiap bulan sekali saya berikan pupuk kandang

Post a Comment