Tanaman kopi dapat tumbuh secara optimal apabila faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pemeliharaan juga dapat dioptimalkan dengan baik. Secara umum, syarat pertumbuhan tanaman kopi meliputi varietas unggul/klon unggul, keadaan tanah, kondisi iklim, ketinggian tempat, serta pemeliharaan.
Varietas atau klon unggul
Setiap daerah mempunyai varietas/klon unggulan yang berbeda. Artinya adalah, suatu klon unggul pada suatu daerah belum tentu unggul pada daerah yang lainnya. Jenis arabika dari suatu daerah pasti memiliki karakter yang berlainan dengan daerah lainnya, dalam hal ini biasanya adalah cita rasa dan aroma. Kopi arabika dari Sumatera Utara pasti berbeda dengan yang ada di Sulawesi, begitu juga yang ada di Flores walaupun varietasnya sama. Klon unggul harus diuji produktivitasnya hingga tiga generasi. Selain itu, bibit kopi yang sudah teruji di daerah tertentu sebaiknya jangan ditanam didaerah yang lain, cukup didaerah sekitarnya saja. Bibit dipilih dari bibit yang melalui perbanyakan tanaman secara generative atau biasa disebut bibit semaian.Untuk jenis kopi robusta, PPKKI menganjurkan pemakaian varietas BP 308 sebagai stek sambung batang bawahnya.
Tanah
Tanah yang baik bgi penanaman kopi adalah tanah yang memiliki top soil atau kandungan organic yang tebal. Biasanya tanah seperti ini terdapat di dataran tinggi. Rata-rata tingkat keasaman (pH) tanah yang dianjurkan adalah sebesar 5-7. Jika tanah terlalu asam, dapat ditambahkan pupuk Ca(PO)2 atau Ca(PO3)2, untuk meningkatkan keasaman bisa ditambahkan urea.
Iklim
Curah hujan mempengaruhi pembentukan bunga hingga menjadi buah. Untuk jenis arabika dianjurkan curah hujan yang masih ditolerir sekitar 1.000-1.500mm/tahun, sementara robusta maksimal 2000mm/tahun. Sebaiknya melihat data curah hujan selama lima tahun terakhir, pasalnya untuk daerah dengan ketinggian diatas 1000 m memiliki musim kering yang pendek, padahal kopi membutuhkan musim kering yang agak panjang supaya produksinya optimal. Suhu lingkungan untuk kopi arabika berkisar antara 16-22°C. Sedangkan robusta mampu beradaptasi dengan suhu berkisar antara 20-28°C.
Kondisi topografi wilayah perlu diperhatikan karena jika terjadi anomali iklim, petani dapat melakukan beberapa rekayasa. Khuaus untuk daerah yang memiliki tiupan angin yang kencang, petani sebaiknya menanam pohon pelindung seperti dadap, lamtoro, atau sengon laut.
Ketinggian tempat
Arabika tumbuh optimal pada ketinggian 1.000-2.100 meter dpl. Semakin tinggi tempat, maka rasa atau karakter kopi akan semakin baik. Kopi jenis robusta dapat tumbuh optimal pada ketinggian sekitar 1.200 meter dpal.
Jika anda membutuhkan bibit kopi, kami CV MITRA BIBIT menyediakan berbagai jenis bibit dan biji berkualitas. Untuk informasi mengenai pemesanan bibit dapat menghubungi contac person yang tersedia.