Cari

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 5E7B82B4
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Showing posts with label Budidaya Tanaman Kakao / Coklat. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Tanaman Kakao / Coklat. Show all posts

Perawatan Yang Baik Dapat Meningkatkan Hasil Panen Kakao

Kakao adalah bahan utama pembuatan coklat. Bagi sebagian orang yang bertani tanaman kakao khususnya di daerah pedesaan dan  perbukitan tanaman ini merupakan sumber pendapatan utama keluarga pedesaan dan memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan serta memperbaiki kualitas hidup di berbagai negara tropis. Karena tanaman ini lah yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup para petani kakao sehingga perlu adanya perawatan dan perbaikan tanaman kakao agar dapat berbuah lebih lebat mengingat tanaman ini dapat berbuah di setiap cabang pohonnya apabila ada perlakuan yang khusus dan teraarah dalam proses perawatannya. Berikut hal-hal yang perlu di perhatikan dalam perawatan tanaman kakao :
Pemangkasan 
Ketahanan kakao sangat ditentukan oleh pemangkasan, kalau tidak dilakukan dengan baik maka akan mengurangi hasil kakao selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun dan meningkatkan serangan penyakit serta pertumbuhan gulma. Pemangkasan akan menghasilkan pohon dengan tajuk terbuka hingga memungkinkan matahari masuk. Ada empat komponen kunci dalam pemangkasan tanaman kakao, antara lain pemangkasan bentuk (pemangkasan pucuk dan bentuk tajuk), pemangkasan tunas air/vertikal, pemangkasan sanitasi dan pemangkasan struktural. Pemangkasan bentuk dilakukan dengan memangkas pucuk (3-6 bulan) dan bentuk tajuk (6-9 bulan).
Tujuannya untuk membentuk tanaman dan tajuk kakao yang memacu perkembangan cabang sekunder dan menghasilkan banyak buah. Berbeda dengan pemangkasan bentuk, pemangkasan tunas air terdiri atas tiga tahap, yaitu memangkas semua tunas setinggi 40-60 cm di atas permukaan tanah; memangkas sebagian besar tunas yang tumbuh kembali di dalam struktur yang terbentuk; serta menghilangkan tunas vertikal yang tidak tumbuh tegak.
Sedangkan pemangkasan sanitasi dilakukan dengan cara memangkas cabang di bawah ketinggian 1,2 m, cabang yang sakit/rusak dan tumpangtindih dengan jarak 20-40 m, ranting yang tidak produktif, memelihara cabang untuk mempertahankan tinggi tanaman 3,5 m, pengirisan sentral dan samping, dan membuang semua buah yang mengering. Terakhir, pemangkasan struktural adalah pemangkasan yang membatasi ketinggian tanaman, membersihkan permukaan tanah, dan memangkas tajuk arah timur-barat lalu utara-selatan.
Tidak hanya pemangkasan kakao, pemangkasan pohon penaung pun akan memacu pertumbuhan yang sehat dan memperbaiki hasilnya. Jumlah penaung yang terlalu sedikit mengakibatkan kakao menjadi tidak sehat dan muncul masalah gulma. Tapi jumlah penaung yang terlalu banyak akan meningkatkan masalah hama dan penyakit. Keduanya menyebabkan produksi kakao rendah. Jenis tanaman penaung beraneka macam, namun yang biasa ditemui adalah kelapa atau glirisidia
Pengelolaan Penaung 
Pemangkasan penaung dapat dilakukan dengan menghilangkan daun-daun kelapa yang jatuh ke pohon kakao secara rutin. Pengelolaan ini sebaiknya meliputi pengurangan tajuk, pembuangan kulit batang, dan pemangkasan pertumbuhan kembali yang dilakukan pada bulan Juli dan Desember (5-6 bulan sesudah pemangkasan struktural) dan selama putaran pemangkasan sanitasi normal. Pengurangan tajuk yaitu pemangkasan cabang-cabang tajuk besar untuk mengurangi bobot tajuk glirisidia. Sedangkan pembuangan kulit batang hanya membuang kulit pada ketinggian bahu lalu memotong jaringan penghubung permukaan pada tempat kulit batangnya diambil. Selanjutnya pemangkasan pertumbuhan kembali dilakukan tiga bulan setelah pembuangan kulit batang, tumbuhkan dua atau tiga tunas dan buang sisanya. Enam bulan setelah pembuangan kulit batang, tinggalkan satu tunas pertama dan buang kulit pada tunas sisanya.
Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma juga berperan penting dalam mengurangi hama dan penyakit. Gulma dikendalikan dengan cara meningkatkan ketersediaan air dan unsur hara, serta mempermudah akses ke tanaman kakao. Gulma meliputi rumput, tumbuhan berdaun lebar, tumbuhan merambat, tumbuhan lain yang tidak dikehendaki dan tumbuh pada blok kakao. Gulma di bawah pohon kakao akan menjadi pesaing unsur hara, sinar, air dan ruang, serta membantu penyebaran hama dan penyakit. Namun gulma dapat dihilangkan dari sekeliling pangkal batang kakao secara manual ataupun menggunakan bahan kimia. Pilihan pengendalian gulma tergantung pada sumberdaya yang tersedia, dan apakah akan mengusahakan kakao secara organik atau tidak.
Pemupukan 
Pemakaian pupuk perlu dipertimbangkan dan disesuaikan dengan kondisi. Pupuk urea memungkinkan perkembangan akar dan ketahanan, serta memacu pertumbuhan vegetatif baru dan produksi bunga. Sedangkan pupuk kimia dan pupuk kandang menyediakan unsur hara ekstra untuk membentuk ketahanan dan memperbaiki kesehatan tanaman, sehingga mampu meningkatkan produksi. Pemakaian pupuk kimia sebaiknya pada akhir periode panen untuk memacu pembungaan. Saat ini pupuk kimia yang sering digunakan adalah urea dan NPK (nitrogen, fosfor, kalium). NPK membantu tanaman dewasa untuk memasok nutrisi pada buah muda dan menunjang perkembangan buah sampai masak. Disamping pupuk kimia, bisa digunakan pupuk kandang yang dikomposkan selama 3 bulan agar bisa memperbaiki tanah dan bermanfaat dalam produksi kakao organik.
Sanitasi Blok 
Sanitasi blok yang memerlukan perawatan karena penyakit dan hama kakao tersebar akibat buruknya pengelolaan blok. Serangga memainkan peranan penting dalam siklus penyakit busuk buah (Phytophtora). Sanitasi akan memacu kebersihan pokok dan memperbaiki kesehatan tanaman. Bagian paling penting dalam sanitasi adalah memanen semua buah satu minggu sekali selama musim hujan, dan dua minggu sekali selama musim kemarau. Sanitasi blok terdiri atas kebersihan pohon dan permukaan tanah. Kebersihan pohon meliputi pembersihan buah yang busuk/hitam (dibuang dari blok kakao untuk mengurangi penyebaran inokulum dan terjadinya penyakit), bagian tanaman yang sakit/rusak (dipangkas mulai dari chupon/tunas vertikal, tunas baru, daun, dan cabang yang terinfeksi penyakit pembuluh kayu atau vascular streak dieback (VSD) dan kanker (berupa bercak infeksi yang timbul.
Demikianlah hal-hal yang perlu Anda perhatikan ketika merawat tanaman kakao. Tentu dalam bertani kakao hal yang paling Anda tunggu-tunggu adalah memanen hasilnya dengan hasil panen yang melimpah bukan? Nah cara di atas semoga bisa membantu Anda dalam mewujudkan hasil panen yang bagus dan melimpah.

Keberhasilan Kakao Yang Bermutu Jual Tinggi di Tentukan Benih Unggul

Seringkali saat kita melewati kebun kakao (coklat) yang kita lihat adalah buahnya yang besar, kulit buahnya yang bersih artinya tidak terserah penyakit, serta pohonnya yang berbuah banyak. Semua itu tergantung pada tanaman kakao sendiri. Untuk menghasilkan tanaman kakao dengan produk biji yang berkualitas, maka harus dimulai dari penanaman benih yang berkualitas pula.Tingginya minat terhadap perkebunan kakao ini, harus dibarengi dengan pengadaan sumber benih yang berkualitas.

Untuk bisa memperoleh benih unggulan dan berkualitas maka ada beberapa tahap yang harus dilakukan,diantaranya:

• Pemilihan pohon
Pohon yang dipilih sebagai sumber benih yaitu pohon yang berasal dari indukan berkualitas artinya memiliki daya hasil yang tinggi, tahan terhadap hama penyakit dan mempunyai adapatasi terhadap lingkungan. Sebaiknya pohon yang telah beberapa kali menghasilkan. Dengan dikumpulkannya tanaman-tanaman kakao yang bersifat superior ini, diharapkan dapat menghasilkan benih-benih yang unggul. Sebelum benih dari kebun ini diproduksi, harus dilakukan tahapan-tahapan pengujian salah satunya adalah uji provenasns (tempat tumbuh) dan uji progeny (hasil keturunannya), dan pada akhirnya disisakan tanaman-tanaman superior yang dipastikan menghasilkan benih unggul.

• Pemilihan Buah
Pemilihan buah yang baik sangat dibutuhkan dalam pembuatan benih Kakao. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan mutu benih yang bernilai jual tinggi dan mempunyai daya tumbuh yang baik pula. Pemilihan buah dari batang, cabang dan ranting pohon dapat sebagai sumber benih.Untuk sumber benih yang dipilih adalah buah yang masaknya tepat artinya warna kulit buah sudah berubah, dari buah yang masih muda berwarna hijau menjadi buah yang berwarna kuning jika sudah masak atau buah muda yang berwarna merah menjadi oranye jika buah sudah masak, dan isi buah telah kocak. Buah yang belum masak biasanya menghasilkan benih yang daya tumbuhnya rendah dan bibit yang lemah. Sedangkan buah yang lewat masak menghasilkan biji yang telah berkecambah dan tak dapat digunakan untuk benih. Oleh karena itu untuk menjadikan benih, pilihlah buah yang betul-betul sudah masak. Serta pilihlah buah kakao yang sehat dan bentuknya normal dengan ciri-ciri :tidak mengkerut, tidak berbintik hitam serta masih utuh. Ukuran buah yang baik untuk benih adalah berat buah segar tidak kurang dari 350 gram dan volume buah tidak kurang dari 400 ml.

• Pemilihan biji
Biji yang digunakan sebagai benih dapat berasal dari bagian ujung, tengah dan pangkal buah serta bernas yaitu berisi dan berukuran sedang.Biji yang memar dan lunak tidak boleh digunakan sebagai benih karena saat di tanam biasanya tidak akan tumbuh maksimal dan berkualitas hasil benihnya.Ukuran biji untuk benih juga bervariasi tergantung pada jenisnya dengan kisaran berat 100 biji adalah 100 gram.

• Pembuatan benih
Setelah buah dipetik dari pohon, dikumpulkan, disortir dan diangkut ke tempat proses pembuatan benih. Kemudian buah dibelah melintang menggunakan alat pemukul, lakukan secara hati-hati jangan sampai melukai biji. Kemudian Biji yang berdaging buah (pulp) dikeluarkan dari buah dan dicampur dengan air kapur 2,5 % (25 gram per liter air) selama 30 detik. Satu liter larutan air kapur digunakan untuk 1000 benih. Campuran pulp dengan air kapur dimaksudkan untuk menggumpalkan daging buah sehingga lebih mudah dikupas. Setelah pulp dikeluarkan dari air kapur kemudian cuci dengan air hingga bersih untuk menghilangkan kapur yang menempel pada biji. Pencucian biji dilakukan 2-3 kali sampai biji benar-benar bersih dari kapur. Kemudian biji dihilangkan dari dagingnya dengan cara mengupas kulitnya. Pengupasan kulit biji dilakukan dengan tangan. Usahakan saat pengupasan biji jangan sampai terluka atau cacat. Kemampuan mengupas kulit biji perorang per jam 350 butir. Setelah benih dikupas cuci dengan air bersih untuk menghilangkan kapur yang mungkin masih tersisa pada benih.Untuk melindungi benih dari serangan jamur gunakan fungisida. Untuk 1 liter larutan fungisida, konsentrasi larutan fungisida yang digunakan adalah 1 % (10 gram fungisida untuk 2000 benih untuk 4 kali merendam (setiap merendam 500 benih).  Larutan diaduk merata 5-10 menit, selanjutnya benih ditiriskan dan diturunkan kadar airnya sampai kering. Benih yang kering ditandai dengan tidak adanya bintik air pada permukaan benih dan jika dipijit tidak mengeluarkan air. Pengeringan dilakukan dengan menyebar benih secara merata pada kotak pengering atau tampah lalu jemur dibawah sinar matahari. Untuk mempercepat benih kering dilakukan pembalikan benih berulang-ulang dengan tangan. Nah biji yang telah kering tersebut siap digunakan untuk pembenihan.

Jika Anda tidak ingin repot-repot membuat benih yang berkualitas dengan cara di atas, Anda bisa pesan benih di CV.Mitra Bibit. Kami menyediakan bibit yang unggul dan berkualitas tentunya.

Panen Dan Pengolahan Hasil Produksi Pada Budidaya Tanaman Kakao

Panen merupakan sebuah momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh petani dimanapun. Karena panen merupakan hasil dari jerih payah serta cucuran keringat setelah sekian lama berkutat pada perawatan-perawatan yang tidak mudah agar hasilnya maksimal. Harga Kakao yang lumayan dipasaran membuat para petani bergembira dalam pelaksanaan panen tanaman Kakao-nya. Namun, jangan sembarang memanen, karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan panen supaya hasil panenannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan pasar. Selain itu jika panen dilakukan secara sembarangan, dikhawatirkan akan member pengaruh buruk pada hasil produksi di musim berikutnya. Dengan kata lain, panen harus dilakukan secara selektif.

Saat pemetikan, siapkan rorak-rorak dan juga koordinasi pemetikan. Pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak tetapi jangan terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Pemetikan sampai pangkal buah hanya akan merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga terganggu dan jika hal ini dilakukan terus menerus, maka produksi buah akan menurun. Buah yang dipetik umur 5,5 - 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Buah yang telah dipetik dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan dekat rorak. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan siang hari. Pemecahan buah dengan memukulkan pada batu hingga pecah. Kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung, sedang kulit dimasukkan dalam rorak yang tersedia.

Buah kakao bisa dipanen apabila terjadi perubahan warna kulit pada buah yang telah matang. Sejak fase pembuahan sampai menjadi buah dan matang, kakao memerlukan waktu sekitar 5 bulan. Buah kakao matang dicirikan oleh perubahan warna kulit buah dan biji yang lepas dari kulit bagian dalam. Bila buah diguncang, biji biasanya berbunyi. Ketelatan waktu panen akan berakibat pada berkecambahnya biji di dalam. Terdapat tiga perubahan warna kulit pada buah kakao yang menjadi kriteria kelas kematangan buah di kebun – kebun yang mengusahakan kakao, yakni :
Kelas A+, kuning tua pada seluruh permukaan buah.
Kelas A, kuning pada seluruh permukaan buah.
Kelas B, kuning pada alur buah dan punggung alur buah.
Kelas C, kuning pada alur buah

Buah kakao yang telah dipanen biasanya dikumpulkan pada tempat tertentu dan dikelompokkan menurut kelas kematangan. Pemecahan kulit dilaksanakan dengan menggunakan kayu bulat yang keras. Setelah itu baru melakukan tahap berikutnya yakni fermentasi, pengeringan, dan sortase.

Fermentasi, tahap awal pengolahan biji kakao. Bertujuan mempermudah menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji dan mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak. Selanjutnya adalah pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi dikeringkan agar tidak terserang jamur dengan sinar matahari langsung (7-9 hari) atau dengan kompor pemanas suhu 60-700C (60-100 jam). Kadar air yang baik kurang dari 6 %. Yang terakhir adalah dengan melakukan sortasi, untuk mendapatkan ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan. Syarat mutu biji kakao adalah tidak terfermentasi maksimal 3 %, kadar air maksimal 7%, serangan hama penyakit maksimal 3 % dan bebas kotoran.

Setelah semua langkah tersebut dilakukan, kakao siap untuk dipasarkan dan anda siap memetik keuntungannya. Kuantitas serta kualitas hasil panen sangat bergantung pada bibit/benih yang dipakai. Pastikan hanya memakai benih/bibit yang berkualitas saja. Supaya hasil panen anda lebih maksimal CV MITRA BIBIT menyediakan Benih dan Bibit Kakao berkualitas dengan harga bersaing. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bibit dan pemesanan dapat menghubungi kontak yang tersedia.

Cara Melakukan Pemangkasan Tanaman Coklat/Kakao

Setiap petani pasti ingin agar tanamannya selalu terawat dengan baik dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Banyak cara untuk dapat mewujudkannya, salah satunya adalah dengan melakukan pemangkasan tanaman terutama pada tanaman yang mempunyai batang keras (berkambium) ataupun tanaman yang berbentuk perdu (pohon). Selain penyiraman, pemupukan, pemberian hormone untuk mempercepat proses pembuahan, dan pencegahan hama penyakit, kegiatan pemangkasan merupakan salah satu cara agar tanaman selalu dalam keadaan prima.

Pemangkasan tanaman merupakan usaha yang dilakukan para petani untuk mendapatkan bentuk tajuk tanaman yang ideal atau untuk mendapatkan hasil tanaman yang berbuah lebih banyak terlepas dari baik tidaknya mutu buah tersebut. Pemangkasan bertujuan untuk mengurangi jumlah tunas dan pucuk batang agar pertumbuhan buahnya maksimal.

Pemangkasan pada tanaman kakao ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang serta pertumbuhan vegetatif yang baik suapaya tanaman kakao kita selalu dalam kondisi yang prima dan diharapkan menghasilkan panen yang prima juga. Selain kakao yang harus dipangkas, pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik. Cara-cara pemangkasan pada kakao ada beberapa macam, yaitu :

Pertama, Pangkas Bentuk, dilakukan umur 1 tahun setelah muncul cabang primer (jorquet) atau sampai umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya simetris.

Kedua, Pangkas Pemeliharaan, bertujuan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air (wiwilan) pada batang pokok atau cabangnya.

Ketiga, Pangkas Produksi, bertujuan agar sinar dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga dapat terbentuk. Pangkas ini tergantung keadaan dan musim, sehingga ada pangkas berat pada musim hujan dan pangkas ringan pada musim kemarau.Pangkas Restorasi, memotong bagian tanaman yang rusak dan memelihara tunas air atau dapat dilakukan dengan side budding.

Kegiatan memangkas berhubungan dengan kualitas tanaman itu sendiri. Jika bibitnya kurang berkualitas, maka pemangkasan harus lebih intensif dan tentunya akan lebih menyita tenaga. Maka, untuk mendukung usaha budidaya anda berjalan lebih efektif dan efisien, CV MITRA BIBIT menyediakan Benih dan Bibit Kakao berkualitas dengan harga bersaing. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bibit dan pemesanan dapat menghubungi kontak yang tersedia

Macam-Macam Penyakit Pada Tanaman Kakao Dan Cara Mengatasinya

Seperti manusia, tanaman juga tidak luput dari berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit tanaman tersebut dapat menyebabkan kecacatan fisik, penurunan kualitas buah, dan kematian pada tanaman tersebut. Ada berbagai jenis penyakit yang biasanya menyerang tanaman kakao kita. Namun hal tersebut tidak akan menjadi masalah jika kita tahu cara-cara mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa tips dan cara menangani penyakit pada tanaman Kakao.

Ulat Kilan ( Hyposidea infixaria; Famili : Geometridae ), Hama ini menyerang pada saat umur kakao berkisar antara 2-4 bulan. Serangan berat mengakibatkan daun muda tinggal urat daunnya saja. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan Pestisida berdosis 5 - 10 cc / liter.

Ulat Jaran / Kuda ( Dasychira inclusa, Familia : Limanthriidae ), Ciri-ciri hama ini adalah terdapat bulu-bulu gatal pada bagian dorsalnya yang menyerupai bentuk bulu (rambut) pada leher kuda, terdapat pada marke 4 dan 5 berwarna putih atau hitam, sedang ulatnya coklat atau coklat kehitam-hitaman. Pengendalian dengan musuh alami predator Apanteles Mendosa dan Carcelia spp, semprot Pestisida.

Parasa lepida dan Ploneta diducta (Ulat Srengenge), Serangan dilakukan silih berganti karena kedua species ini agak berbeda siklus hidup maupun cara meletakkan kokonnya, sehingga masa berkembangnya akan saling bergantian. Serangan tertinggi pada daun muda, kuncup yang merupakan pusat kehidupan dan bunga yang masih muda. Siklus hidup Ploneta diducta 1 bulan, Parasa lepida lebih panjang dari pada Ploneta diducta. Pengendaliannya dapat dengan menyemprotkan Pestisida.

Kutu - kutuan ( Pseudococcus lilacinus ), Kutu ini biasanya berwarna putih. bersimbiosis dengan semut hitam. Gejala serangan : infeksi pada pangkal buah di tempat yang terlindung, selanjutnya perusakan ke bagian buah yang masih kecil, buah terhambat dan akhirnya mengering lalu mati. Pengendalian : tanaman terserang dipangkas lalu dibakar, dengan musuh alami predator; Scymus sp, Semut hitam, parasit Coccophagus pseudococci Natural BVR 30 gr/ 10 liter air atau Pestisida.

Helopeltis antonii, Hama ini menusukkan ovipositor untuk meletakkan telurnya ke dalam buah yang masih muda, jika tidak ada buah muda hama menyerang tunas dan pucuk daun muda. Serangga dewasa berwarna hitam, sedang dadanya merah, bagian menyerupai tanduk tampak lurus. Ciri serangan, kulit buah ada bercak-bercak hitam dan kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta jelek bentuknya dan buah kecil kering lalu mati. Pengendalian dilakukan dengan Pestisida dosis 5-10 cc / lt (pada buah terserang), hari pertama semprot stadia imago, hari ke-7 dilakukan ulangan pada telurnya dan pada hari ke-17 dilakukan terhadap nimfa yang masih hidup, sehingga pengendalian benar-benar efektif, sanitasi lahan, pembuangan buah terserang.

Cacao Mot ( Ngengat Buah ), Acrocercops cranerella (Famili ; Lithocolletidae). Buah muda terserang hebat, warna kuning pucat, biji dalam buah tidak dapat mengembang dan lengket. Pengendalian : sanitasi lingkungan kebun, menyelubungi buah coklat dengan kantong plastik yang bagian bawahnya tetap terbuka (kondomisasi), pelepasan musuh alami semut hitam dan jamur antagonis Beauveria bassiana ( BVR) dengan cara disemprotkan, semprot dengan Pestisida.
Penyakit Busuk Buah (Phytopthora palmivora), Gejalanya adalah serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.

Jamur Upas ( Upasia salmonicolor ), menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO+HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum dapat mengatasinya maka dapat menggunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

Guna mencegah serangan-serangan hama yang merugikan ini, bibitnya haruslah mempunyai mutu yang berkualitas. Karena jika menggunakan bibit yang asal-asalan maka hama dan penyakit tanaman akan mudah menjangkiti tanaman kita. Maka dari itu, CV MITRA BIBIT berusaha memahami anda dengan menyediakan bibit dan biji yang berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan bibit dan biji dapat menghubungi kontak yang tersedia.

Langkah-langkah Menanam Kakao

Kakao sebagai bahan dasar pembuatan coklat mempunyai prospek bisnis yang bagus. Banyak orang yang berniat membudidayakan kakao karena keuntungan yang didapatkan lumayan besar. Namun dalam proses budidaya kakao tersebut prosesnya tidak sesederhana tanaman-tanaman lain. Kakao membutuhkan perhatian khusus supaya hasil panennya maksimal dan berkualitas. Selain persiapan lahan yang harus dilakukan dengan matang dan juga pembibitan yang memerlukan proses panjang. Penanaman Kakao juga memiliki beberapa langkah yang hars diperhatikan bagi para calon pembudidaya coklat mentah ini. Berikut adalah langkah-langkah dalam penanaman kakao:

Pengajiran
a. Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 - 100 cm.
b. Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya.
Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama.

Lubang Tanam
a. Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan.
b. Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang.

Tanam Bibit
1. Pada saat bibit kakao ditanam, pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun.
2. Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa
3. Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
4. Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush).

Setelah proses penanaman berjalan dengan baik maka yang perlu dilakukan oleh para pembudidaya adalah perawatan. Secara keseluruhan, perawatan tanaman Kakao ini tidak berbeda jauh dengan tanaman lain, yaitu penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon. Setelah itu, dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali.

Sebelum penanaman, tentunya yang diperlukan adalah biji atau bibit Kakao yang berkualitas supaya hasil panen sesuai dengan harapan anda. Pemilihan biji maupun bibit ini tidak boleh sembarangan, harus dari supplier yang terpercaya. Kami dari CV MITRA BIBIT menyediakan Benih dan Bibit Kakao berkualitas dengan harga bersaing. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bibit dan pemesanan dapat menghubungi kontak yang tersedia.

Cara Budidaya buah Kakao

Dalam Budidaya Kakao, sebagai bahan baku utama makanan yang paling terkenal didunia yaitu coklat, perlu diperhatikan proses pembibitan yang harus dilakukan. Untuk proses pembibitan, langkah-langkah serta hal-hal yang perlu diperhatikan adalah,
1. Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur.
2. Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok.
3. Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan.
4. Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari.
5. Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan.
6. Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag.
7. Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP / SP-36 ke dalam tiap-tiap polibag.
8. Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih 50%.
9. Jarak antar polibag 20 x 20 cm lebar barisan 100 cm.
10. Tinggi naungan buatan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga sinar masuk tidak terlalu banyak.
11. Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari.
12. Penyiangan gulma melihat keadaan areal pembibitan.
13. Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan : 1 gr/bibit, 2 bulan ; 2 gr/bibit, 3 bulan : 3 gr/bibit, 4 bulan : 4 gr/bibit. Pemupukan dengan cara ditugal.
14. Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 - 1 tutup/pohon diencerkan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosis 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali.
15. Penjarangan atap naungan mulai umur 3 bulan dihilangkan 50% sampai umur 4 bulan.
16. Amati hama & penyakit pada pembibitan, antara lain ; rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan PESTONA dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosis 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytopthora dan Cortisium sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang selama + 1 minggu pada masing-masing pohon.

Untuk memudahkan proses pembibitan ini, kami dari CV MITRA BIBIT menyediakan Benih dan Bibit Kakao berkualitas dengan harga bersaing. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bibit dan pemesanan dapat menghubungi kontak yang tersedia.

Persiapan Lahan Dalam Budidaya Kakao

Coklat bukan hanya milik Swiss saja. Indonesia juga punya peluang untuk merajai pasaran coklat dunia. Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.

Bagi anda yang berniat memulai Budidaya Kakao ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan lahan untuk tanaman Kakao ini. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam memulai Budidaya Kakao :
 Pertama, Bersihkan alang-alang dan gulma lainnya. Kita tahu alang-alang dan ulma merupakan tanaman parasit yang jika dibiarkan akan membunuh Kakao secara perlahan. Selain itu juga pembersihan ini bertujuan untuk mensterilkan lahan supaya penanaman dapat dilakukan dengan mudah.

Kedua, Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides & C. caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan. Gulma berkembang sangat cepat, maka perlu diantisipasi dengan tanaman penuup tanah, supaya pertumbuhan gulma terhambat. Sebenarnya boleh saja tidak menggunakan cover crop ini, namun anda pasti akan kerepotan membersihkan gulmanya setiap minggu.

Ketiga, Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao (1 : 3). Tanaman pelindung berfungsi sebagai penahan angin, maka penanaman satu tahun sebelum kakao ditanam maksudnya adalah untuk menahan angin yang akan menerpa tanaman kakao muda, sehingga dapat meminimalisir kerusakan tanaman. Hal ini wajib dilakukan untuk didaerah yang memiliki lokasi atau daerah dengan tiupan angin yang kencang.

Persiapan lahan akan memudahkan langkah berikutnya dalam proses budidaya kakao ini yaitu pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman. Lahan yang baik merupakan awal yang baik bagi hasil panen yang melimpah serta berkualitas. Untuk pasokan bibit itu sendiri, kami dari CV MITRA BIBIT menyediakan Benih dan Bibit Kakao berkualitas dengan harga bersaing. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bibit dan pemesanan dapat menghubungi kontak yang tersedia.