Cari

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 5E7B82B4
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Selamat datang di www.MitraBibit.com

Kualitas dan Pelayanan adalah prioritas Kami sebagai Mitra Anda. Kami menyediakan produk biji dan bibit berbagai macam tanaman. Silahkan menghubungi kami jika anda butuh bantuan. Terima kasih
New Post

Cara Mempertahankan Bunga Durian Agar Tidak Rontok | Bibit Durian Bawor



Penyebab Kerontokan Bunga Durian

Berdasarkan hasil pengamatan kami banyak faktor yang bisa menyebabkan bunga durian mudah Rontok, memang sudah menjadi hukum alam/hukum pareto bunga durian tidak mungkin akan jadi buah semua, yg perlu kita lakukan adalah meminimalkan kerontokan bunga.
Faktor kerontokan bunga antara lain :

1. Sehat tidaknya pohon tersebut

Pohon durian bisa berbuah dengan baik apabila pohon tersebut sehat, jadi perlu disesuaikan antara waktu bunga sampai buah, ketika durian diperkirakan berbunga 3 bulan lagi, maka saat ini kita harus lakukan pemupukan. Selain itu perlu juga dilakukan pengendalian hama dan  penyakit tanaman Durian secara intensif.
Pupuk kandang, Pupuk cair organik dll sebaiknya lebih banyak digunakan daripada penggunaan pupuk kimia.

2. Terlalu banyak air/kekurangan air
Bunga Durian yang lebat dan sehat

Curah hujan yang tinggi juga bisa menjadi faktor rontoknya bunga, terkadang hal yang susah diprediksi adalah cuaca, cuaca yang buruk dengan intensitas hujan tinggi perlu diimbangi dengan pengaturan Sanitasi yang baik agar air hujan yang tinggi tidak menggenangi tanaman.
Terlalu kurang air disaat pohon sedang berbunga juga bisa menjadikan bunga mudah rontok.
Ketika musim kering perlu dilakukan penyiraman yang berimbang, agar kondisi kesehatan dan kesuburan tanaman bisa stabil dan bunga durian bisa melakukan penyerbukan yang sempurna dan menjadi buah durian yang diinginkan

 

3.  Tepat dalam arti tepat jenis, dosis, waktu, dan cara pelaksanaan.

Berimbang dimaksudkan memberikan pupuk dengan komposisi sesuai dengan kebutuhan
tanaman dan berbeda-beda berdasarkan ritme pertumbuhan tanaman.
Tepat jenis dan tepat dosis, berhubungan dengan komposisi pupuk yang diperlukan berkaitan
dengan karakter tanaman. Berdasarkan salah satu hasil analisis buah, dalam setiap 100 kg buah yang dipanen setara dengan lebih kurang 150 g N, 26 g P, 260 g K, 260 g Ca, dan 32 g Mg. Jumlah tersebut dalam penelitian yang lain disebutkan setara dengan jumlah unsur hara yang diserap oleh tanaman dari tanah yaitu sebanyak 0,23% N, 0,4% P, 0,41% K, 0,03% Ca, dan 0,49% Mg. Data ini
menunjukkan kebutuhan unsur hara minimal yang harus diberikan ke dalam tanah ditambah dengan
kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman itu sendiri. Tepat waktu, berkaitan dengan fase
pertumbuhan dan perkembangan tanaman durianpertumbuhan vegetatif dimulai dari saat akhir
panen sampai inisiasi pembungaan, inisiasi bunga, dan pengisian buah. Pada saat pertumbuhan
vegetatif dibutuhkan semua unsur hara yang diberikan dalam keadaan seimbang termasuk
pemberian bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta kalsium untuk penstabil pH.
Pada saat inisiasi bunga perlu diberikan unsur hara P yang lebih dari unsur lainnya karena unsur
ini berfungsi sebagai sumber energi, mengingat kebutuhan energi yang tinggi saat tanaman inisiasi
pembungaan sampai pemasakan buah. Karena unsur P merupakan komponen dari adenosin
trifosfat (ATP), yaitu senyawa kimia pembawa energi. Selanjutnya pada proses pengisian/
pemasakan buah diperlukan unsur K yang tinggi sebagai ko-faktor dalam aktivitas enzim
yang dominan bekerja pada fase ini. Demikian juga diperlukan unsur lain yang penting dalam
meningkatkan kualitas buah seperti warna dan tekstur seperti kalsium dan boron.
Tepat cara pelaksanaan, berkaitan dengan cara aplikasi pupuk. Untuk masalah ini terdapat
salah kaprah yang banyak dilakukan yaitu pemberian dengan membuat galian di sekeliling
tajuk tanaman. Cara ini justru merusak/memutus perakaran tanaman durian yang sebenarnya telah
berkembang dan menyebar jauh di luar area tajuk, maka cara yang tepat yaitu pupuk ditabur di bawah tajuk dimulai dari bagian tepi kemudian semakin ke dalam semakin tipis. Setelah pemberian pupuk kemudian ditutup dengan pemberian kompos
(pada pemupukan pertama) atau ditutup dengan serasah (pada pemupukan II dan III), atau sebelum
pemupukan, bidang olah cukup digemburkan dengan garpu secara ringan, sehingga tidak
merusak akar.
Aplikasi Pupuk Standar
Sampai saat ini belum ada rekomendasi pemupukan durian yang baku. Namun demikian,
dari pengalaman di lapangan, beberapa aplikasi pemupukan telah diterapkan dan terbukti dapat
menjaga kualitas buah durian. Salah satunya yaitu pengalaman kelompok tani di Desa Batuah, Kec.
Loa Janan, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pola pemupukan yang diterapkan yaitu
menggunakan kombinasi pupuk organik (kompos), pupuk sintetik (anorganik), dan pupuk hayati,
dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Tanaman umur 3 tahun (diameter batang ± 7 cm) diberi pupuk organik 30 kg/pohon/tahun
dan terus ditingkatkan sesuai umur atau diameter batangnya sampai tanaman berumur 10 tahun sebanyak 360 kg/pohon/tahun. Bahan organik yang diberikan bukan pupuk kandang
yang masih baru, tetapi yang sudah dikomposkan. Pupuk kompos diberikan sekali setahun,
yaitu setelah panen.
2. Pupuk anorganik (N, P, K, Mg, dan Ca) diberikan
sesuai pertumbuhan tanaman yang dihitung berdasarkan diameter batang. Berdasarkan
standar pemberian pada tanaman berumur 3 tahun yang membutuhkan pupuk
NPK 500 g/tahun, maka setiap tambahan 1 cm diameter batang ditambahkan 150–250 g NPK. Perhitungan kebutuhan pupuk NPK menggunakan pupuk NPK (15:15:15) sebagai
standar.
Perhitungan kebutuhan pupuk dihitung sebagai berikut: (1) mengukur lingkar batang
pada ketinggian 50 cm dari permukaan tanah dan menghitung diameter batang dengan rumus sebagai
berikut:
      
Ø= C/ π
dimana:
Ø = Diameter batang (cm)
π= 22/7
C= Lingkar batang (cm) 50 cm dari permukaan tanah

ØCπ



Budidaya Jeruk Dekopon | Bibit jeruk Dekopon



Jeruk Dekopon

Dekopon merupakan salah satu jenis jeruk unggul terbaru yang berasal dari negeri sakura jepang, saat ini jeruk dekopon  sudah banyak dibudidayakan diberbagai daerah khususnya didaerah bandung.Menurut informasi  jeruk dekopon yang sudah ditanam selama 2 tahun bisa menghasilkan 1,3 kg per.1 buah
Pada awalnya banyak yang berasumsi bahwa bibit jeruk dekopon tidak bisa berbuah di indonesia, dikarena iklim antara indonesia dan jepang sangatlah berbeda, namun semua itu ditepis oleh para petani jeruk asal ciwidey dan parongpong lembang, bahkan mengawali keberhasilan membuahkan jeruk dekopon.

Bibit Jeruk Dekopon

Jeruk Dekopon Untuk Dataran Rendah

Jeruk Dekopon pada awalnya memang banyak dikembangkan di dataran tinggi, Namun saat ini sudah banyak yang mengembangkan di dataran rendah, jeruk Dekopon yang ditanam di dataran rendah memiliki rasa yang lebih manis walaupun bobot tiap buahnya hanya mencapai kisaran 500 gram.



Budidaya jeruk Dekopon

Pengembangan bibit jeruk dekopon bisa dilakukan dengan cara okulasi mata tunas. Berikut kami uraikan beberapa tehnik okulasi bibit jeruk Dekopon

 
1. Pohon Induk Jeruk Dekopon
Sebelum Melakukan Pengembangan bibit jeruk Dekopon, terlebih dahulu kita harus mempunyai Pohon induk jeruk Dekopon yang jelas, tujauanya agar kita bisa mengambil entres dengan varietas yang benar, dan dengan umur yang sesuai dengan standar okulasi yaitu sekitar 3 bulan(umur entres dari tunas).
 
2. Pengambilan Entres jeruk dekopon sebagai mata tempel
Potong Entres jeruk dekopon  dengan pertumbuhan Vertikal yang sudah berumur sekitar 4 bulan, lakukan dengan menggunakan alat yang steril. Buang daun pada entres jeruk dekopon.

3. Penyiapan batang bawah untuk okulasi jeruk dekopon
Siapkan batang bawah jeruk usahakan dengan varietas JC, Batang Bawah jeruk siap Okulasi memiliki diameter sekitar 1 cm dengan kendisi fisik sehat dan cenderung tumbuh lurus.

4. Okulasi Jeruk Dekopon
Lakukan pembuatan sayatan pada batang bawah dilanjutkan dengan pemasangan mata tempel yang sesuai dengan sayatan dari entres yang ada. Mata tempel yang baik harus kelihatan segar dan memiliki mata tunas yang sehat. Setelah mata tempel terpasang lakukan pengikatan menggunakan plastik Pe yang telah dipotong kecil kecil. Setelah 1 bulan lakukan pembukaan mata tempel dan pemotongan batangbawah (yaitu dengan memotong sekitar 1,5 cm diatas titik okulasi).

5. Pemeliharaan bibit jeruk dekopon
Lakukan wiwilan samping atau tunas batang bawah yang akan mengganggu pertumbuhan tunas yang diinginkan. Lakukan penyiraman dan penyemprotan secara berkala. Bibit Jeruk dekopon siap untuk dipindahkan dilahan apabila sudah berumur 5 bulan atau dengan ketinggian sekitar 50 cm dari titik okulasi.

Budidaya Jeruk Dekopon Dalam Pot

Jeruk dekopon bisa juga ditanam di dalam Pot, beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menanam jeruk dekopon dalam Pot agar bisa tumbuh dan berbuah dengan baik diantaranya :
1. Persiapan Media Tanam
media tanam yang akan digunakan haruslah memiliki unsur yang baik yaitu campuran dari beberapa bahan sebagai berikut
Sekam hitam/bakar, kalau tidak ada bisa juga menggunakan cocopeat/sabut kelapa
Pupuk organik, Usahakan pupuk sudah dilakukan fermentasi terlebih dahulu
tanah subur

Campurkan tiga bahan tersebut dengan perbandingan  3: 3:4

2. Pot  atau Platerbag
Siapkan Pot /Planterbag dengan ukuran miimal 75 liter

3. Memasukan media
Sebelum pot di isi dengan media tanam, dasar pot diberi lapisan stereoform yang di pecah pecah setebal 5 cm, bila tidak ada bisa juga pecahan genteng. Lapisan tersebut bertujuan agar lubang di bawah pot tidak tersumbat oleh media tanam. Masukan media tersebut sampai setengah bagian, lalu tanam bibit jeruk dekopon yang telah dilepas polybagnya , penuhi media sampai rata. Posisi bibit ditengah pot dan tegak.
4. Perawatan
Perawatan meliputi Penyiraman rutin, penyiangan gulma, penyemprotan fungisida dan pemberian pupuk berkalayaitu setiap 3 bulan sekali.

***************Selamat mencoba.********************














 Kata terkait :
Jual Bibit jeruk Dekopon | bibit jeruk Dekopon Bandung | Budidaya jeruk Dekopon | jeruk Dekopon untuk dataran rendah | langkah langkah membuahkan jeruk dekopon | jeruk dekopon adalah | pembibitan jeruk dekopon | harga benih jeruk dekopon | harga buah jeruk dekopon | prospek jeruk dekopon | keunggulan jeruk dekopon | cara menanam jeruk dekopon |
Bibit Buah Jeruk Dekopon, bibit Jeruk Dekopon, Bibit Tanaman Buah Jeruk Dekopon, bibit tanaman Jeruk, Jual bibit Jeruk Dekopon Murah, Jual Jeruk Dekopon, , Harga bibit Jeruk Dekopon, Jual Tanaman Jeruk Dekopon unggul, tanaman Jeruk Dekopon, Tips bertanam Jeruk Dekopon Dekopon, Buah Jeruk Dekopon, Cara budidaya Jeruk Dekopon, harga Jeruk Dekopon, Jeruk Dekopon, Jeruk Dekopon Tabulampot, jeruk jepang | cara budidaya jeruk dekopon | cara menanam jeruk depopon dalam pot | jeruk jepang | asal jeruk dekopon | manfaat jeruk dekopon | jeruk yang paling manis | jeruk termahal |  bibit jeruk dekopon di bandung | jeruk dekopon di jawa barat | keuntungan jeruk dekopon | kegunaan jeruk dekopon | nilai jual jeruk dekopon


Cara Menanam Durian Agar Cepat Berbuah




Cara menanam durian agar cepat berbuah tidaklah sulit, ada beberapa hal yang harus kita perhatiakan ketika kita hendak menanam durian diantaranya sebagai Berikut

1. Menentukan Lokasi penanaman durian

Untuk menanam durian yang tepat, kita harus memahami lokasi tanam durian dan lahan seperti apa yang cocok, Berikut merupakan syarat tumbuh tanaman durian diantaranya .

  • Tanah cocok yntuk menanam durian adalah jenis latosol, andosol serta tanah podsolik merah menguning.
  • Tanaman Durian tumbuh dengan baik pada lahan tropis dengan ketinggian sekitar 400-00 meter dpl
  • Intensitas cahaya sekitar 40-50%
  • Curah hujan yang dibutuhkan sekitar 1500-2500 mm per tahun
  • PH tanah sekitar 6-7

2. Pemilihan Bibit Durian



Penanaman durian yang tepat diawali dengan pemilihan bibit durian yang akan ditanam. Bibit yang ditanam haruslah bibit dengan varietas unggulan dan bebas dari segala macam hama dan penyakit. Selain itu harus memiliki kriteria yang baik
Beberapa kriteria bibit durian yang baik diantaranya :

  • Memiliki daunyang rimbun/banyak
  • Bibit durian yang dipilih harus segar
  • Bibit durian harus sehat bebas hama penyakit
  • Memiliki batang yang kekar dan percabangan yang baik
  • Bibit yang baik biasanya ditandai dengan banyaknya tunas pada bibit


3. Cara Menanam Durian

Beberapa langkar yang harus dilakukan saat kita hendak menanam durian diantaranya :

  • Bersihkan lahan dari rumput , gulma dan tanaman liar  pengganggu

  • Lakukan penggemburan tanah dengan cara mencangkul  dan membiarkanya selama beberapa hari sampai kering.

  • Berilah pupuk kandang untuk menambah unsur hara tanah yang dibutuhkan tanaman durian dan dengan cara mencampur dengan tanah dan biarkan selama sekitar 1 minggu agar pupuk terserap oleh tanah.

  • Setelah itu buatlah lubang tanam dengan jarak sekitar 8 x 8 meter. Jarak yang renggang bertujuan agar tanaman tidak berebut nutrisi satu sama lain, selain itu  supaya mendapat sinar matahari yang cukup dan terhindar dari penyebaran penyakit.

  • Lubang tanam dibiarkan sekitar 1 minggu agar gas dan racun tanah memuai.

  • Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar mendapatkan pasokan air yang cukup.

  • Tanam durian dengan posisi tegak,

  • Siram tanaman durian secukupnya.


4. Penyiraman Tanaman

Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore pada durian  hinggga mencapai umur 1 bulan selanjutnya menyesuaikan keadaan

5. Penyiangan Tanaman durian

Penyiangan awal sebaiknya tidak menggunakan ccangkul, cukup dicabut setiap rumput liar pengganggu tanaman.

6. Pemupukan Tanaman

Pemupukan susulan dilakukan dengan menaburkan pupuk kandang di sekitar tanaman durian dilakukan setiap 6 bulan sekali.

7. Panen Durian

Tanaman durian unggul biasanya bisa berbuah sekitar 3-4 tahun. 
Ciri ciri durian yang siap panen :

  • Ujung duri kulit buah berwarna kecoklatan

  • Warna Garis diantara duri jelas dan kontras

  • Ruas tangkai membesar

  • Berbau khas durian

  • Saat dipukul  berbunyi terasa ada ruang dalam buah.


Beberapa langkah telah kami sampaikan secara ringkas, untuk mendapatkan hasil yang lebih Maksimal, Berikut Beberapa jenis durian Unggulan Nasional yang sudah dilepas varietasnya oleh kementrian Pertanian :


1. Durian Otong atau Durian Montong


LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN
NOMOR : 9/Kpts/TP.240/1/1987
TANGGAL : 14 Januari 1987
DESKRIPSI DURIAN VARIETAS
OTONG
Asal : introduksi dari Thailand
Tinggi pohon : 5 – 8 m (rata-rata 6 m)
Lebar tajuk : 2 – 4 m (rata-rata 3 m)
Bentuk tanaman : menyerupai payung sampai kerucut
Percabangan : rapat, mulai dari ketinggian 1 m
Kedudukan cabang : mendatar dengan ujung condong ke atas
Warna batang : kecoklatan
Keadaan batang : agak halus
Bentuk batang : bulat
Bentuk daun : bulat panjang, ujung daun meruncing
Warna permukaan daun atas : hijau
Warna permukaan daun bawah : coklat kekuningan
Kedudukan daun : mendatar sampai condong ke atas
Bentuk bunga : bulat, berkelompok (tandan)
Warna mahkota bunga : putih kekuningan
Warna benang sari : kekuningan sampai kuning
Jumlah bunga per tandan : 1 – 16 kuntum
Jumlah buah per tandan : 1 – 3 buah
Bentuk buah : panjang, bagian ujung dan pangkal agak meruncing
beralur 4 – 5 buah
Warna buah : hijau kekuningan
Bentuk duri : kerucut, kecil agak rapat
Sifat buah : sukar dibelah
Bobot per buah : 1,0 – 1,5 kg
Ketebalan kulit buah : sedang (4 – 6 mm)
Jumlah juring per buah : 4 – 6 juring
Jumlah pongge per buah : 5 – 15 buah
Warna daging : kuning
Jumlah biji sempurna per buah : 5 – 10 buah
Bentuk biji : lonjong, sedang
Keadaan daging : cukup tebal, kering, kurang berlemak
Aroma daging : sedang, tidak tajam
Produksi buah per pohon : 20 – 50 buah pada umur 7 tahun
Ketahanan terhadap hama : agak peka terhadap penggerek buah Tirathaba sp
Ketahanan terhadap penyakit : agak peka terhadap busuk akar Fusarium sp
Penampilan tanaman : cukup menarik
Keterangan : tanaman mampu berbuah beberapa kali setahun (mulai
berbuah umur 5 – 8 tahun)
MENTERI PERTANIAN
ttd
ACHMAD AFFANDI



2. Durian Kani


LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN
NOMOR : 10/Kpts/TP.240/1/1987
TANGGAL : 14 Januari 1987
DESKRIPSI DURIAN VARIETAS
KANI
Asal : introduksi dari Thailand
Tinggi pohon : 5 – 8 m (rata-rata 6 m)
Lebar tajuk : 2 – 4 m (rata-rata 3 m)
Bentuk tanaman : kerucut sampai menjulang
Percabangan : jarang, mulai dari ketinggian 1 m
Kedudukan cabang : agak condong ke atas
Warna batang : kecoklatan
Keadaan batang : agak kasar
Bentuk batang : bulat, persegi pada bagian pangkal
Bentuk daun : bulat panjang, ujung daun menumpul
Warna permukaan daun atas : hijau tua
Warna permukaan daun bawah : kuning kecoklatan
Kedudukan daun : mendatar sampai condong ke bawah (bergantung)
Bentuk bunga : bulat, besar, berkelompok (tandan)
Warna mahkota bunga : putih kekuningan
Warna benang sari : kekuningan
Jumlah bunga per tandan : 1 – 10 kuntum
Jumlah buah per tandan : 1 – 3 buah
Bentuk buah : bulat, beralur 4 – 5 buah
Warna buah : kuning kecoklatan
Bentuk duri : kerucut, agak rapat, tajam
Sifat buah : agak sukar dibelah
Bobot per buah : 1,0 – 1,5 kg
Ketebalan kulit buah : sedang (3 – 5 mm)
Jumlah juring per buah : 4 – 6 juring
Jumlah pongge per buah : 5 – 18 buah
Warna daging : kekuningan
Jumlah biji sempurna per buah : 5 – 12 buah
Bentuk biji : lonjong, kecil
Keadaan daging : cukup tebal, kering, berlemak
Rasa daging : manis
Tekstur daging : halus
Aroma daging : sedang, tidak terlalu tajam
Produksi buah per pohon : 15 – 50 buah per tahun pada umur 7 tahun
Ketahanan terhadap hama : agak peka terhadap penggerek buah Tirathaba sp
Ketahanan terhadap penyakit : agak peka terhadap busuk akar Fusarium sp
Penampilan tanaman : kurang menarik
Keterangan : tanaman mampu berbuah beberapa kali setahun (mulai
berbuah umur 5 – 8 tahun)
MENTERI PERTANIAN
ttd
ACHMAD AFFANDI

3. Durian Matahari



LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN
NOMOR : 74/Kpts/TP.240/2/1995
TANGGAL : 3 Pebruari 1995
DESKRIPSI DURIAN VARIETAS MATAHARI
Asal : Cimahpar, Bogor
Tinggi tanaman : 20 m
Lebar tajuk : 16 m
Bentuk tanaman : kerucut
Percabangan : rapat mulai ketinggian 1 m
Kedudukan cabang : condong ke atas
Warna batang : kecoklatan
Keadaan batang : halus
Bentuk batang : bulat (gilig)
Bentuk daun : bulat panjang dengan ujung meruncing (panjang 2,5 x lebar)
Warna permukaan daun atas : hijau tua
Warna permukaan daun bawah : coklat kemerahan
Kedudukan/ letak daun : mendatar
Bentuk bunga : bulat dalam tandan
Warna mahkota bunga : putih
Warna benang sari : kekuningan
Jumlah bunga/ tandan : 6 – 14 bunga
Jumlah buah/ tandan : 1 – 3 buah
Bentuk buah : bulat panjang
Warna buah : hijau kecoklatan
Bentuk duri : besar, jarang, runcing, bengkok
Sifat buah : mudah dibelah (normal)
Berat/ buah : 2 – 3,5 kg
Ketebalan kulit buah : sedang (5 – 10 mm)
Jumlah juring/ buah : 5 buah
Jumlah pongge/ buah : 10 – 20 buah
Warna daging : kuning cerah
Banyak biji sempurna/ buah : 5 – 10 buah
Bentuk biji : lonjong, sedang
Ketebalan daging : tebal
Keadaaan daging : kering, berlemak
Rasa daging : manis
Tekstur daging : berserat halus
Aroma daging : sedang tidak tajam
Hasil/ pohon : 50 – 200 buah pada umur 20 tahun
Ketahanan terhadap hama : tahan terhadap penggerek buah Tirathaba ruptilinea
Ketahanan terhadap penyakit : tahan terhadap busuk akar Fusarium sp.
Keterangan : - penampilan tanaman kurang menarik
- warna, rasa, dan keringnya daging buah
Peneliti : Moh. Reza T., Wijaya, Danil Efendi, Ahmad Riyadi Wastra,
Asep Priatna, Abas Alibasyah, Dolly Pandelaki, Umi Sri
Rezeki, Nyi Suryati
MENTERI PERTANIAN
ttd
SJARIFUDIN BAHARSJAH

4. Durian Sukun


LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN
NOMOR : 889/Kpts/TP.240/11/1984
TANGGAL : 12 November 1984
DESKRIPSI DURIAN VARIETAS
SUKUN
Asal : lokal Gempolan, Karanganyar
Tinggi pohon : 15 m
Lebar tajuk : 6 m
Bentuk tanaman : menjulang
Percabangan : agak jorong, mulai dari ketinggian 3 m
Kedudukan cabang : agak horizontal, ujung ke atas
Warna batang : kecoklatan
Keadaan batang : halus
Bentuk batang : bulat (gilig)
Bentuk daun : bulat panjang, ujung melebar
Warna permukaan daun atas : hijau tua
Warna permukaan daun bawah : kekuningan
Kedudukan daun : mendatar, ujung daun melengkung ke bawah
Bentuk bunga : bulat, dalam tandan
Warna mahkota bunga : putih
Warna benang sari : kekuningan
Jumlah bunga per tandan : 8 – 15 kuntum
Jumlah buah per tandan : 1 – 2 buah
Bentuk buah : bulat panjang (lanset)
Warna buah : kekuningan
Bentuk duri : kerucut, kecil, rapat
Sifat buah : mudah dibelah
Bobot per buah : 1,5 – 3,0 kg
Ketebalan kulit buah : agak tebal (lebih dari 10 mm)
Jumlah juring per buah : 5 juring
Jumlah pongge per buah : 5 – 15 buah
Warna daging : putih kekuningan
Jumlah biji sempurna per buah : 0 – 1 buah, yang lain biji kempes
Bentuk biji : lonjong, kecil
Ketebalan daging : tebal sekali
Keadaan daging : kering berlemak
Rasa daging : manis
Tekstur daging : halus
Aroma daging : harum
Produksi buah per pohon : 100 –300 buah per tahun, umur 100 tahun
Ketahanan terhadap penyakit : tahan terhadap penyakit busuk akar Fusarium sp
Ketahanan hama penggerek buah : tahan terhadap Tirathaba ruptilinea
Penampilan tanaman : kurang menarik
Keterangan : kualitas buah lebih baik daripada durian luar negeri
Peneliti : Moh. Reza, Moh. Jamal dan Hendro Sunarjono
MENTERI PERTANIAN
ttd
ACHMAD AFFANDI

5. Durian Kromo Banyumas atau Durian Bawor

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 035/Kpts/SR.120/D.2.7/4/2015
DESKRIPSI DURIAN VARIETAS
KROMO BANYUMAS
Asal : Karangsalam, Kemranjen, Banyumas
Silsilah : Seleksi Pohon Induk
Golongan varietas : Klon
Tinggi tanaman : 21,98 m
Bentuk tajuk tanaman
Percabangan
:
:
Seperti payung
Agak mendatar
Bentuk penampang batang : Bulat
Diameter batang : 54 cm
Warna batang : Coklat
Tekstur batang : Kasar
Bentuk daun
Bentuk ujung daun
Bentuk pangkal daun
:
:
:
Bulat panjang
Sedang
Membulat
Ukuran daun : Panjang : 11,5 – 13,2 cm
Lebar : 3,8 – 4,4 cm
Warna daun : Bagian atas hijau muda;
Bagian bawah hijau keemasan
Bentuk bunga : Bulat telur
Warna bunga
Warna kelopak bunga
Warna mahkota bunga
Warna kepala putik
Warna benang sari
:
:
:
:
Putih kekuningan
Putih
Putih
Kuning
Waktu berbunga : Mei – Agustus
Bentuk buah : Lonjong
Ukuran buah : Panjang : 27 – 32 cm
Diameter : 23 – 25 cm
Warna kulit buah muda
Warna kulit buah matang
:
:
Coklat
Hijau coklat
Duri buah : Tipe VI
Warna daging buah : Oranye
Rasa daging buah : Manis
Ketebalan daging buah : 14 – 27 mm
Aroma buah : Sedang
Bentuk biji : Tipe 2
Warna biji : Coklat
Kandungan air : 73,51 – 77,26 %
Kadar gula : 20,6 – 24,6 0brix
Kandungan lemak : 3,51 – 4,53 %
Kandungan vitamin C : 255,52 – 464,46 mg/100 gr bahan
Jumlah juring per buah : 5
Berat per buah : 4 – 8 kg
Jumlah buah per tanaman : 197 buah
Persentase bagian buah yang dapat
dikonsumsi
: 26,9 %
Daya simpan buah pada suhu 25 - 27 oC : 6 – 7 hari
Hasil buah per pohon per tahun : 185 – 197 buah / pohon/ tahun
Identitas pohon induk tunggal : PIT milik Bapak Kromo, Desa
Karangsalam, Kecamatan Kemranjen,
Kabupaten Banyumas.
Nomor registrasi pohon induk tunggal : …./DR.KromoBanyumas/JT/0.26/31/2014
Perkiraan umur pohon induk tunggal : ± 30 tahun
Penciri utama : Daging buah berwarna oranye
Keunggulan varietas : Ukuran buah besar, warna daging buah
menarik (berwarna oranye) rasa daging
buah manis, ukuran daging buah tebal,
tekstur daging buah pulen.
Wilayah adaptasi : Beradaptasi dengan baik di ketinggian
200 – 1000 mdpl.
Pemohon : Ir. H. Achmad Husein (Bupati Banyumas)
Pemulia : Panca Jarot Santoso, SP, M.Sc (Balitbu
Tropika Solok)
Peneliti : Ir. Sri Rukmini; Haryanto, SP; Ir. Antonia
S; Sriyono, SP, MP; Ir. Edy Subagyono;
Ir. Siti Khawariyah (BPSB Jawa Tengah)
A.n MENTERI PERTANIAN
DIREKTUR JENDERAL HORTIKULTURA,
TTD
HASANUDDIN IBRAHIM

6. Durian SOJ

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 143/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2015
DESKRIPSI DURIAN VARIETAS
SOJ
Asal : Dalam negeri (Desa Kampung Anyar,
Kecamatan Glagah, Kabupaten
Banyuwangi)
Silsilah : Seleksi pohon induk
Golongan varietas : Klon
Tinggi tanaman : 30 m
Bentuk tajuk tanaman : Piramida tumpul
Bentuk penampang batang : Bulat
Diameter batang : 30 cm
Warna batang : Coklat keabu – abuan (RHS 174 A)
Bentuk daun : Oblong
Ukuran daun : Panjang 13,8 – 15,7 cm;
Lebar 5,0 – 5,8 cm.
Warna daun : Hijau tua (RHS 199 B)
Bentuk bunga : Bulat panjang
Warna bunga
Warna kelopak bunga
Warna mahkota bunga
Warna kepala putik
Warna benang sari
:
:
:
:
Hijau muda (RHS 150 B)
Putih (RHS 196 D)
Kuning (RHS 8 A)
Putih kekuningan (RHS 155 B)
Waktu berbunga : Oktober – November
Waktu panen : Pebruari – Maret
Bentuk buah : Bulat telur
Ukuran buah : Panjang 17,3 – 22,0 cm;
Diameter 13,5 – 16,9 cm.
Warna kulit buah muda
Warna kulit buah masak
:
:
Hijau (RHS 141 D)
Coklat kehijauan (RHS 141 C)
Duri buah : Meruncing
Warna daging buah : Orange terang (RHS 28 C)
Rasa daging buah : Manis pahit
Ketebalan daging buah : 15,0 – 16,5 mm
Aroma buah : Sedang
Bentuk biji : Lonjong
Warna biji : Coklat kekuningan (RHS 168 D)
Kandungan air : 66,15 %
Kadar gula : 17,70 %
Kandungan lemak : 3,4 %
Kandungan vitamin C : 52,61 %
Jumlah juring per buah : 4 – 6 juring
Berat per buah : 1,5 – 2,0 kg
Jumlah buah per tandan : 1 – 2 buah
Persentase bagian buah yang dapat
dikonsumsi
: 25,2 – 36,7 %
Daya simpan buah pada suhu 26 - 28oC : 3 – 4 hari setelah panen
Hasil buah per pohon per tahun : 100 – 150 buah/pohon/tahun
Identitas pohon induk tunggal : Pemilik PIT : Abdul Kadir
Nomor registrasi pohon induk tunggal : Dr.SOJ/JTM/0.13/601/2015
Perkiraan umur pohon induk tunggal : 25 tahun
Penciri utama : Kulit tebal, tidak mudah pecah dan
mudah dibuka
Keunggulan varietas : Warna daging buah berwarna oranye
terang (RHS 28 C), mempunyai nilai
ekonomi tinggi.
Wilayah adaptasi : Kecamatan Glagah, Licin, Kalipuro, Giri
dan Songgon
Pemohon : Pemerintah Daerah Kabupaten
Banyuwangi, Dinas Pertanian Kehutanan
dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi,
Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur, dan
UPT PSBTPH Propinsi Jawa Timur.
Peneliti : Yayak Rahman Hidayat, SP. Pariono, SP.
Bagus Budiono, SP., Ghufron (UPT
PSBTPH Propinsi Jawa Timur)
Saipullah, SP.MMA., Ir. Lasiman, Eko
Yulianto, SP (Dinas Pertanian Kehutanan
dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi)
A.n MENTERI PERTANIAN
DIREKTUR JENDERAL HORTIKULTURA,
TTD
SPUDNIK SUJONO KAMINO