Search

Loading...

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 2AD38AED
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Selamat datang di www.MitraBibit.com

Kualitas dan Pelayanan adalah prioritas Kami sebagai Mitra Anda. Kami menyediakan produk biji dan bibit berbagai macam tanaman. Silahkan menghubungi kami jika anda butuh bantuan. Terima kasih
New Post

Biji Mahoni Berkualitas Berasal dari Penyortiran yang Tepat


Seperti pada artikel sebelumnya yang telah kami buat yaitu Saat yang tepat untuk panen Biji Mahoni - Stock Melimpah, dalam memperoleh biji Mahoni berkualitas dan unggulan perlu adanya penyeleksian yang ketat. Artikel sebelumnya juga sudah pernah kami bahas tentang ciri-ciri biji mahoni yang berkualitas. Tentunya dalam penyeleksian biji tidak terlepas dari ukuran standar baik dari segi bentuk, warna serta ketahanan biji terhadap parasit. Dalam usaha pembudidayaan biji dan bibit yang kami kelola, mutu dan kualitas adalah hal yang paling utama. Petani yang kami pekerjakan dalam usaha budidaya biji dan bibit tanaman pun kami latih untuk lebih selektif dalam menjaga kualitas biji dan bibit tanaman.

Untuk menjaga kualitas biji mahoni yang kami sediakan, kami selalu melakukan penyortian/penyeleksian dan pemilihan biji dengan cara manual. Dalam penyortiran biji Mahoni ada beberapa cara yang  kami lakukan. Pertama,  penyortiran dengan menggunakan kipas angirn tornado berukuran besar. Pada gambar terlihat proses penyortiran biji Mahoni yang dilakukan oleh 2 orang, dengan peralatan kipas angis sebanyak 3 buah, tampah, terpal dan berbekal penglihatan yang jeli dalam menyeleksi biji yang berkualitas baik dan kurang baik. Salah seorang, ada yang mengayak tampah berisi biji Mahoni dari atas kipas angin kemudian di jatuhkan biji secara perlahan tepat dari atas kebawah kipas angin. Nantinya biji yang berisi dan yang tidak akan terlihat, biji yang tidak jatuh tepat dibawah kipas angin menandakan biji tersebut gabug atau kosong tidak ada isinya. Biji yang gabug nantinya akan memisah sendiri ke tepi terpal. Sedangkan biji yang berisi akan jatuh tepat di bawah kipas angin, namun penyeleksian tidak sampai disini saja. Kadang meskipun biji berisi, namun tidak semua biji memiliki warna kulit ari yang sama dengan standar kualitas atau yang diharapkan. Kadang ada biji yang bagian kulit arinya berwarna hitam, hitamnya kulit ari dari biji Mahoni menandakan biji sudah busuk atau dengan kata lain biji tidak layak pakai. Nah, untuk itu ada salah seorang lainnya dalam kegiatan penyortiran di gambar yang bertugas memisahkan biji berwarna hitam untuk di pisahkan, agar nantinya tidak tercampur dengan biji berkualitas baik.

Cara kedua adalah dengan pengayakan biji secara manual tanpa menggunakan kipas, alat yang dibutuhkan pun hanya tampah dan penglihatan yang jeli dalam penyeleksian. Pada gambar terlihat, salah seorang sedang menyeleksi biji Mahoni secara langsung untuk memisahkan biji dengan kualitas baik dan kurang baik. Sama seperti proses penyeleksian sebelumnya biji yang kulit arinya berwarna hitam juga dipisakahan dari biji Mahoni yang berwarna coklat tua.
Setelah semua biji yang terseleksi telah terkumpul, kemudian biji dimasukkan ke dalam karung dan di simpan di tempat dengan suhu dan ruangan yang kering atau tidak lembab untuk menghidari jamur. Diatas telah dijelaskan bagaimana untuk mendapatkan biji Mahoni yang benar-benar berkualitas ada cara dan triknya sendiri dan itu sudah menjadi standar kami dalam menyediakan biji Mahoni yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar.

Jika Anda ingin melakukan pemesanan dalam partai kecil, kami juga sudah menyediakan paket dalam ukuran 1kg. Semakin banyak pemesanan, tentu saja akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami. Jangan khawatir, stock kami cukup banyak, tinggal hubungi saja kami jika Anda ingin melakukan pemesanan. Berapapun jumlahnya, kami akan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Saat yang tepat untuk panen Biji Mahoni - Stock Melimpah

Bulan Agustus sampai bulan September adalah saat yang tepat untuk melakukan panen biji Mahoni. Pohon adalah Mahonia dalah tanaman yang sudah lama terkenal dengan fungsinya sebagai peneduh jalan dan peneduh pekarangan-pekarangan rumah ini memang sering berguguran bijinya saat biji tersebut sudah tua. Bergugurnya biji-biji Mahoni pada bulan September ini menandakan bahwa tanaman Mahoni siap untuk dipanen. Biasanya Mahoni memang dipanen pada bulan Juli – September, pada bulan tersebut Mahoni yang dipanen akan  menghasilkan biji yang sudah tua, tuanya biji mahoni menandakan bahwa kualitas dari biji dan tingkat kematangan biji sangat baik, selain itu kadar air yang ada pada biji juga lebih sedikit dari pada kadar air yang terkandung dalam biji Mahoni yang masih muda. Sebenarnya pada bulan Juni, biji Mahoni sudah bisa mulai dipanen, namun untuk tingkat kematangan dan kualitas buah belum sepenuhnya bagus, karena biji Mahoni yang dihasilkan belum tua dengan kata lain biji yang dihasilkan masih muda dan biji sangat rentan terhadap jamur serta parasit-parasit lainnya jika belum kering benar atau kadar air yang terkandung masih banyak. Untuk itu waktu yang paling tepat dalam memanen biji Mahoni adalah pada bulan Juli – September. Ditempat kami sendiri sampai bulan ini, sudah beberapa kali panen biji Mahoni, untuk sekali panen pun tidak main-main jumlahnya sekitar  1-2 ton tiap satu kali panen. Tentu banyaknya jumlah panen yang kami hasilkan tidak terlepas dari kualitas bibit serta cara budidaya Mahoni yang baik dari pihak kami.

Pada gambar terlihat, dimana stock biji Mahoni siap kirim yang kami miliki masih melimpah. Stock tidak hanya ada pada gambar tersebut namun masih ada stock biji yang lainnya di gudang. Pada gambar terlihat dalam pengemasan biji Mahoni dan penyimpanan biji kami lakukan dengan hati-hati dan seteliti mungkin. Biji yang akan di simpan setelah dijemur dan disortir dimasukan kedalam karung putih berukuran 30 kg, selanjutnya karung dijahit rapat serapat mungkin tanpa ada celah udara yang masuk,  hal ini dimaksudkan agar biji tidak terkontaminasi dari udara atau parasit luar yang dapat merugikan. Selanjutnya dalam penyimpanan, karung berisi biji Mahoni tidak di letakkan langsung  pada lantai agar tidak lembab. Jika biji mahoni dalam keadaan lembab maka akan mudah terkena jamur. Antisipasi ini sangat penting kami lakukan guna meminimalisir hal-hal yang tidak kami inginkan.

Bagaimana, tertarik dengan biji Mahoni yang kami hasilkan dan miliki? Untuk info pemesanan Anda bisa menghubungi kontak kami atau bisa datang langsung ketempat kami.

Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi

0852-2848-4369
PIN BB: 2AD38AED
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:
Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Ketersediaan stock yang kami miliki sangat melimpah. Tentu bagi yang membeli biji atai bibit Mahoni dalam skala besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami.

Jual Biji dan Bibit Karet Murah, Ungulan dan Berkualitas


Di Indonesia tanaman karet banyak dibudidayakan khusunya oleh pelaku pengusaha swasta yang terjun di bidang industri Karet. Potensi karet di Indonesia sendiri terus berkembang dan meningkat seiring meningkatnya pertumbuhan industri seperti otomotif, kebutuhan rumah sakit, alat kesehatan dan keperluan rumah tangga dan sebagainya. Dapat diperkirakan pada masa yang akan datang kebutuhan karet akan terus meningkat. Dengan potensi yang demikian dapat dipastikan akan semakin bertambah pula pengusaha-pengusaha industri karet baru yang ingin terjun di bidang lateks, dan hal ini akan berimbangan juga dengan para pelaku budidaya tanaman karet yang mencari biji karet sebagai benih atau bibit Karet yang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas tentu dibutuhkan biji Karet yang berkualitas juga.

Biji Karet yang berkualitas memiliki ciri-ciri dan spesifikasi yang baik seperti:
- Biji berwarna abu-abu agak kecoklatan dan tampak mengkilap kulit bagian luar.
- Biji berisi artinya dibagian dalam biji tidak kopong, untuk membuktikan biji kopong atau tidaknya bisa dengan cara merendam biji Karet di dalam air, jika biji tenggelam itu menandakan kualitas biji bagus, dan sebaliknya jika biji terapung maka kualitas biji tersebut kurang baik.
- Ukuran rata-rata biji antara 2-3 cm.
- Biji kering dan tidak berjamur.

Tentunya tidak semua biji yang di hasilkan dari pohon indukan akan menghasilkan kualitas biji yang demikian. Untuk mendapatkan biji yang berkualitas perlu adanya penyortiran juga. Penyortiran dilakukan secara manual guna mendapatka biji yang bermutu. Kami CV.Mitra Bibit sebagai perusahaan penyedia biji dan bibit tanaman menyediakan biji Karet dengan kualitas yang sudah di jamin mutu dan keunggulannya. Biji yang kami miliki sudah lolos seleksi penyortiran dengan seleksi yang ketat, bukan tanpa maksud kami lakukan hal demikian. Ini semua kami lakukan guna memenuhi kebutuhan dalam meningkatkan hasil karet guna mewujudkan impian Indonesia sebagai penghasil karet terbaik untuk kebutuhan ekspor.

Tertarik dengan biji yang kami miliki? Untuk melakukan pemesanan, silakan menghubungi kontak kami yang sudah tersedia, atau bisa langsung datang ke alamat kami guna memastikan dan melihat biji dan bibit berkualitas yang kami miliki.

Potensi Budidaya Tanaman Nyamplung

Tahukah Anda tentang tanaman nyamplung? Dari namanya saja sudah unik, apalagi karakteristik dan manfaat budidaya tanaman Nyamplung pasti akan unik dan menarik juga jika tanaman ini di budidayakan. Tanaman nyamplung dapat tumbuh dengan baik di daerah pantai sampai dengan dataran tinggi (500 m dpl) dengan struktur tanah mengandung pasir (dengan kadar minimum s.d. maksimum) dan mengandung humus. Penyebaran tanaman nyamplung secara alami dibantu oleh aliran air dan kelelawar. Keunggulan dari budidaya tanaman Nyamplung ini adalah tanaman nyamplung dapat tumbuh dan tersebar merata secara alami di Indonesia, regenerasinya mudah dan dapat berbuah sepanjang tahun ini menunjukan bahwa daya survivalnya tinggi terhadap lingkungan, tanamannya relatif mudah dibudidayakan baik tanaman sejenis (monoculture) atau hutan campuran (mixed forest), tegaknya hutan nyamplung berfungsi sebagai pemecah angin (wind breaker) untuk tanaman pertanian dan konserfasi sempadan pantai, pohonnya dapat sebagai penahan angin dan abrasi laut, tidak berkompetisi dengan tanaman pangan, pemanfaatan biofuel nyamplung dapat menekan laju penebangan pohon hutan sebagai kayu bakar, produktifitas biji lebih tinggi dibandingkan jenis lain (Jarak pagar 5 Ton/Ha; sawit 6 Ton/Ha; nyamplung 20 Ton/Ha), hampir seluruh bagian tanaman nyamplung berdayaguna dan menghasilkan bermacam produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain keunggulan di atas ada juga beberapa manfaat yang dapat di peroleh jika membudidayakan tanaman Nyamplung yaitu kayunya termasuk kayu komersial, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan perahu, balok, tiang, papan lantai dan papan pada bangunan perumahan dan bahan konstruksi ringan.
Getahnya dapat disadap untuk mendapatkan minyak yang diindikasikan berkhasiat untuk menekan pertumbuhan virus HIV. Daunnya mengandung senyawa costatolide-a, saponin, dan acid-acid hydrocyanic yang berkhasiat sebagai obat oles untuk sakit encok. Bahan kosmetik untuk perawatan kulit, penyembuhan luka, seperti luka bakar dan luka potong .
Bijinya setelah diolah menjadi minyak bermanfaat untuk plitur, minyak rambut, minyak urut, berkhasiat juga untuk obat urus-urus dan rematik.
Bunganya dapat digunakan sebagai campuran untuk mengharumkan minyak rambut. Dengan berbagai potensi keunggulannya, Nyampung merupakan tanaman yang memberikan multifungsi dan manfaat kepada manusia diantaranya adalah sebagai tanaman rehabilitasi hutan dan lahan, dan alternatif biofuel, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Itu lah mengapa sebabnya jika Anda membudidayakan tanaman Nyamplung ini Anda akan memperoleh banyak keuntungan dan penghasilan yang menggiurkan mengingat banyak sekali manfaat yang dapat di peroleh dari budidaya Nyamplung ini. Tertarik untuk budidaya tanaman Nyamplung? Sedang mencari bibit Nyamplung yang berkualitas? Kami menyediakan bibit dan biji Nyamplung yang siap tanam dan dijamin bibit yang kami punya berkualitas unggul.


Kualitas Biji mahoni yang baik untuk Bahan dasar Obat Herbal


Anda tentu sudah tahu dan paham betul tentang khasiat biji Mahoni selama ini yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit yang ringan hingga penyakit yang berat sekalipun. Banyak orang percaya bahwa dengan mengkonsumsinya penyakit yang Anda derita akan sembuh bahkan akan hilang dari dalam tubuh Anda. Saat ini banyak pengusaha swasta dan pengusaha lainnya yang memanfaatkan dan mengolah biji Mahoni untuk dijadikan obat herbal. Mereka berlomba-lomba untuk  menghasilkan racikan atau ramuan yang berkhasiat. Dengan memilih biji yang berkualitas baik, tentunya akan menghasilkan ramuan yang lebih berkhasiat.
Kualitas biji mahoni yang baik dapat dilihat dari ukuran, warna, tingkat kekeringan biji, dan tingkat kematangan buah. Tidak hanya di Indonesia, kriteria yang demikian juga di pakai oleh negara China yang sudah lama sekali terkenal dengan obat herbalnya. Anda tentu sudah tahu akan khasiat Obat dari China, entah apapun jenis penyakit yang di derita, hampir semua tersedia ramuan obat herbal China. Tentu saja bahan obat herbal itu ada yang menggunakan biji Mahoni yang kaya akan manfaat untuk ramuan obat. Dari sisi inilah permintaan biji Mahoni paling banyak untuk dikirim ke negara China. Selain itu masih ada beberapa negara lain yang memiliki permintaan cukup banyak.

Berikut adalah kriteria biji Mahoni yang sering di pesan. Rata- rata untuk biji Mahoni yang bagus dan baik berukuran 3 – 5 cm, adapun pilihan ukuran biji yang biasa di pesan oleh konsumen sebagai berikut:
- Great A (Kriteria: Biji lebih tua, berwarna coklat tua, ukuran biji besar antara 3-5 cm).
- Great B (Kriteria: Biji lebih tua, berwarna coklat tua, ukuran biji besar antara 3-4 cm).
- Great C (Kriteria: Campuran, dengan ukuran biji antara 2-4 cm).

Ciri-ciri biji mahoni yang berkualitas antara lain: berukuran 3-5cm, warna biji Mahoni haruslah yang berwarna coklat tua, ini ditandai dengan mengkilatnya permukaan kulit ari dari biji Mahoni saat penjemuran berlangsung.

Ingat kualitas bahan dalam pembuatan obat akan menentukan seberapa ampuh dan berkualitasnya obat tersebut dalam pemakaiannya. Bagi Anda pelaku usaha pembuatan ramuan obat herbal atau pengusaha swasta lainnya yang membutuhkan biji Mahoni kualitas super dan unggul datang saja ke alamat kami, atau jika Anda ingin memesan biji Mahoni secara instan dan tidak ingin repot-repot untuk datang ke alamat kami, Anda bisa memesannya langsung via telepon. Kepercayaan pelanggan kami utamakan, untuk harga bisa nego. Tergantung besar kecilnya pemesanan, dan jumlah yang Anda minta. Tentunya pemesanan dalam skala besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami.

Bibit Mahoni Unggulan dan Berkualitas


Sudah tidak asing lagi tentunya ketika Anda mendengar nama tanaman yang satu ini, Mahoni. Tanaman yang menghasilkan buah dengan rasa pahit dan tidak enak ini sudah lama dikenal khasiatnya dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, selain itu tanaman ini juga terkenal dengan fungsinya sebagai peneduh, pelindung di pekarangan dan tepi jalan raya terutama bagi jalan raya yang memiliki polusi udara sangat tinggi. Terbukti tanaman Mahoni dapat menyerap polusi udara sekitar 47% - 69%, tentu hal ini menjadi berita yang sangat mengembirakan khususnya bagi pemerintah dan pengusaha swasta yang memiliki program terhadap lingkungan seperti reklamasi, reboisasi hutan, pengurangan polutan udara, dan masih banyak lagi. Hal ini juga menjadikan hal yang menggembirakan bagi kami karena dengan adanya program pemerintah dan pengusaha swasta yang demikian, dibutuhkan bibit tanaman khususnya tanaman Mahoni yang berkualitas, unggulan, tahan terhadap hama, dan tahan terhadap kondisi yang ekstrim guna mendapat hasil tanaman yang berkualitas juga.

Jangan khawatir untuk mendapatkan bibit yang demikian kualitasnya  kini mudah. CV.Mitra Bibit menyediakan bibit tanaman Mahoni dengan ciri-ciri dan kualitas yang telah disebutkan di atas. Kami menyediakan bibit mahoni siap tanam dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan dan standarisasi penanaman bibit yang Anda hendaki. Mulai dari bibit Mahoni ukuran 2 m – 3 m kami sediakan. Kami selalu usahakan untuk mensortir dan menseleksi bibit Mahoni secara ketat guna memenuhi kualitas pasar.

 
Sebagai pelaku pengusaha dalam meningkatkan hasil produktifitasnya tentu harus meningkatkan kualitas bahan yang di produksinya. Sama seperti bibit Mahoni, untuk mendapatkan kualitas tanaman dan kayunya yang baik dibutuhkan bibit yang unggulan dan tahan terhadap kondisi apapun. Jangan seperti pepatah yang mengatakan “ Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi”. Artinya : Pekerjaan yang dilakukan dengan tanggung-tanggung atau setengah-setenga tidak akan mencapai hasil yang baik. Sama seperti bibit, mengunakan dan menanam bibit Mahoni dengan kualitas yang setengah-setengah maka hasil tanamannya akan setengah-setengah juga, tidak akan mendapatkan hasil dan income yang penuh.

Jadi tunggu apa lagi? Butuh bibit tanaman Mahoni dengan kualitas unggul dan baik? Hubungi kontak kami, pemesanan dalam jumlah besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami. Pemesanan dalam partai besar/partai kecil kami layani semua. Melayani pembelian ke seluruh Indonesia.

Proses Pembentukan Gaharu Adalah Penentu Kesuksesan Anda Dalam Membudidayakannya

Di pasar internasional kayu gaharu adalah komoditi kayu termahal dan memiliki permintaan  tertinggi di dunia. Permintaan kayu Gaharu di negara - negara Eropa seperti Amerika, Cina dan Arab mendorong harga Kayu gaharu ini berada hingga dikisaran ratusan juta. Kayu Gaharu adalah kayu hasil mekanisme kimia dari tanaman pohon keras Aquillaria sp. terhadap masuknya suatu mikroba kedalam batang. Berkat mikroba yang juga kerap disebut kapang Gaharu, bagian batang yang terinfeksi kemudian akan menghitam sebagai reaksi antibody pohon dengan mengeluarkan zat kimia resin yang harum dan kehitaman. Cairan resin yang mengeluarkan aroma harum dan kehitaman inilah yang kemudian dikenal dengan kayu gaharu. Jadi artinya bahwa kayu gaharu yang selama ini harganya mahal tidak begitu saja terbentuk setelah di tanam. Sehingga perlu adanya perlakuan khusus dan buatan untuk membentuk kayu gaharu. Gaharu sendiri dihasilkan dari tanaman, sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas, maupun secara sengaja dengan pengeboran dan penggergajian. Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau patogen. Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan beraroma harum, serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah meluasnya luka ke jaringan lain. Namun, apabila mikroba yang menginfeksi tanaman dapat mengalahkan sistem pertahanan tanaman maka Gaharu tidak terbentuk dan bagian tanaman yang luka dapat membusuk. Pembentukan Gaharu ini biasanya dilakukan dengan mengebor batang tanaman penghasil gaharu dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya atau cara ini biasa disebut dengan proses inokulasi. Jika Anda belum mengetahui cara menginokulasi Gaharu berikut akan saya jelaskan apa saja yang perlu dilakukan untuk membentuk gaharu :
Bahan dan alat yang dibutuhkan :

Bor kayu dengan ukuran minimal 10 mm, sesuai dengan diameter batang semakin besar diameternya maka ukuran bor semakin besar, ukuran bor yang biasa digunakan berukuran 13 mm.
Genset kapasitas 450 watt atau 900 watt dan alat bor listrik.
Spidol permanent sebagai penanda titik bor.
Alat ukur meteran untuk mengukur keliling batang dan jarak titik bor satu dengan lainnya.
Pinset dan suntikan sesuai ukuran bor.
Alkohol 70 % untuk sterilkan alat dan lubang hasil bor kayu.
Masker, gunting serta kapas.
Lilin lunak, plester atau lakban, untuk menutup lubang bor.
Sarung tangan karet dan Inokulan Gaharu.
Proses pengerjaannya dengan mengikuti prosedur dibawah ini:
Ukur titik pengeboran awal 1 meter dari permukaan tanah. Beri tanda dengan spidol. Kemudian buat lagi titik pengeboran diatasnya dengan mengeser kearah horizontal sejauh 15 cm dan vertical 15 cm. dengan cara yang sama buatlah titik berikutnya hingga setelah dihubungkan membentuk garis spiral.
Ukur lingkaran batang untuk mendapatkan diameter batang. Misalkan lingkaran batang 60 cm, hitung diameternya dengan rumus : Keliling Lingkaran = diameter x 3,14. contoh 60 cm = diameter x 3,14 berarti diameter batang = 60 cm : 3,14 = 19,11 cm.
Buat lubang sedalam 1/3 diameter batang pada titik pengeboran yang sudah ditanda dengan spidol. Contoh : Kedalaman lubang bor = diameter batang x 1/3 = 19,11 x 1/3 = 6,4 cm.
Bersihkan lubang bor dengan kapas yang sudah dibilas dengan alcohol.
Masukkan inokulan dengan pinset kedalam suntikan yang ujungnya sudah dipotong, kemudian masukkan inokulan kedalam lubang sampai penuh.
Tutup lubang yang telah terisi penuh inokulan dengan lilin agar tak ada kontaminan dari mikroba yang lain. Untuk mencegah air merembes permukaan lilin ditutup kembali dengan plester atau lakban.
Cek keberhasilan penyuntikan setelah 3 bulan, caranya buka plester dan lilin kemudian kupas sedikit kulit batang, jika batang tampak berwarna coklat kehitam hitaman berarti penyuntikan berhasil. Tutup kembali lubang dengan lilin dan plester.
7 (tujuh) bulan setelah penyuntikan ambil sample dengan mengebor lubang baru 5 cm diatas lubang sebelumnya, jika serbuk hasil bor sudah hitam atau wangi atau sesuai dengan ciri-ciri yang diinginkan maka pohon sudah dapat dipanen jika belum sesuai tutup kembali lubang dengan lilin. Tanda hasil mulai maksimal jika daun gaharu sudah mengering 50 % hal ini biasanya terjadi pada 1,5 tahun sampai 2 tahun setelah penyuntikan tergantung dari besarnya diameter batang, semakin besar diameter batang maka proses mengeringnya daun semakin lama.
Produksi gubal gaharu akan terbentuk setelah perlakuan berjalan 3 bulan. Hal ini dimulai dengan berubahnya warna kayu sekitar penyuntikan menjadi cokelat dan bertekstur keras kemudian kulit batang menjadi lunak, berbau wangi, tajuk tanaman menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan pada batang dan cabang tanaman.  Pemanenan dapat dilakukan mulai dari 1 tahun setelah penginokulasian dengan cara menebang pohon.
Adapun untuk mendapatkan tanaman yang tahan terhadap hama agar proses pertumbuhan dan pembentukan Gaharu nantinya dapat berjalan secara optimal, perlu adanya bibit yang mempunyai kualitas baik agar menghasilkan tanaman yang bermutu nantinya. Untuk itu kami CV.Mitra Bibit telah menyediakan bibit-bibit tanaman gaharu yang siap tanam dan pastinya dengan kualitas baik, tahan terhadap serangan hama.


Nama Yang Beragam, Namun Khasiatnya Sama


Siapa yang tidak kenal Mahoni, pohon yang memiliki buah dengan rasa yang  pahit ini memang terkenal memiliki banyak khasiat. Mulai dari menyembuhkan penyakit Rematik, malaria, demam, masuk angin hingga mengurangi kolestrol yang berlebih pada tubuh. Sudah banyak di negara-negara tetangga yang memanfaatkan buah  dari Mahoni ini, tidak hanya di Indonesia ternyata di negara seperti China yang memang sudah terkenal sebagai penghasil obat herbal terbaik juga memanfaatkan si buah pahit ini. Nama dari Mahoni sendiri di setiap daerah maupun negara memiliki nama yang beragam seperti Mahoni, Mahagony, Sky Fruit (Tunjuk Langit) di sebut demikian karena buahnya yang berbuah mengarah ke langit.  Jadi jangan heran jika ada yang menyebutkan nama lain dari si Mahoni ini karena meski nama panggilannya berbeda namun khasiatnya tetap sama. Di daerah kami si buah pahit ini disebut Mahoni, untuk bulan-bulan sekarang Mahoni sedang  musim panen, dimana untuk setiap harinya kami mampu menghasilkan atau memanen buah sebanyak 1-3 ton perharinya, untuk memamen biji Mahoni ini sendiri tidak sembarang asal panen, ada kriteria tertentu yang kami berikan untuk memanen buah Mahoni ini. Buah haruslah yang sudah benar-benar tua, dengan warna kulit atau cangkang buah berwarna coklat tua, dan saat pemetika batang bagian pangkal sudah agak mengering atau mudah di petik. Kriteria ini kami pertahankan demi terjaminnya mutu dan kualitas buah atau biji Mahoni, tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen dalam menentukan kualitas yang sesuai dengan standar biji.

Tertarik dengan buah dan biji Mahoni yang kami miliki, Anda bisa memesannya langsung  pada kami dengan menghubungi kontak yang sudah tersedia dalam web, atau bisa datang langsung ke tempat kami. Disini masih banyak tersedia biji Mahoni yang siap konsumsi dan siap kirim. Jangan dilihat dari bagaimana rasa si pahit ini, tapi lihat juga bagaimana si pahit ini memiliki khasiat biji yang luar biasa dalam menyembuhkan penyakit.

Pengemasan Mahoni Kualitas Unggul Untuk Ekspor

Seiring bertambahnya permintaan pengiriman biji Mahoni ke daerah tujuan, kami selalu menomor satukan kualitas pengemasan dan mutu biji. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak kecewa setelah mendapatkan biji yang dipesan. Sebelum pengemasan biji kami sortir terlebih dahulu untuk mendapatkan biji dengan kualitas baik dan bermutu. Penyortiran kami lakukan secara manual, tujuannya agar biji-biji yang berkualitas dengan biji yang tidak berkualitas dapat tersortir dan terpisah dengan baik. Setelah penyortiran selesai biji kami kemas secara terpisah. Kemasan kami bedakan menjadi dua. Untuk biji yang sudah di kupas dari kulit arinya dan siap pakai kami kemas dalam plastik bening ukuran 2 kg, kemas dengan rapat dan minim udara agar biji kupasan ini tidak terkontaminasi oleh udara luar sehingga tidak menimbulkan jamur ataupun sebagainya yang dapat mengakibatkan kualitas biji Mahoni yang buruk. Kemudian tujuan penggunaan dari plastik bening ini untuk mempermudah konsumen maupun pembeli dalam melihat dan memastikan biji yang dipesannya benar-benar baik kualitasnya.


Untuk biji Mahoni yang belum di kupas atau masih terbungkus dengan kulit arinya kami kemas dalam karung bening ukuran 1 kg, kemasan kami tutup rapat dan minim udara, dengan tujuan yang sama yaitu meminimalkan terkontaminasinya biji terhadap parasit luar seperti jamur dan sebagainya. Untuk meminimalkan hal-hal yang tidak di inginkan biji yang sudah di kemas dalam bentuk karung, kemudian dimasukan ke dalam kardus tebal yang sebelumnya di lapisi dengan plastik bening terlebih dahulu, setiap kardus di isi sebanyak 17 karung atau 17  kg biji mahoni, tutup rapat kardus lalu untuk luar kardus dilapisi lagi dengan karung yang kemudian di jahit dengan rapat. Pengemasan secara berlapis-lapis dan tertutup rapat ini dilakukan agar biji Mahoni dapat tetap terjaga kualitasnya dan terjaga mutunya selama dalam perjalanan sampai tujuan, karena kualitas dan mutu merupakan prioritas utama kami dalam menjual biji mahoni.

Kualitas biji yang tersedia kami jamin kualitas unggul dan super, karena stok yang kami sediakan adalah biji mahoni yang sering kami expor ke negara lain. Pesanan sering dating dari Negara Malaysia, China, Korea,dan Negara-negara lainnya. Jadi, tak perlu lagi meragukan kualitas biji mahoni baik yang sudah dalam bentuk kupasan ataupun belum di kupas.

Anda sedang membutuhkan komoditi ini? Silakan langsung hubungi kami, pemesanan dalam partai besar maupun dalam partai kecil akan kami layani. Stock kami masih banyak, meskipun bukan musimnya akan kami usahakan untuk memenuhi kebutuhan pasar.



Penanaman Jabon Merah Untuk Menjaga Keseimbangan Alam Di Kota Sidoarjo

Penanaman jabon merah di kota Sidoarjo, Jawa Timur memang diperlukan untuk mengisi kekosongan lahan pertanian. Selain itu, juga diperlukan adanya keseimbangan alam, terutama di pusat kota sidoarjo. Terdapat hutan kota yang cukup luas namun tidak terawat, sehingga lebih baik dijadikan area pembudidayaan tanaman jabon merah.

Bibit tanaman jabon merah yang dikelola dengan sangat baik untuk menghasilkan pohon yang pertumbuhannya cepat serta berkualitas, cenderung menyerap karbon dioksida. Karbon dioksida diyakini sebagai penyebab utama gas rumah kaca, tetapi meskipun begitu tetap diperlukan untuk keseimbangan kehidupan. Semakin banyaknya tanaman jabon merah yang dikelola dengan baik akan sangat membantu menyerap sejumlah besar CO2 yang semakin banyak akhir akhir ini sehingga keseimbangan alam bisa diperbaiki lagi. Penanaman jabon merah  merupakan salah satu solusi untuk membantu proses yang dijalankan hutan selama ini. Sehingga tidak ada salahnya untuk melakukan penanaman tanaman jabon merah di hutan kota Sidoarjo.

Budidaya pohon jabon merah samama akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar.  harga kayu jabon merah per kubik untuk bulan agustus tahun 2011 adalah Rp.1.200.000 per kubik. Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan minimal sebesar 15% per tahun, seiring dengan tingkat kebutuhan/permintaan kayu jabon merah samama yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu  semakin lama semakin terbatas. Jadi untuk masa panen 8 tahun ke depan diperkirakan harga kayu jabon merah akan mengalami kenaikan sekitar 120% dari harga sekarang atau menjadi sekitar Rp. 2.640.000  per m3.

CV. Mitra Bibit menjual berbagai macam tanaman kayu. Misal: Karet, Jabon, Jati, Albasia/Sengon, Gaharu, Cendana, Cemara, Mahoni, dll.  Sehingga berbagai variatif bibit tanaman kayu telah tersedia, termasuk bibit tanaman jabon merah. Sehingga bukan hal yang tidak mungkin untuk mempermudah realisasi untuk  melakukan penanaman di hutan kota Sidoarjo dengan lansung menjalin kerja sama kedua pihak melalui web blog milik Mitra Bibit.

Tanaman Karet Berguna Juga Bagi Lingkungan

Tanaman karet memang bukan tanaman asli dari Indonesia, namun tanaman ini telah menempati areal seluas lebih dari 3 juta hektar dan 85 persen dari seluruh hutan yang ada di Indonesia. Tanaman karet merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh hingga 30 tahun, dengan tinggi bisa mencapai hingga 15 – 20 m. Lateks merupakan bahan utama yang dihasilkan dari pohon karet ini. Selain hasilnya lateks yang dapat di olah menjadi berbagai macam komoditi, kini di balik tanamannya yang dapat menjulang tinggi, tanaman ini memiliki kegunaan lain. Kegunaan tersebut adalah tanamannnya yang dapat berguna bagi lingkungan karena dapat digunakan untuk reboisasidan rehabilitasi lahan yang kurang subur. Di Indonesia sendiri, jumlah lahan yang kritis sudah mencapai jutaan hektar. Lahan kritis tersebut hanya menjadi areal yang di tumbuhi oleh alang-alang. Padahal jika lahan tersebut dibiarkan secara terus menerus ditumbuhi oleh alang-alang, akan mudah terkena erosi. Untuk itu perlu adanya tanaman yang tidak terlalu membutuhkan tingkat kesuburan yang tinggi sekaligus tanaman yang mampu mencegah erosi. Di sinilah peranan tanaman karet jika dibudidayakan secara masal dan terstruktur. Tanaman karet adalah salah satu tanaman yang mampu berperan dalam reboisasi dan rehabilitasi lahan. Karena sifatnya yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang tidak terlalu memerlukan tanah dengan tingkat kesuburan yang tinggi. Pengkajian tanaman karet sebagai tanaman yang dapat berfungsi untuk merehabilitasi lahan sudah dilakukan sejak tahun 1989. Tanaman karet di ketahui juga memberikan beberapa keuntungan khususnya dalam lingkungan seperti menciptakan lingkungan yang lebih sehat karena karet dapat berfungsi sebagai sumber oksigen, pengatur tata air tanah, mencegah erosi dan membentuk humus. Itu lah betapa pentingnya jika kita mau membudidayakan tanaman karet ini, lagi pula selain kita mendapatkan hasil perkebunannya, kita juga akan mendapatkan lingkungan yang sehat dan segar. Tentun ini yang Anda inginkan bukan? Mengingat pada akhir-akhir ini udara dan lingkungan di sekitar kita mulai banyak yang tercemar seperti tercemar dengan asap knalpot kendaraan. Ayo kita galakkan untuk menanam tanaman karet untuk mendapatkan lingkungan yang sehat agar dapat dinikmati anak cucu kita juga nantinya. Anda ingin pesan bibit karet dengan kualitas unggul? CV. Mitra Bibit solusinya, bibit-bibit yang kami hasilkan terpercaya terbaik kualitasnya ini terbukti dengan makin banyaknya pesanan bibit –bibit tanaman yang masuk dan kami kelola selama ini.

Hama Dan Penyakit Pada Tumbuhan Kayu Jati

Bukan hanya tanaman buah ataupun tanaman rempah-rempahan seperti tanaman alpukan, tanaman lada, tanaman cengkeh, tanaman jeruk dan masih banyak tanaman lainnya yang dapat terserang oleh hama dan penyakit, tetapi tanaman kayu juga bisa terserang oleh hama dan penyakit. Seperti tanaman kayu jati misalnya tanaman yang kini banyak di cari kayunya untuk di jadikan sebagai bahan bangunan ini juga bisa terserang hama dan penyakit. Jika hama serta penyakit ini secara terus menerus menyersng tanaman jati Anda, bukan tidak mungkin jika nantinya hasil produksi kayu Jati Anda akan menurun. Untuk itu perlu adanya upaya pencegahan serta pengendalian agar hasil produksi kayu Jati Anda dapat secara terus menerus maksimal.
Hama ulat jati
Ciri : menyerang pada awal musim penghujan, yaitu sekitar bulan Nopember – Januari dengaan gejala daun-daun yang terserang berlubang karena dimakan ulat. Pengendalian : bila jumlah ulat tersebut yang menyerang tidak banyak cukup diambil dan dimatikan. Bila tingkat serangan sudah tinggi, maka perlu dilakukan pengendalian dengan cara penyemprotan menggunakan insektisida.
Hama uret
Ciri : merupakan larva kumbang, biasanya menyerang pada bulan Februari – April dengan memakan akar tanaman terutama yang masih muda, sehingga tanaman tiba-tiba layu, berhenti tumbuh dan kemudian mati. Jika media dibongkar, akar tanaman terputus/rusak dan dapat dijumpai hama uret. Kerusakan dan kerugian paling besar akibat serangan hama uret terutama terjadi pada tanaman umur 1-2 bulan di lapangan, tanaman menjadi mati. Pengendalian : dengan menambahkan insektisida granuler di lubang tanam pada saat penanaman atau pada waktu pencampuran media di persemaian, khususnya pada lokasi-lokasi endemik/rawan hama uret.
Hama Tungau Merah
Ciri : menyerang pada bulan Juni – Agustus dengan gejala daun berwarna kuning pucat, pertumbuhan bibit terhambat. Hal ini terjadi diakibatkan oleh cairan dari tanaman terutama pada daun yang dihisap oleh tungau. Bila diamati secara teliti, di bawah permukaan daun ada tungau berwarna merah cukup banyak (ukuran ± 0,5 mm) dan terdapat benang-benang halus seperti sarang laba-laba. Pengendalian : dapat dilakukan dengan menggunakan akarisida.
Hama kutu putih/kutu lilin
Ciri : bisa menyerang setiap saat pada bagian pucuk (jaringan meristematis). Pucuk daun yang terserang menjadi keriting sehingga tumbuh abnormal dan terdapat kutu berwarna putih berukuran kecil. Pengendalian : dengan memisahkan bibit yang sakit dengan yang sehat karena bisa menular. Bila batang sudah mengkayu, batang dapat dipotong 0,5 – 1 cm di atas permukaan media; pucuk yang sakit dibuang/dimusnahkan. Jika serangan sudah parah dan dalam skala yang luas maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan akarisida.
Hama lalat putih
Ciri : hama ini mencucuk dan mengisap cairan tanaman sehingga tanaman menjadi layu, kerdil bahkan mati. Selain itu dapat menularkan virus dari tanaman sakit ke tanaman sehat. Pengendalian : dapat dilakukan secara pertama, biologis menggunakan musuh alami berupa predator dan parasitoid. Kedua,  melakukan wiwilan daun dan penjarangan bibit dalam bedengan. Ketiga,  penyemprotan larutan campuran insektisida-deterjen sedini mungkin ketika mulai terlihat di persemaian, terutama diarahkan ke permukaan daun bagian bawah, karena serangga ini mengisap cairan dan tinggal pada bagian tersebut. Keempat, secara mekanis menggunakan alat penjebak lalat putih (colour trapping) dan terakhir, dengan pemupukan NPK cair, untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan bibit di persemaian.
Penyakit layu–busuk
Ciri : sering terjadi pada kondisi lingkungan yang lembab, seperti pada musim hujan. Penyakit ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu 1) serangan penyakit yang dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembab dengan gejala banyaknya bibit yang membusuk. Penanganan : secara mekanis dapat dilakukan dengan penjarangan bibit, wiwil daun dan pembukaan naungan untuk mengurangi kelembaban. 2) serangan penyakit yang dipicu oleh hujan malam hari/dini hari pada awal musim hujan dengan gejala berupa daun layu seperti terkena air panas. Penyakit ini umumnya muncul pada saat pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan, saat hujan pertama turun yang terjadi pada malam hari atau dini hari pada awal musim hujan. Seranga penyakit terutama pada bibit yang masih muda dapat menyebar dengan cepat.
Hama rayap
Ciri : biasanya menyerang tanaman jati muda pada musim hujan yang tidak teratur atau puncak musim kemarau. Pengendalian : dengan mencegah kontak rayap dengan batang/perakaran tanaman, atau dapat juga  dilakukan dengan mengoleskan kapur serangga di pangkal batang, menaburkan abu kayu di pangkal batang pada waktu penanaman, pemberian insektisida granuler (G) pada lubang tanam ketika penanaman khususnya pada lokasi yang endemik/rawan rayap, mengurangi kerusakan mekanis pada perakaran dalam sistem tumpang sari dan menghilangkan sarang-sarangnya.
Hama penggerek batang/oleng-oleng
Ciri : bentuk larva yang hidup dalam kulit pohon, menggerek kulit batang sampai kambium dan memakan jaringan kayu muda, membuat liang gerek yang panjang, terutama bila pohon jati kurang subur dan menyebabkan terbentuknya kallus (gembol). Fase larva ini biasanya berlangsung antara April – September. Pengendalian : dengan insektisida fumigan sehingga dapat mengenai sasaran dengan cepat. Pemilihan jenis tanaman tumpang sari yang pendek, di daerah endemik perlu dilakukan agar ruang tumbuh di bawah tajuk tidak terlalu lembab. Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan penggunaan perangkap lampu (light trap) pada malam hari.
Hama penggerek pucuk
Ciri : biasanya menyerang tanaman jati muda. Ulat ini berwarna kemerahan dengan kepala berwarna hitam; dibelakang kepala terdapat cincin kuning keemasan. Gejala awal biasanya pada bagian pucuk apikal tiba-tiba menjadi layu dan mengering sepanjang 30-50 cm, yang disebabkan karena adanya lubang gerekan kecil (± 2mm) di bawah bagian yang layu/kering. Pada bagian ujung batang utama yang mati akan keluar tunas-tunas air/cabang-cabang baru. Pengendalian : dapat dilakukan injeksi insektisida sistemik ke batang dan mengurangi/menghilangkan tunas-tunas air yang muncul agar pucuk yang stagnasi dapat aktif tumbuh lagi. Bila tidak segera dihilangkan maka tunas air yang muncul akan menggantikan fungsi batang utama, sehingga batang di bagian atas membengkok.
Hama Kutu Putih
Ciri : menyerang dengan menghisap cairan tanaman terutama pada musim kemarau. Seluruh tubuhnya dilindungi oleh lilin/tawas dan dikelilingi dengan karangan benang-benang tawas berwarna putih; pada bagian belakang didapati benang-benang tawas yang lebih panjang. Hama ini sering menyebabkan daun keriting, pucuk apikal tumbuh tidak normal (bengkok dan jarak antar ruas daun pendek). Hama ini biasanya akan menghilang pada musim hujan namun kerusakan yang terjadi dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Hama kutu ini bersimbiosis dengan semut gramang dan semut hitam yang sering memindahkan kutu dari satu tanaman ke tanaman lain. Pengendalian : dengan penyemprotan insektisida nabati dan pemotongan bagian-bagian yang cacat dan hendaknya dilakukan pada awal musim penghujan.
Hama kupu putih
Ciri : umumnya menyerang tanaman jati muda. Dari kenampakannya, hama kupu putih yang menyerang jati ini sangat mirip dengan spesies flatid putih. Jenis serangga flatid jarang dilaporkan menyebabkan kerusakan ekonomis pada tanaman budidaya. Namun demikian, apabila populasinya tinggi dalam skala luas pada musim kemarau yang panjang akan memperbesar tekanan terhadap tanaman muda sehingga meningkatkan resiko mati pucuk. Pengendalian : dengan aplikasi insektisida sistemik melalui batang (bor/bacok oles) dan penyemprotan bagian bawah daun, ranting dan batang dengan insektisida racun lambung.
Hama kumbang bubuk basah atau kumbang ambrosia
Ciri : menyerang pada batang jati di daerah-daerah dengan kelembaban tinggi. Di daerah yang curah hujannya lebih dari 2000 mm per tahun, serangan hama ini dapat ditemukan sepanjang tahun. Gejala yang nampak berupa kulit batang berwarna coklat kehitaman akibat adanya lendir yang bercampur kotoran X. destruens. Serangan hama ini tidak mematikan pohon atau mengganggu pertumbuhan tetapi akibat saluran-saluran kecil melingkar pada batang akan menurunkan kualitas kayu. Pengendalian : dapat dilakukan dengan tidak menanam jati di daerah yang curah hujannya lebih dari 2000 mm per tahun. Menebang pohon-pohon yang diserang pada waktu penjarangan. Mengurangi kelembaban mikro tegakan, misalnya dengan mengurangi tumbuhan bawah dan melakukan penjarangan dengan baik.
Penyakit layu bakteri
Ciri : menyerang bibit maupun tanaman muda di lapangan (umur 1-5 tahun) yang dapat menyebabkan kematian. Gejalanya daun (layu, menggulung, mengering dan rontok), batang (layu dan mengering) serta bagian akar rusak. Pada kambium atau permukaan luar kayu gubal nampak garis-garis hitam membujur sepanjang batang. Pengendalian : dapat dilakukan secara biologis, kimiawi dan cara silvikultur. Cara biologi dan kimiawi baik untuk mengatasi serangan di persemaian, sedangkan untuk serangan pada tanaman di lapangan, maka cara silvikultur lebih efektif dan aman. Cara biologi dilakukan dengan menggunakan bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens dan cara kimiawi menggunakan bakterisida, yang disemprotkan ke seluruh permukaan tanaman dan sekitar perakaran. Cara silvikultur dilakukan dengan memperbaiki drainase lahan dan pengaturan jenis tumpang sari pada tanaman pokok jati.
Hama Inger-Inger
Ciri : merupakan suatu golongan rayap tingkat rendah. Gejala kerusakan berupa pembengkakan pada batang, umumnya pada ketinggian antara 5-10 m, dengan jumlah pembengkakan dalam satu batang terdapat 1-6 lokasi dan menurunkan kualitas kayu. Waktu mulai hama menyerang sampai terlihat gejala memerlukan waktu 3-4 tahun, bahkan sampai 7 tahun. Serangan hama inger-inger umumnya pada lokasi tegakan yang memiliki kelembaban iklim mikro tinggi, seperti akibat tegakan yang terlalu rapat. Pengendalian : dengan penjarangan yang sebaiknya dilakukan sebelum hujan pertama atau kira-kira bulan oktober guna mencegah penyebaran sulung (kelompok hama inger-inger yang mengadakan perkawinan). Secara biologi hama ini mempunyai musuh alami seperti burung pelatuk, kelelawar, tokek, lipan, kepik buas, cicak, dan katak pohon. Karena itu keberadaan predator-predator tersebut harus dijaga di hutan jati.
Semoga informasi tentang macam hama dan penyakit tanaman kayu Jati di atas dapat bermanfaat.