Cari
Bibit Tanaman
Biji Tanaman
Kontak Kami
HP/WA:
Email: Pengelola@MitraBibit.com
Alamat:
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng
Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.
Budidaya Tanaman
- Budidaya Buah Alpukat
- Budidaya Buah Durian
- Budidaya Buah Jambu Biji
- Budidaya Buah Jeruk
- Budidaya Buah Kelengkeng
- Budidaya Buah Mangga
- Budidaya Buah Pisang
- Budidaya Buah Rambutan
- Budidaya Buah Sawo
- Budidaya Buah Sirsak
- Budidaya Buah Sukun
- Budidaya Jeruk dekopon
- Budidaya Lada Perdu
- Budidaya Tanaman Akasia
- Budidaya Tanaman Albasia
- Budidaya Tanaman Angsana
- Budidaya Tanaman Cendana
- Budidaya Tanaman Cengkeh
- Budidaya Tanaman Damar
- Budidaya Tanaman Gaharu
- Budidaya Tanaman Gmelina
- Budidaya Tanaman Jabon
- Budidaya Tanaman Jati
- Budidaya Tanaman Kakao / Coklat
- Budidaya Tanaman Kaliandra
- Budidaya Tanaman Karet
- Budidaya Tanaman Kayu Manis
- Budidaya Tanaman Kopi
- Budidaya Tanaman Lada
- Budidaya Tanaman Mahoni
- Budidaya Tanaman Mindi
- Budidaya Tanaman Pala
- Budidaya Tanaman Palem
- Budidaya jambu air
- Budidaya klengkeng
- budidaya buah kelapa
- budidaya jambu bol jamaika
- budidaya jeruk. bibit jeruk bersertifikat
- budidaya tanaman sengon
- budidaya tanaman sonokeling
Sahabat Mitra Bibit
Showing posts with label Tips dan Artikel. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Artikel. Show all posts
Labels:
Budidaya Buah Jeruk,
Tips dan Artikel
DETAIL
| Penyemaian batang bawah jeruk di polybag |
Penyemaian Seedling Jeruk di polybag
Penyemaian seedling jeruk bisa dilakukan di bedengan dan di polybag, kedua tehnik penyemaian jeruk tersebut memiliki kelebihanya masing masing. Pertama untuk penyemaian di bedengan, penyemaian dengan cara ini akan lebih menhemat biaya operasional dan bahan yang di gunakan selama penyemain, selain itu frekuensi penyiraman akan lebih jarang.| Sedling Jeruk umur 25 hari |
| Penyemaian batang bawah jeruk di bedengan |
Jual seedling Jeruk | jual batang bawah jeruk | jual biji jeruk JC | jual biji jeruk RL | harga seedling Jeruk | Harga biji jeruk | perbedaan jeruk jc dan rl | keunggulan seedling JC | keunggulan seedling RL | perbedaan jc dan rl | budidaya jeruk | cara menyemai biji jeruk | cara mengkecambahkan jeruk | cara memilih batang bawah jeruk | batang bawah jeruk siap okulasi | jual seedling jeruk siap okulasi | cara transplanting jeruk | penjual biji jeruk di purworejo | penjual biji jeruk di kalimantan | jual biji jeruk di papua | penjual biji jeruk di sulawesi | jual biji jeruk di banyuwangi | jual seedling jeruk di sumatra
Labels:
Budidaya Tanaman Lada,
Tips dan Artikel
DETAIL
BUDIDAYA LADA
Lada dikenal sebagai tanaman rempah-rempah yang dapat menghangatkan tubuh. Selain itu, tanaman lada dapat digunakan sebagai bumbu masak. Tanaman lada memiliki batang yang berbeda dengan tanaman perkebunan lainya. Tanaman lada berkembang dengan cara merambat dan dapat pula dengan pengembangan cabang buah yang di sebut lada perdu

A. Mengenal Tanaman Lada
• Lada Rambat adalah Tanaman lada berkembang dengan cara merambat pada tiang Rambatan
• Lada Perdu adalah hasil pengembangan dari cabang buah lada rambat, Lada Perdu dapat tumbuh tanpa tiang panjat.
1. Asal-usul tanaman lada
Tanaman lada dikenal masyarakat Indonesia sudah sejak lama. Hal ini mempengaruhi perbedaan penyebutan Nama Biji lada di berbagai daerah . Nama biji lada untuk setiap daerah berbeda-beda, seperti lada (Aceh, Batak, Lampung, Baru, dan Nias), Ngguru (Flores), merica dan pedes (Sunda, Jawa),malita lo dawa (Gorontalo), mboko saah (Ende), saga (Bima), raro (Mentawai).
2. Klasifikasi dan pengenalan botani
Tanaman lada tergolong famili Pipiraceae. Adapun klasifikasi tanaman lada secara lengkap adalah sebagai berikut
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper nigrum
Bagian-bagian tanaman lada terdiri dari akar, batang pokok serta cabang, daun, bunga, dan buah. Sistem perakaran tanaman lada adalah akar tunggang. Namun, akar tunggang jarang ditemukan pada tanaman lada karena perbanyakannya dilakukan melalui setek. Oleh karena itu, yang ada hanya akar lateral. Akar lada akan terbentuk pada buku-buku di ruas batang pokok dan cabang. Berdasarkan fungsinya, akar lada dibagi menjadi dua, yaitu akar tumbuh dari buku di dalam tanah dan akar yang tumbuh dari buku di atas tanah. Akar yang tumbuh dari buku di bawah permukaan tanah akan membentuk akar lateral dan berfungsi untuk menyerap zat makanan. Akar yang tumbuh dari buku di atas permukaan tanah berfungsi sebagai pelekat pada tiang panjat.
Tanaman lada mempunyai satu batang pokok dengan dua macam cabang, yaitu cabang orthotropis (vertical) dan plagiotropis (horizontal).
Cabang-cabang orthotropis tumbuh membentuk kerangka dasar pohon lada, mengayu dan beruas dengan panjang rata-rata 5-12 cm. cabang plagiotropis dengan akar pelekat terbentuk dari buku antarruas yang pertumbuhannya agak membengkak. Dari buku tersebut, tumbuh sehelai daun dan kuntum yang selanjutnya tumbuh menjadi cabang. Berbeda dengan orthotropis, cabang plagiotropis dapat berbunga dan berbuah. Buku-buku cabang plagiotropis lateral tidak berakar sehingga perbanyakannya menggunakan cabang orthotropis untuk lada panjang dan menggunakan cabang buah untuk lada perdu.
Daun lada berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing, tunggal serta bertangkai daun 2-5cm, dan membentuk aluran di bagian atasnya. Daun berwarna hijau tua. Bagian atas daun mengilap, sedangkan bagian bawah berwarna pucat dengan titik kelenjar.
Bunga tanaman lada berbentuk malai dan agak menggelantung. Panjangnya 5-25cm, tidak bercabang, berporos tunggal, dan terdapat sekitar 150 bunga kecil. Tumbuhnya berhadapan dengan cabang atau ranting plagiotropis. Bunga tanaman lada ada yang berumah satu (monoecious) dan berumah dua (dioecious). Bunga lada tumbuh dalam ketiak, kelopak berdaging, tidak bermahkota, berbenang sari sebanyak 2-4 helai, berukuran panjang 1 mm, dan terletak di kira serta kanan bakal 2-4 helai, berukuran panjang 1 mm, dan terletak di kiri serta kanan bakal buah. Bakal buah berbentuk bulat, bersel tunggal, dan bertelur tunggal. Kepala putik mampu menerima tepung sari selama 10 hari pada masa reseptif mulai tampak. Bunga mulai membuka dari malai bagian bawah hingga bagian atas. Pembukaan bunga akan selesai setelah 7-8 hari.
Buah lada tidak bertangkai, berbiji tunggal, berbentuk bulat, dan berdaging. Diameter buah sekitar 4-6mm. Kulit buah lada berwarna hijau saat masih muda dan berwarna merah saat telah masak. Panjang malai buah dapat mencapai panjang 15cm dan minimal 5cm.
Biji lada berdiameter rtaa-rata 3-4mm. embrionya sangat kecil. Biji lada ditutupi selapis daging buah yang berlendir. Daging buah memiliki rasa manis. Benih lada tidak umum untuk dijadikan bahan tanam karena membutuhkan waktu lama untuk dapat berbuah, rata-rata setelah tujuha tahun ditanam baru berbuah. Oleh karena itu, perbanyakan umumnya dengan setek.
3. Varietas unggul
Agar diperoleh produktivitas yang tinggi, perlu disesuaikan antara varietas yang akan ditanam dengan kondisi lingkungan tempat tumbuh tanaman. Berikut ini disajikan beberapa keunggulan varietas tanaman lada yang sering dibudidayakan.
4. Penyebaran
Daerah penghasil lada, yaitu Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
5. Manfaat
Lada hitam dimanfaatkan untuk minyak wangi (parfum). Minyak lada ini mempunyai aroma yang sedap dan khas yang sangat disukai oleh sebagian orang. Selain itu, lada dapat digunakan sebagai bumbu dan minyak asiri.
B. Syarat Tumbuh
Curah hujan yang dikehendaki tanaman lada antara 2.000-3.000 mm/tahun atau rata-rata 2.300 mm/tahun. Suhu yang sesuai untuk tanaman lada sekitar 20-340C. kisaran suhu terbaik antara 21-270C pada pagi hari, 26-320C pada siang hari, dan 24-300 C pada sore hari. Kelembapan udara juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman lada. Kelembapan yang sesuai untuk pertumbuhannya, yaitu 50-100%.
Tanaman lada umumnya dapat tumbuh baik pada jenis tanah podsolik, andosol, latosol, dan granosol dengan tingkat kesuburan dan drainase yang baik. Selain sifat dan jenis tanah, pertumbuhan dan produktivitas tanaman lada juga dipengaruhi oleh kedalaman air tanah. Kedalaman air tanah yang ideal tidak dapat ditentukan dengan mudah. Namun, air tanah yang mempunyai kedalaman hanya sekitar 0.5 M di bawah permukaan tanah tidak dapat ditolerir oleh tanaman lada. Agar ketinggian air dapat diperdalam, sebaiknya tanaman lada ditanam di bedengan dengan ketinggian minimal 15 cm dan disekeliling kebun dibulatkan selokan sedalam 50cm.
Lada dikenal sebagai tanaman rempah-rempah yang dapat menghangatkan tubuh. Selain itu, tanaman lada dapat digunakan sebagai bumbu masak. Tanaman lada memiliki batang yang berbeda dengan tanaman perkebunan lainya. Tanaman lada berkembang dengan cara merambat dan dapat pula dengan pengembangan cabang buah yang di sebut lada perdu

A. Mengenal Tanaman Lada
• Lada Rambat adalah Tanaman lada berkembang dengan cara merambat pada tiang Rambatan
• Lada Perdu adalah hasil pengembangan dari cabang buah lada rambat, Lada Perdu dapat tumbuh tanpa tiang panjat.
1. Asal-usul tanaman lada
Tanaman lada dikenal masyarakat Indonesia sudah sejak lama. Hal ini mempengaruhi perbedaan penyebutan Nama Biji lada di berbagai daerah . Nama biji lada untuk setiap daerah berbeda-beda, seperti lada (Aceh, Batak, Lampung, Baru, dan Nias), Ngguru (Flores), merica dan pedes (Sunda, Jawa),malita lo dawa (Gorontalo), mboko saah (Ende), saga (Bima), raro (Mentawai).
2. Klasifikasi dan pengenalan botani
Tanaman lada tergolong famili Pipiraceae. Adapun klasifikasi tanaman lada secara lengkap adalah sebagai berikut
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper nigrum
Bagian-bagian tanaman lada terdiri dari akar, batang pokok serta cabang, daun, bunga, dan buah. Sistem perakaran tanaman lada adalah akar tunggang. Namun, akar tunggang jarang ditemukan pada tanaman lada karena perbanyakannya dilakukan melalui setek. Oleh karena itu, yang ada hanya akar lateral. Akar lada akan terbentuk pada buku-buku di ruas batang pokok dan cabang. Berdasarkan fungsinya, akar lada dibagi menjadi dua, yaitu akar tumbuh dari buku di dalam tanah dan akar yang tumbuh dari buku di atas tanah. Akar yang tumbuh dari buku di bawah permukaan tanah akan membentuk akar lateral dan berfungsi untuk menyerap zat makanan. Akar yang tumbuh dari buku di atas permukaan tanah berfungsi sebagai pelekat pada tiang panjat.
Tanaman lada mempunyai satu batang pokok dengan dua macam cabang, yaitu cabang orthotropis (vertical) dan plagiotropis (horizontal).
Cabang-cabang orthotropis tumbuh membentuk kerangka dasar pohon lada, mengayu dan beruas dengan panjang rata-rata 5-12 cm. cabang plagiotropis dengan akar pelekat terbentuk dari buku antarruas yang pertumbuhannya agak membengkak. Dari buku tersebut, tumbuh sehelai daun dan kuntum yang selanjutnya tumbuh menjadi cabang. Berbeda dengan orthotropis, cabang plagiotropis dapat berbunga dan berbuah. Buku-buku cabang plagiotropis lateral tidak berakar sehingga perbanyakannya menggunakan cabang orthotropis untuk lada panjang dan menggunakan cabang buah untuk lada perdu.
Daun lada berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing, tunggal serta bertangkai daun 2-5cm, dan membentuk aluran di bagian atasnya. Daun berwarna hijau tua. Bagian atas daun mengilap, sedangkan bagian bawah berwarna pucat dengan titik kelenjar.
Bunga tanaman lada berbentuk malai dan agak menggelantung. Panjangnya 5-25cm, tidak bercabang, berporos tunggal, dan terdapat sekitar 150 bunga kecil. Tumbuhnya berhadapan dengan cabang atau ranting plagiotropis. Bunga tanaman lada ada yang berumah satu (monoecious) dan berumah dua (dioecious). Bunga lada tumbuh dalam ketiak, kelopak berdaging, tidak bermahkota, berbenang sari sebanyak 2-4 helai, berukuran panjang 1 mm, dan terletak di kira serta kanan bakal 2-4 helai, berukuran panjang 1 mm, dan terletak di kiri serta kanan bakal buah. Bakal buah berbentuk bulat, bersel tunggal, dan bertelur tunggal. Kepala putik mampu menerima tepung sari selama 10 hari pada masa reseptif mulai tampak. Bunga mulai membuka dari malai bagian bawah hingga bagian atas. Pembukaan bunga akan selesai setelah 7-8 hari.
Buah lada tidak bertangkai, berbiji tunggal, berbentuk bulat, dan berdaging. Diameter buah sekitar 4-6mm. Kulit buah lada berwarna hijau saat masih muda dan berwarna merah saat telah masak. Panjang malai buah dapat mencapai panjang 15cm dan minimal 5cm.
Biji lada berdiameter rtaa-rata 3-4mm. embrionya sangat kecil. Biji lada ditutupi selapis daging buah yang berlendir. Daging buah memiliki rasa manis. Benih lada tidak umum untuk dijadikan bahan tanam karena membutuhkan waktu lama untuk dapat berbuah, rata-rata setelah tujuha tahun ditanam baru berbuah. Oleh karena itu, perbanyakan umumnya dengan setek.
3. Varietas unggul
Agar diperoleh produktivitas yang tinggi, perlu disesuaikan antara varietas yang akan ditanam dengan kondisi lingkungan tempat tumbuh tanaman. Berikut ini disajikan beberapa keunggulan varietas tanaman lada yang sering dibudidayakan.
4. Penyebaran
Daerah penghasil lada, yaitu Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
5. Manfaat
Lada hitam dimanfaatkan untuk minyak wangi (parfum). Minyak lada ini mempunyai aroma yang sedap dan khas yang sangat disukai oleh sebagian orang. Selain itu, lada dapat digunakan sebagai bumbu dan minyak asiri.
B. Syarat Tumbuh
Curah hujan yang dikehendaki tanaman lada antara 2.000-3.000 mm/tahun atau rata-rata 2.300 mm/tahun. Suhu yang sesuai untuk tanaman lada sekitar 20-340C. kisaran suhu terbaik antara 21-270C pada pagi hari, 26-320C pada siang hari, dan 24-300 C pada sore hari. Kelembapan udara juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman lada. Kelembapan yang sesuai untuk pertumbuhannya, yaitu 50-100%.
Tanaman lada umumnya dapat tumbuh baik pada jenis tanah podsolik, andosol, latosol, dan granosol dengan tingkat kesuburan dan drainase yang baik. Selain sifat dan jenis tanah, pertumbuhan dan produktivitas tanaman lada juga dipengaruhi oleh kedalaman air tanah. Kedalaman air tanah yang ideal tidak dapat ditentukan dengan mudah. Namun, air tanah yang mempunyai kedalaman hanya sekitar 0.5 M di bawah permukaan tanah tidak dapat ditolerir oleh tanaman lada. Agar ketinggian air dapat diperdalam, sebaiknya tanaman lada ditanam di bedengan dengan ketinggian minimal 15 cm dan disekeliling kebun dibulatkan selokan sedalam 50cm.
jual bibit lada perdu | keunggulan lada perdu | harga bibit lada perdu | penangkar bibit lada perdu | jual bibit lada unggul | lada paling cepat berbuah | lada perdu adalah | jual bibit lada hitam | jual bibit lada putih | penangkar bibit lada | cara budidaya bibit lada | jual bibit lada sulur | jual bibit lada panjat | jual bibit lada rambat | bibit lada perdu berkualitas | pupuk untuk lada | hama penyakit lada | daya tahan tanaman lada | daya tahan lada perdu | obat jamur untuk lada
Jambu Air
1. Asal-usul tanaman
Diduga jambu air berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kini, jambu air telah menyebar ke seluruh dunia. Nama jambu air disesuaikan dengan sifatnya yang mengandung banyak air. Saat kita kehausan, bisa diredakan dengan memakan jambu air.2. Varietas unggul
Jambu air mempunyai puluhan varietas lokal, diantaranya jambu air biasa, jambu klampok atau camplong putih (Madura), camplong merah, jambu mawar, dan jambu kancing (buahnya berukuran kecil).jambu air yang saat ini di unggulkan diantaranya :
Jambu Citra
Jambu air Jenis ini telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan Semua jambu mempunyai nama ilmiah Syzygium atau Eugenia. Kerabat dekat jambu air ialah gowok atau kupak (Eugenia polycephala, Miq) yang baik untuk batang bawah pada sambungan (okulasi) dengan jambu air. Semua jenis jambu pada umumnya berbiji, kecuali klampok putih (Eugenia densiflora, Lamk) yang tidak berbiji (Seedless).
Jambu Madu Deli
Jambu madu deli adalah salah satu tanaman asli daerah Medan. Jambu madu deli memiliki ukuran relatif besar juka dibanding jambu jenis lain, yaitu bisa mencapai sekepalan tangan orang dewasa. Rasanya juga manis, tidak ada biji, dengan tekstur daging lebih padat.
Perawatan pohon jambu madu deli lebih rumit. tanaman jambu madu deli sebaiknya disiram rutin agar tanahnya basah, diberi pupuk secara rutin, selain itu harus rajin membuang setiap bunga yang muncul di sela pucuk daun agar buah jambu madu deli yang dihasilkan bisa tumbuh besar.
Ketika buah jambu deli madu muncul berukuran jempol orang dewasa, sebaiknya dibungkus plastik sehingga terhindar dari lalat buah dan ulat daun. Tanaman Jambu yang dirawat baik tidak akan tumbuh tinggi,dan lebih cenderung merindang .
Setiap pohonjambu madu deli , bisa berbuah 7-10 kg sekali panen dalam tempo yaitu sekitar tiga bulan.
3. Syarat Tumbuh
Tanaman Jambu air dapat tumbuh di semua jenis tanah pada ketinggian dataran rendah sampai 1.000 m dpl dengan pH 5-6,5. Tanaman jambu lebih baik tumbuh di daerah yang beriklim basah dengan curah hujan 1.000-3.000 mm/tahun. Di daerah yang beriklim kering, tanaman akan tumbuh merana dan berbuah sedikit. Tanaman akan lebih baik tumbuh di lahan yang terbuka, tidak tahan terhadap kekeringan dan naungan berat. Pada umumnya tanaman jambu berbunga setahun dua kali, yaitu bulan Juni-Juli dan Agustus-September. Dua bulan setelah antesis (bunga mekar), buah sudah dapat dipanen. Pada musim hujan tanaman berbuah lebat, tetapi rasa buah kurang manis akibat banyak air.4. Perbanyakan tanaman
Jambu air diperbanyak dengan biji, cangkok, dan okulasi. Namun, sebaiknya menggunakan bibit hasil pengembangan okulasi dengan menggunakan batang bawah jambu mawar atau gowok yang tumbuhnya kekar. Tanaman jambu juga sangat mudah sekali dicangkok, dalam waktu 1,5-2 bulan cangkokan sudah mulai berakar dan dapat ditanam. Jambu unggul biasanya diperbanyak dengan okulasi.5. Budidaya tanaman
Lahan dibersihkan dari gulma terutama alang-alang yang akarnya menjadi pesaing berat. Dibuat lubang tanam ukuran 50cm x 50cm x 50cm. Jarak antara lubang 4-5 m. Setiap lubang diberi pupuk kandang atau kompos yang sudah di fermentasi atau sudah matang sebanyak 10-20Kg, campur dengan tanah dan beri sedikit Sp-36 dan Furaden. Tanaman ditanam tegak di atas lubang tanam yang telah disiapkan. Siram dengan air secukupnya.Pemupukan dengan menggunakan Pupuk buatan berupa NPK diberikan setelah berumur 3-5 bulan setelah tanam. Pupuk buatan NPK (15-15-15) diberikan sekitar 50-300 g/pohon di sekeliling tanaman. Pemupukan selanjutnya diulang setiap empat bulan sampai tanaman mulai berbuah. Pohon Jambu biasanya mulai berbunga pada umur 1-2 tahun setelah tanam. Setelah berbuah, tanaman sebaiknya diberi NPK setelah Panen menjelang berbunga pertama.Pengaturan air juga sangat penting, usahakan air tidak tergenang , sehingga terhindar dari jamur. Selain itu, apabila ada benalu seperti benikan (dolaran)yang menempel pada kulit pohon jambu harus segera dibersihkan, kemudian yang muncul pada ujung cabang dan lainnya, serta membuang tunas liar (tunas air). Tunas air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Benikan tumbuhnya cepat sekali sehingga seluruh tanaman jambu penuh dengan parasit liar ini.
6. Hama dan penyakit
Hama yang sering dijumpai para petani tanaman jambu air adalah lalat penggerek buah. Hama lalat buah ini bertelur pada bunga dan buah yang baru muncul (pentil). Saat telur menetas, larva segera masuk kedalam pentil jambu dan membesar dalam buah sambil memakan bagian dalam buah. Buah menjadi busuk di bagian dalamnya, tetapi jika dilihat dari luar tampak sehat mulus. Jika buah dibelah, bagian dalamnya penuh belatung (ulat), akhirnya buah jambu tersebut tidak enak dimakan. Pemberantasan lalat buah harus dilakukan sejak bunga mekar. Tanaman disemprot dengan insektisida sistematik seperti Bayrusil 0.2% atau Decis 0.2%. Penyemprotan dihentikan satu bulan sebelum dipanen buahnya.
Labels:
Tips dan Artikel
DETAIL
Jenis-Jenis pisang komersial
Pisang Komersil dimaksud adalah jenis-jenis pisang yang memiliki permintaan yang tinggi di pasar. Pisang-pisang komersial tersebut memiliki rasa yang diminati konsumen. Berikut beberapa Jenis Pisang komersial ini berdasarkan sifat buah dan Kegunaanya.1. Kelompok pisang raja
Pisang raja memiliki beragam Jenis yang tumbuh diberbagai wilayah di Indonesia dan menjadikan pisang unggulan. Pisang raja yang sangat terkenal adalah pisang raja bulu, yang dapat menjadi buah meja dan olahan. Jenis pisang raja bulu sangat cocok untuk membuat bolen pisang atau ledre. Pisang raja bulu memiliki diskripsi sebagai berikut:a. Umur tanam sampai panen : 10-12 bulan
b. Umur berbunga sampai panen : 2,5-3 bulan
c. Bobot tandan : 10-12 kg
d. Jumlah sisir per tandan : 5-8 sisir
e. jumlah rata-rata buah per sisir : 13-15 buah
f. Panjang buah : 13-17 cm
g. Diameter buah : sekitar 4,50cm
h. Bobot per buah : 170-180 gram
i. bentuk buah : silindris melengkung
j. Warna daging buah : kuning kemerahan
Jenis pisang raja di Indonesia sangat beraneka ragam, di antaranya adalah pisang raja sere (Purworejo), pisang raja lawe (Banjarnegara), pisang raja uli (Malang), pisang raja jambe (Malang), pisang raja dongkel (Bantul), pisang raja nangka (Yogyakarta), pisang raja tawi (temanggung), pisang raja wiingi(Purworjo), pisang raja gintung (Temanggung), pisang raja goreng (Temanggung), pisang raja seribu (Surakarta), pisang raja susu (Gunung Kidul), pisang raja entong (Purworjo), pisang raja pulut (yogyakarta), pisang raja sabrang (Kulo Progo), pisang raja slamet (Sleman), pisang raja molo (Malang), pisang raja polo (Purworjo), dan lain-lain
Tanaman Pisang Raja sebagian besar berasal dari Jawa Tengah, yogjakarta, dan Jawa Timur, tetapi saat ini sudah tersebar diseluruh Indonesia seperti pisang raja bulu merah yang memiliki nilai jual yang baik karena memiliki daging buah berwarna kuning oranye kemerah-merahan
2. Kelompok pisang ambon
Pisang ambon dapat dibedakan dalam dua jenis. pertama, pisang ambon lumut. Cirinya adalah ketika mateng kulitnya berwarna hijau atau hijau kekuningan. Daging buahnya berwarna putih kemerahan,Meniliki rasa manis dan aroma cukup kuat. Satu tandan pisang ambon hijau bisa mencapai 7-12 sisir, setiap sisir rata-rata mempunyai 17 buah. Panjang pisang ambon lumut sekitar 20 cm dengan diameter sekitar 4 cm. Kulit buahnya tipis. Pisang ini termasuk jenis pisang yang cepat berbuah karena umur setahun sudah mampu menghasilkan buah. Pisang ambon lumut cocok sebagai buah meja yang bisa langsung dimakan,selain itu dapat diolah menjadi pisang sale, sari buah, pure, dan selai.Kedua, pisang ambon kuning, jenis pisang ambon ini ketika mateng berwarna kuning keputihan dan daging buah berwarna putih kekuningan. Rasanya manis memiliki aroma harum yang kuat. Pisang ini biasa digunakan sebagai makanan tambahan untuk bayi. Setiap tandan bisa diperoleh 8-14 sisir dengan jumlah buah per sisir sekitar 18 buah. Panjang buahnya sekitar 20 cm dengan diameter rata-rata 3-4 cm Bentuk buah melengkung. Pisang ambon putih, juga dapat diolah menjadi selai, sari buah, dan sale pisang.
Beberapa kultiver pisang ambon antara lain, pisang ambon lumut (Temanggung), pisang ambon warangan (Kulon progo pisang ambon putih (Gunung kidul),), pisang ambon emprit (Purworjo), pisang ambon kecil (Malang),.
3. Kelompok pisang mas
Pisang mas memiliki ciri yang berbeda dengan pisang lainya, buahnya kecil dengan panjang sekitar 10 cm. bentuk buah silinder, ujung buahnya runcing , dan kulitn berwarna kuning keemasan. Panjang tandan buah sekitar 40 cm, jumlah sisir per tandan 5-7 sisir. Jenis pisang ini berbunga sekitar umur 12 bulan dan masak 3,5 bulan dari keluar bunga. Pisang yang termasuk dalam kelompok pisang mas adalah pisang lampung, pisang susu, pisang muli, pisang mas bunga, pisang seribu, pisang mas bali, pisang mas kirang dan lain-lain.Jenis tanaman pisang mas yang terkenal adalah pisang mas kirana, Budidaya pisang Mas Kirana banyak ditemukan di wilayah Lumajang, Jawa Timur. Pisang ini memiliki keunggulan karena ukuran buahnya sedang, sangat sesuai untuk dikonsumsi setelah makan. Pisang ini menjadi pilihan para pengelola catering dan lestoran. Warna buahnya menarik, rasanya manis dan segar dengan tekstur yang renyah. Karakter buah pisang mas kirana adalah sebagai berikut.
a. Produksi (kg/tandan) : 11-13 kg
b. Jumlah sisir per tandan : 15-23 sisir
c. Jumlah buah per sisir : 22-25 buah
d. Bentuk buah : silindri- kurus
e. Warna daging buah mentah : putih kekuningan
f. Warna daging matang : kuning
g. Matang optimal : 4 hari setelah petik tua
h. Ketahanan simpan : 3-6 hari setelah matang
i. Kulit buah : tipis
j. Rasa buah setelah matang : manis
k. Aroma : harum lembut
4. Kelompok pisang kapok
Pisang kapok sangat cocok sebagai pisang olahan. Pisang kapok yang terkenal ada 2 jenis, kapok kuning dan kapok putih. Keduanya memiliki perbedaan pada warna daging buah. Pisang kapok kuning lebih disukai konsumen. Kulit buahnya tebal, daging buahnya berwarna kuning bila mateng. berikut diskripsi tentang pisang Kepok.a. Panjang tandan buah : 30-60 cm
b. Jumlah sisir per tandan :5-9 sisir
c. Jumlah rata-rata buah per sisir : 10-20 buah
d. Berat tiap tandan : 14-22 kg
e. Umur Tanaman sampai panen : 14 Bulan
f. Bentuk buah : segitiga dan segiempat
g. Daging buah : berwarna putih kekuningan-kuningan
Kelompok pisang kapok mempunyai banyak kultivar, antara lain pisang kapok ungu (Bantul), kapok lumut (bantul), kapok grandel (Gunung Kidul), dan lain-lain. ada bebarapa pisang kepok yang tidak memiliki jantung antaralain pisang kapok unti sayang ( Sulawesi Selatan) dan pisang kapok tanjung. Setelah pembentukan buah selesai, jantung ini mengering dan tidak tersisa sehingga tidak ada jantung pisang yang biasa kita lihat pisang-pisang yang lain. Sebab itu, pisang tersebut disebut pisang tanpa jantung. Pisang kapok Tanjung dirilis pada tahun 2007 oleh Kementrian Pertanian. Nama tanjung merupakan singkatan dari tanpa jantung. Karena tanpa jantung, dalam pembudidayakannya tidak lagi menbutuhkan pekerjaan memotong jantung pisang sehingga mencegah penularan penyakit layu bakteri secara alami.
Pisang kapok sebelumnya memiliki jumlah sisir per tandan hingga 17 sisir, jumlah buah persisir antara 13-18 buah,. Cita rasa daging buah pisang ini manis dan merupakan pisang olahan. Daya pisang Kepok sekitar 10 hari di dalam ruangan
5. Pisang cavendish
Pisang cavendish sering disebut pisang ambon putih. Pisang ini memang bisa dimasukkan kedalam kelompok pisang ambon. Tetapi karena nilai komersialnya, pisang ini di dibicarakan sendiri. Pisang ini sangat populer di dunia sebagai pisang meja.Tanaman pisang cavendish memiliki batang yang tingginya 2,5-3 meter seperti pisang ambon. Panjang tandan 0,6-1 meter dengan berat 15-30 kg, tiap tandan terdiri dari 8-13 sisir, dan tiap sisir terdapat 12-22 buah. Daging buahnya berwarna putih kekuningan, rasanya manis agak asem, dan lunak. Kulit buahnya berwarna hijau kekuningan sampai kuning halus. Umur panen 3-3,5 bulan sejak keluar jantung. Pisang cavendish bisa tumbuh didataran rendah hingga ketinggian 1.500m dpl. Pisang ini mulai berbuah pada umur 9 bulan setelah tanam sehingga dapat dipanen pada umur 12 bulan setelah tanam
Pisang cavendish dikomsumsi oleh 80% komsumen pisang diluar negeri. Pisang ini merupakan salah satu jenis pisang yang di budidayakan secara komersial di Indonesia. Di lampung, terdapat perkebunan pisang cevendish. Pisang ini berasal dari Brasil dan masuk kedalam Indonesia pada tahun 1990an.
6. Kelompok pisang tanduk
Pisang tanduk merupakan pisang olahan. Pisang ini berasal dari Sukabumi , Jawa Barat. Pisang tanduk berukuran besar panjang dan melengkung seprti tanduk. Jumlah sisir pisang tunduk cenderung sedikit bila dibanding jenis pisang lainnya. Diskripsi pisang tanduk sebagai berikut.a. Tinggi pohon : 3 meter
b. Lingkar batang : 63-69 cm
c. Panjang tandan buah : 50-60 cm
d. Jumlah sisir per tandan :1-5 sisir
e. Rata-rata jumlah buah per sisir : 10 buah
f. Rata-rata berat buah : 300 gram
g. Kulit buah : kuning kemerahan berbintik cokelat
h. Warna daging buah : merah kekuningan
i. Rasa daging buah : manis sedikit asem
j. Aroma : kuat
Pisang yang termasuk pisang tanduk adalah pisang byar, pisang agung , pisang galek, pisang karangyunan, pisang kapas, pisang candi, dan pisang nangka. Pisang nangka dan pisang agung adalah yang lebih terkenal.
7. Kelompok pisang uli
Pisang uli adalah salah jenis pisang raja yang berasal dari Bogor. Dalam kelompok pisang uli,dikenal beberapa kultivar seperti pisang jari buaya, pisang janten, piaang lidi,, dan pisang ampyang. Pisang uli mempunyai bentuk pisang bulat panjang dengan ujung meruncing. Kulit buahnya tipis berwarna kuning kemerah-merahan dengan ujung hijau. Daging buahnya berwarna kuning kemerahan, rasanya manis, beraroma harum. Panjang tandan sekitar 1,5 M, merunduk, dan berbulu halus. jumlah sisir per tanda 4-8 sisir. buahnya dapat diolah menjadi tepung, keripik, puree, atau cuka8. Pisang barangan
Pisang barangan berasal dari medan dan sangat populer sebagai pisang meja. Ada dua jenis pisang barangan, yaitu pisang barangan merah dan pisang barangan kuning. Pisang barangan merah diunggulkan sebagai buah meja karena sangat manis, beraroma harum dan tidak berbiji. disebut barangan merah karena buahnya berwarna kuning kemerahan. Sementara barangan kuning, kulitnya agak tebal, berwarna kuning cerah dengan sedikit bintik cokelat. daging buahnya putih kekuningan dengan rasa agak manis dan sedikit asem. pisang barangan mempunyai berat per tandan sekitar 15 kg, setiap tandan memiliki 8-12 sisir, dan setiap sisir menpunyai 12-20 buah.
bibit pisang cavendish | bibit pisang ambon | buah pisang ambon |bibit pisang raja | bibit pisang kepok | manfaat buah pisang | khasiat buah pisang | bibit pisang kulturjaringan | harga buah pisang | kandungan buah pisang | olahan pisang | bibit ambon | bibit cavendish | jual pisang cavendish | suplyer pisang | pengepul pisang | bibit raja bulu | anakan pisang | pengembangan cavendish | pisang tanduk | masa panen pisang | penghasil pisang | penyakit pisang | cara mengobati pisang sakit | obat virus pisang | budidaya pisang | perawatan pisang | pupuk pisang | pemeliharaan tanaman | ambon wulan | ambon putih | raja bulu | pisang unggul | keunggulan pisang ambon | keunggulan pisang raja | keunggulan pisang cavendish | pisang mas kirana | pasar pisang | pemetikan buah pisang | pemasaran buah pisang | pembungkus pisang | olahan pisang | kulit pisang | bonggol pisang |budidaya pisang | jual bibit pisang cavendish | jual pisang ambon
Labels:
Tips dan Artikel
DETAIL
Labels:
Tips dan Artikel
DETAIL
We love quality seed, itulah semboyan pada program pelatihan Revitalisasi Perbenihan Jeruk yang di selenggarakan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Malang oleh Direktorat Perbenihan Hortikultura yang diikuti Penangkar dan penyuluh dari seluruh indonesia.
Dalam Sambutanya Ibu Sri Wijayanti Yusuf M.Agr.Sc, Direktur Perbenihan Hortikultura menyampaikan bahwa "Jeruk adalah Tanaman Yang Menjanjikan" jeruk memiliki Nilai ekonomis sangat tinggi. Indonesia Timur memiliki lahan luas yang masih steril dan bebas CPVD, ini merupakan aset indonesia yang belum tergarap. Perlindungan terhadap daerah yang masih bebas CPVD sangatlah penting dilakukan, diantaranya dengan Pemilihan bibit jeruk yang berkualitas"BIBIT JERUK BEBAS PENYAKIT" dan berlabel.
Bibit Jeruk berlabel atau bersertifikat memiliki keunggulan diantaranya sebagai berikut- Kebenaran Varietas , karena mata tempel diambil dari BPMT yang jelas Varietasnya
- Kesehatan Benih, BPMT fungsinya untuk melindungi benih pokok dari Vektor penular penyakit, sehingga entris yang diambil dari BPMT menghasilkan benihn yang sehat dan bebas penyakit
- Keunggulan Kualitas, bibit jeruk bersertifikat dikerjakan menurut SOP dari Direktorat Perbenihan Hortikultura yang disusun oleh konvensi para ahli dan peneliti di bidang perjerukan yang mengedepankan mutu dan memperhatikan budidaya jeruk yang berkelanjutan.
Pada saat ini target yang akan dicapai melalui penerapan SOP Perbenihan Jeruk adalah Sebagai berikut:
- Penggunaan Batang bawah jeruk dari varietas yang telah dilepas /didaftar oleh menteri pertanian atau di determinasi oleh instansi pengawas dan sertifikasi benih
- Penggunaan Varietas batang atas jeruk yang telah dilepas oleh menteri pertanian dan berasal dari Blok Penggandaan Mata Tempel(BPMT)
- Tinggi penempelan yaitu 20 -25 cm dari leher akar
- Benih siap salur memiliki tinggi 30 cm dari titik okulasi atau 50 cm dari leher akar dan telah berumur minimal 5 bulan dari okulasi
- Benih yang disalurkan harus sudah terpasang label
Setelah semua teori disampaikan, hari berikutnya kami diajak berkunjung ke Balitjestro, disana kami dijelaskan tentang OPT ( jenis jenis hamadan penyakit tanaman jeruk) dan cara pengendalianya. setelah praktek lapang ini kunjungan kami dilanjutkan ke kebun jeruk Keprok batu 55 di kec. Dau,Malang. disitu dijelaskan tatacara budidaya jeruk yang berkelanjutan, jeruk keprok batu 55 yang kami kunjungi sudah berumur lebih dari 10 tahun tetapi produktifitasnya masih sangat tinggi.
AcaraPraktek lapang diakhiri di KP Punten yang merupakan induk bengembangan Benih jeruk Balitjestro. di Kp Punten kami di jelaskan dan di ajari praktek produksi Benihjeruk bebas penyakit yang sesuai SOP dari Direktorat Perbenihan Hortikultura.
Labels:
Tips dan Artikel
DETAIL
Subscribe to:
Posts (Atom)
Serba-Serbi
- Budidaya Tanaman
- Informasi
- Kiriman Pembaca
- Pemesanan dan Pengiriman
- Tips dan Artikel











