Cari

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 5E7B82B4
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Showing posts with label Budidaya Tanaman Pala. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Tanaman Pala. Show all posts

Bibit Pala Unggul


Bibit Pala siap tanam

Ketersediaan Bibit Pala

Bibit Pala berbagai ukuran telah siap, dari mulai kecambah pala, Bibit Pala 50 cm, bibit pala 1 Meter, semua telah kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan bibit pala pada musim tanam tahun ini. Bibit pala yang kami produksi adalah bibit pala bulat atau yang sering di sebut Pala Banda, pala jenis ini memiliki aroma yang kuat serta kandungan astirinya yang tinggi. Pala bulat halus adalah pala yang paling di sukai petani, selain karena laris di pasaran, harganyapun lebih tinggi jika dibandingkan dengan pala lonjong dan bulat kasar.
Bibit Pala 1 Meter
Stok bibit Pala
Bibit Pala 40 cm

Bibit pala unggul | bibit pala banda | harga bibit pala | bibit pala bersertifikat | bibit pala bulat | pala maluku | jual bibit pala di bogor | jual bibit pala 2 meter | bibit pala berlabel | jual bibit pala di bengkulu | jual bibit pala di sulawesi | jual bibit pala di kalimantan | jual bibit pala di makasar | jenis jenis pala | jual bibit pala di jawa timur | jual bibit pala di bali | pala bulat di bali | harga kecambah pala | jual kecambah pala | harga anakan pala | macam macam pala | jenis pala paling unggul | pala ternate | jual bibit pala di makasar | jual bibit pala di sulawesi | kenggulan pala  banda | manfaat pala | harga buah pala | jual bibit buah pala | pala bibit | pala jual | biji pala | pala kering | kegunaan pala | stok bibit pala | produsen bibit pala | penangkar pala | cara budidaya pala | tehnik budidaya pala | cara menanam pala | jual pala kering |



Buah Pala Yang Berkualitas Ditentukan Oleh Pemilihan Biji Yang Selektif

Pala merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilai jualnya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting di Indonesia. Kita biasa menggunakan bijinya sebagai bumbu masakan. Masakan daging maupun masakan bersantan akan terasa lebih harum dan lezat jika dilengkapi dengan biji pala. Buahnya memiliki aroma yang harum dengan rasa agak asam dan biasanya bisa dibuat manisan serta sirup minuman.selain itu juga berdasarkan penelitian ternyata kini buah pala bermanaat untuk kesehatan terutama untuk menyembuhkan penyakit seperti sulit tidur( insomania), batuk berlendir, membantu pencernaan, menghilangkan kejang otot dan masih banyak lainnya. Namun untuk mendapatkan buah pala yang berkualitas sendiri harus dibutuhkan bibit tanaman yang berkualitas dan bagus juga. Pembibitan pala biasanya melalui biji, untuk itu di perlukan pemilihan biji pala yang berkualitas unggul agar menghasilkan tanaman serta buah yang berkualitas juga. Berikut akan di jelaskan bagaimana cara pemilihan biji pala yang berkualitas :
Pemilihan biji
Perbanyakan dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji. Dalam hal ini biji yang digunakan dapat berasal dari biji sapuan yaitu biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya. Kemudian biji terpilih yaitu biji yang berasal dari pohon induk yang telah diketahi secara jelas. Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih, yaitu:
Biji legitiem, yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui)
Biji illegitiem, yaitu biji yang berasal dari tumpang sari yang tidak diketahui, tetapi asal putiknya jelas diketahui.
Biji Propellegitiem, yaitu biji yang berasal dari hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih.
Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar telah masak. Buah pala yang bijinya akan digunakan sebagai benih harus berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat seperti pohonnya sudah dewasa dan tumbuh sehat, mampu berproduksi tinggi dan kwalitasnya baik. Setelah biji-biji sudah di pastikan berasal dari pohon induk terpilih kemudian di seleksi juga kualitas dan kondisi biji yaitu pilih biji-biji yang ukurannya besar dengan bobot minimum 50 gram/biji, pilih biji yang bentuknya agak bulat dan simetris, kulit biji berwarna coklat kehitam-hitaman dan mengkilat, kondisi biji tidak terserang oleh hama dan penyakit. Buah pala yang dipetik dari pohon dan akan dijadikan benih harus segera diambil bijinya, paling lambat dalam waktu 24 jam biji-biji tersebut harus sudah disemaikan. Hal ini disebabkan oleh sifat biji pala yang daya berkecambahnya dapat cepat menurun. Setelah biji-biji pala yang akan di gunakan sebagai benih telah terseleksi barulah siapkan penyemaian kemudian barulah tanam benih pala pada lahan yang sudah disediakan.
Dengan pemilihan biji yang berkualitas yang telah terseleksi, dapat dipastikan buah yang dihasilkan nantinya akan menghasilka buah yang bermutu dan bernilai jual tinggi. Itu lah beberapa informasi untuk  pemilihan biji pala yang berkualitas, jika cara di atas di rasa bagi Anda sulit dan merepotkan kami sudah menyediakan biji untuk pembenihan yang telah siap tanam. Tentunya dengan kriteria seperti di atas. Untuk info pemesanan, Anda dapat menghubungi kontak kami atau juga bisa datang langsung ke tempat kami pada alamat yang telah tersedia.

Langkah-Langkah Dalam Memanen Pala

Setelah berjuang dengan keras dalam merawat tanaman pala budidaya kita. Jika cara merawatnya dilakukian dengan baik dan benar maka hasil panenannya pun akan berlimpah. Hasil panen kita akan selalu berbanding lurus dengan bagaimana perawatan tanamannya selama proses budidaya. Dalam memanen pala harus dilakukan dengan cara-cara tertentu. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua), yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari, maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah.

Di Daerah Banda, dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun, yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan); panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan). Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berku alit as tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal.

Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar.

Kuantitas serta kualitas hasil panen sangat bergantung pada bibit/benih yang dipakai. Pastikan hanya memakai benih/bibit yang berkualitas saja. Supaya hasil panen anda lebih maksimal CV MITRA BIBIT menyediakan Benih dan Bibit berkualitas dengan harga bersaing. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bibit dan pemesanan dapat menghubungi kontak yang tersedia.

Jenis-Jenis Penyakit dan Cara Mengatasinya Pada Tanaman Pala

Jika kita tidak serius, atau asal-asalan dalam melakukan perawatan tanaman pala, pastinya tanaman kesayangan kita tersebut akan rentan terhadap serangan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Ada beberapa jenis penyakit yang sering menyerang tanaman pala, yaitu kangker batang, belah putih, gugur sebelum tua, rumah laba-laba, busuk buah kering, busuk buah basah, dan gugur buah muda. Penyakit tersebut dapat diatasi dengan cara-cara berikut.

Kanker batang. Gejalanya terjadi pembengkakan pada batang, cabang atau ranting tanaman yang diserang. Pengendaliannya dengan membersihkan kebun dari semak belukar, memangkas bagian yang terserang dan dibakar.
Belah putih. Penyebabnya adalah cendawan coreneum sp. yang dapat menyebabkan buah terbelah. Cara yang paling umum biasanya dengan mennyemprotkan larutan atau cairan anti jamur.

Gugur sebelum tua. Merupakan bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklatan pada bagian kuliat buah. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam. Dapat ditangani dengan membuat saluran pembuangan air yang baik dan pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman.
Rumah Laba-Laba. Penyakit ini Menyerang cabang, ranting dan daun. Penyakit ini menyebabkan daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. Paling mudah ditangani dengan memangkas cabang, ranting dan daun yang terserang, kemudian dibakar.

Busuk buah kering. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Stignina myristicae yang menyebabkan bercak berwarna coklat, bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi, yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm. Pada kulit buah tampak gugusan-gugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. Pengendaliannya dengan mengurangi kelembaban di sekitar tanaman, caranya dengan mengurang kerimbunan pohon-pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabang-cabangnya yang berdaun rimbun, kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan, tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya. Kemudian buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah. Dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin, yakni 2–4 minggu sekali, baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini, fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb, karbendazim dan benomi.

Busuk buah basah. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Collectotrichum gloeosporiodes, yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. Akibat dari serangan tersebut, buah pala tampak busuk dengan warna coklat yang sifatnya lunak dan basah pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. Cara mengatasinya sama dengan penyakit busuk buah kering diatas.

Gugur buah muda. Gejalanya adalah adanya buah muda yang gugur, penyebabnya belum diketahui secara pasti. Cara mengatasinya dengan memadukan antara pemupukan dan pemberian fungisida.

Guna mencegah serangan-serangan penyakit yang merugikan ini, bibitnya haruslah mempunyai mutu yang berkualitas. Karena jika menggunakan bibit yang asal-asalan maka hama dan penyakit tanaman akan mudah menjangkiti tanaman kita. Maka dari itu, CV MITRA BIBIT berusaha memahami anda dengan menyediakan bibit dan biji yang berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan bibit dan biji dapat menghubungi kontak yang tersedia.

Macam Hama Pada Tanaman Pala Beserta Cara Menanggulanginya

Dalam usaha budidaya kita, seringkali kita pasti bertemu satu hal ini yang sangat merepotkan dan menyebalkan, yaitu datangnya para pengganggu, hama dan penyakit. Pala yang terkena penyakit akan menghasilkan buah yang jelek, buruknya lagi bila penyakit atau hama tersebut meluas, usaha budidaya kita bias hancur total karenanya. Maka untuk menghindari hal-hal tersebut, ada beberapa tips yang harus anda ketahui dalam penanggulangan hama dan penyakit tanaman pala.

Penggerek batang (Batocera sp). Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. Gejalanya terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0,5–1 cm, di mana didapat serbuk kayu. Pengendaliannya dapat dengan menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya. Kemudian memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor, dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali.

Anai-Anai / Rayap. Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman, masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang. Gejalanya terjadinya bercak hitam pada permukaan batang, jika bercak hitam itu dikupas, maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. Pengendaliannya dengan menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang, insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut.

Kumbang Aeroceum Fariculatus. Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala. Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. Di dalam biji tersebut, telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Pengendaliannya dengan mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya.

Guna mencegah serangan-serangan hama yang merugikan ini, bibitnya haruslah mempunyai mutu yang berkualitas. Karena jika menggunakan bibit yang asal-asalan maka hama dan penyakit tanaman akan mudah menjangkiti tanaman kita. Maka dari itu, CV MITRA BIBIT berusaha memahami anda dengan menyediakan bibit dan biji yang berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan bibit dan biji dapat menghubungi kontak yang tersedia.

Cara Budidaya Tanaman Pala

Selain syarat tumbuh, pembudidaya pala mempunyai pedoman-pedoman tertentu dalam proses budidayanya. Dalam pembibitan, terdapat beberapa cara perbanyakan yang dapat dilakukan, yaitu generatif, pencangkokan, penyambungan, penyusunan, dan stek. Setelah anda mendapatkan bibitnya, langkah selanjutnya adalah penanaman. Penanaman pala mempunyai tekniknya sendiri.
Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan, bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik. Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu, bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. Setelah bibit-bibit tersebut ditanam, kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah.

Bila bibit pala yang berasal dari cangkok, maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. Setelah bibit di tanam, lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam), terutama jika pembuatannya pada musim hujan, lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat.

Dalam menggali lubang tanam, lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah, sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda. Setelah beberapa waktu, tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu, kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9x10 m. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m.
Perawatan tanaman ini lumayan intensif. Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman, maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat, misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam, lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa. Penyulaman harus dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik.

Pada akhir musim hujan, setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar. Pada waktu tanaman masih muda, pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP, Urea dan KCl. Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua, pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan.

Sebelum pemupukan dilakukan, hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon), kemudian pupuk TSP, Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan, setelah dilakuakan pada akhir musim hujan, maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman, tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.

Untuk memudahkan usaha budidaya anda, CV MITRA BIBIT telah menyediakan benih dan bibit Pala berkualitas dari berbagai jenis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan bibit dapat menghubungi contact person yang tersedia.

Syarat Pertumbuhan Tanaman Pala


Sebagai sebuah tanaman, tentunya pohon pala mempunyai syarat tumbuhnya sendiri, tidak bias asal menanam. Syarat tumbuh tanaman merupakan hal mutlak yang harus di ketahui oleh orang yang berniat ingin membudidayakan tanaman jenis tertentu, termasuk pala. Tanaman pala termasuk tanaman kuat dan mandiri, tidak cengeng dan tidak banyak menuntut. Budidaya tanaman pla cukup mudah jika anda mengerti apa kemauannya. Jika anda sudah mengerti, dapat dijamin tanaman ini bakal mendatangkan rezeki kepada anda.


Tanaman pala  membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata atau tidak banyak berubah sepanjang tahun. Suhu udara di lingkungan penanaman berkisar antara 20-30 derajat C, sedangkan curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan.
Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur, subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5,5 – 6,5. Tanaman ini peka terhadap gangguan air, maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik.

Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan, agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang, maka perlu dibuat teras-teras melintang pada lereng. Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m, produktivitas tanaman akan rendah.
Hal-hal diatas perlu diperhatikan dengan baik bila anda ingin serius dalam menjalankan budidaya tanaman pala ini. Cukup mudah menanam pala, karena persyaratan-persyaratan diatas merupakan persyaratan yang paling mendasar, dan tempat serta kondisi yang dibutuhkan juga mudah ditemukan karena rata-rata berada di dataran rendah.

Untuk memudahkan usaha budidaya anda, . CV MITRA BIBIT menyediakan benih dan bibit Pala berbagai jenis dan berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan bibit dapat menghubungi contact person yang tersedia.