Cari

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 5E7B82B4
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Showing posts with label Budidaya Tanaman Lada. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Tanaman Lada. Show all posts

Bibit Lada Perdu ke Sumatra

Bibit Lada Perdu

Lada Perdu

Merupakan Varietas lada sebagai solusi untuk mengurangi biaya operasional budidaya lada yang sanggat tinggi, Lada perdu merupakan pengembangan tanaman lada rambat yang tidak memenggunakan media rambat. Varietas ini lebih cepat berbuah dan mudah dipelihara






Beberapa keunggulan lada perdu diantaranya
  1. Lada Perdu tidak membutuhkan tiang rambat/panjat
  2. Mudah dipelihara, karena tidak terlalu tinggi
  3. Lebih Cepat Berbuah

Pengiriman Lada Perdu ke Luar daerah

Packing Bibit Lada perdu
Lada Merupakan tanaman yang memiliki ruas pada tiap daunya, sehingga tanaman lada yang masih muda rentan patah, selain itu daun tanaman lada muda tidak tahan terhadap tekanan saat pengiriman. Pengiriman tanaman lada khususnya untuk Luar daerah harus menggunakan kotak kayu yang kuat, sehingga tanaman lada bisa selamat sampai tujuan dengan baik.









Packing Lada menggunakan kotak kayu


Beberapa Hal yang perlu diperhatikan saat packing bibit Lada
  1. Packing harus menggulakan kotak yang kuat, apalagi kalau akan di susun sampai 2-3 tumpuk
  2. Penataan harus rajin dan sebaiknya tidak longgar, hal ini untuk mengurangi guncangan saat pengiriman
  3. Pengecekan keadaan media, 1 hari sebelum dikirim sebaiknya disiram serta di beri Fungisida agar tidak terjadi kekeringan dan jamur dalam perjalanan
  4. Penjadwalan pengiriman,  ketika kita mau kirim bibit tanaman khususnya lada, kita harus booking kendaraan, Bus, atau pengiriman via manapun. Bibit Lada tidak boleh terlalu lama di kotak
  5. Sebelum kirim sebaiknya tempat untuk menampung bibit di tempat rujuan harus sudah siap, sebaiknya tidak kena air hujan
  6. Semoga Bisa Tumbuh dengan baik di tempat tujuan

 





bibit lada unggul | bibit lada perdu | bibit lada bersertifikat | bibit lada berlabel | jenis jenis lada | varietas unggul lada | lada petaling 1 | lada petaling 2 | lada bengkayang | lada natar 1 | lada natar 2 | harga bibit lada bersertifikat | cara mengatasi busuk akar pada lada | cara mengatasi busuk batang pada lada | penyakit lada | penyakit kuning pada lada | cara budidaya lada | budidaya lada yang benar | harga bibit lada sertifikat | 

Bibit Lada Perdu dan Bibit Lada Rambat

Cara Muat bibit lada
Perbedaan Lada Perdu dan lada rambat
  • Lada Perdu, Lada jenis ini memiliki model kanopi yang merindang dan bisa membentuk batag keras sehingga tidak memerlukan Tiang rambatan. Lada Perdu merupakan hasil pengembangan Vegetatif dari cabang buah Lada Rambat,  ketika lada rambat akan berbuah pasti akan keluar cabang buah terlebih dahulu atau yang sering disebut cabang perdu. cabag perdu memiliki ciri ciri pada ruas batang tidak mengeluarkan akar.

  • Lada Rambat, Lada Jenis ini memiliki karakter merambat terhadap benda atau tanaman yang ada disekitarnya, perkembangan lada rambat lebih cepat jika dibanding lada perdu. Lada rambat biasanya di rambatkan pada tanaman kayu dadap, kelor dan lain lain. Selain itu Lada rambat bisa juga dirambatkan pada riang beton yang kuat.
    Bibit Lada
 
Bibit Lada Rambat

Selain Bibit Lada kami juga menyediakan berbagai macam bibit tanaman rempah lainya

  • Bibit Pala
  • Bibit Cengkeh
  • Bibit Sengon Laut
  • Bibit Sengon Solomon
  • Bibit Akasia Mangium
  • Bibit Sonokeling
  • bibit Mahoni
  • Bibit mangga
  • Bibit Jambu kristal
  • Bibit Jambu Biji Merah
  • Bibit Jambu Jamaika
  • Bibit Jambu Citra
  • Bibit Jambu Madu Deli
  • Bibit pete
  • Bibit Alpokat mentega
  • Bibit Sukun
  • Bibit Genitri
  • Bibit Durian pelangi
  • Bibit Durian Musang king
  • Bibit Durian ochee
  • Bibit Durian Bawor
  • Bibit Durian Montong
  • Bibit Klengkeng
  • Bibit Klengkeng New Kristal
  • Bibit Klengkeng itoh
  • Bibit Klengkeng Kristal 2
  • Bibit Klengkeng Merah
  • Bibit Gaharu
  • Bibit Manggis
  • Bibit Jeruk
  • Bibit Jeruk Keprok
  • Bibit Jeruk Keprok tejakula
  • Bibit Jeruk Keprok Batu 55
  • Bibit Jeruk Lemon
  • Bibit Jeruk Nagami
  • Bibit Jeruk Dekopon
  • Bibit Jeruk Limau
  • Bibit Belimbing Jumbo Merah
  • Bibit Belimbing Merah
  • Bibit Belimbing Dewi
  • Bibit Sawo Jumbo
  • Bibit sawo Mentimun
  • Bibt Buah Tin
  • Bibit Pisang Cavendish
  • Bibit Pisang Ambon
  • Bibit pisang Raja
  • bibit Mangga Mahatir
  • bibit mangga yuwen
  • bibit mangga Gedong Gincau
  • Bibit Mangga Sinagwang
  • Bibit Mangga Manalagi
  • Bibit Mangga Harum Manis
  • biji cengkeh zanzibar
  • biji jeruk Jc
  • Biji Mahoni
  • Biji Trembesi

Bibit Lada perdu

BUDIDAYA LADA

Lada dikenal sebagai tanaman rempah-rempah yang dapat menghangatkan tubuh. Selain itu, tanaman lada dapat digunakan sebagai bumbu masak. Tanaman lada memiliki batang yang berbeda dengan tanaman perkebunan lainya. Tanaman lada berkembang dengan cara merambat dan dapat pula dengan pengembangan cabang buah yang di sebut lada perdu



A.    Mengenal Tanaman Lada
•    Lada Rambat adalah Tanaman lada berkembang dengan cara merambat pada tiang Rambatan
•    Lada Perdu adalah hasil pengembangan dari cabang buah lada rambat, Lada Perdu dapat tumbuh tanpa tiang panjat.

1.    Asal-usul tanaman lada
Tanaman lada dikenal masyarakat Indonesia sudah sejak lama. Hal ini mempengaruhi perbedaan penyebutan Nama Biji lada di berbagai daerah . Nama biji lada untuk setiap daerah berbeda-beda, seperti lada (Aceh, Batak, Lampung, Baru, dan Nias), Ngguru (Flores), merica dan pedes (Sunda, Jawa),malita lo dawa (Gorontalo), mboko saah (Ende), saga (Bima), raro (Mentawai).

2.    Klasifikasi dan pengenalan botani
Tanaman lada tergolong famili Pipiraceae. Adapun klasifikasi tanaman lada secara lengkap adalah sebagai berikut
Divisi        : Spermatophyta
Subdivisi    : Angiospermae
Kelas        : Dicotyledonae
Famili        : Piperaceae
Genus        : Piper
Spesies    : Piper nigrum

Bagian-bagian tanaman lada terdiri dari akar, batang pokok serta cabang, daun, bunga, dan buah. Sistem perakaran tanaman lada adalah akar tunggang. Namun, akar tunggang jarang ditemukan pada tanaman lada karena perbanyakannya dilakukan melalui setek. Oleh karena itu, yang ada hanya akar lateral. Akar lada akan terbentuk pada buku-buku di ruas batang pokok dan cabang. Berdasarkan fungsinya, akar lada dibagi menjadi dua, yaitu akar tumbuh dari buku di dalam tanah dan akar yang tumbuh dari buku di atas tanah. Akar yang tumbuh dari buku di bawah permukaan tanah akan membentuk akar lateral dan berfungsi untuk menyerap zat makanan. Akar yang tumbuh dari buku di atas permukaan tanah berfungsi sebagai pelekat pada tiang panjat.
Tanaman lada mempunyai satu batang pokok dengan dua macam cabang, yaitu cabang orthotropis (vertical) dan plagiotropis (horizontal).
Cabang-cabang orthotropis tumbuh membentuk kerangka dasar pohon lada, mengayu dan beruas dengan panjang rata-rata 5-12 cm. cabang plagiotropis dengan akar pelekat terbentuk dari buku antarruas yang pertumbuhannya agak membengkak. Dari buku tersebut, tumbuh sehelai daun dan kuntum yang selanjutnya tumbuh menjadi cabang. Berbeda dengan orthotropis, cabang plagiotropis dapat berbunga dan berbuah. Buku-buku cabang plagiotropis lateral tidak berakar sehingga perbanyakannya menggunakan cabang orthotropis untuk lada panjang dan menggunakan cabang buah untuk lada perdu.
Daun lada berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing, tunggal serta bertangkai daun 2-5cm, dan membentuk aluran di bagian atasnya. Daun berwarna hijau tua. Bagian atas daun mengilap, sedangkan bagian bawah berwarna pucat dengan titik kelenjar.
Bunga tanaman lada berbentuk malai dan agak menggelantung. Panjangnya 5-25cm, tidak bercabang, berporos tunggal, dan terdapat sekitar 150 bunga kecil. Tumbuhnya berhadapan dengan cabang atau ranting plagiotropis. Bunga tanaman lada ada yang berumah satu (monoecious) dan berumah dua (dioecious). Bunga lada tumbuh dalam ketiak, kelopak berdaging, tidak bermahkota, berbenang sari sebanyak 2-4 helai, berukuran panjang 1 mm, dan terletak di kira serta kanan bakal 2-4 helai, berukuran panjang 1 mm, dan terletak di kiri serta kanan bakal buah. Bakal buah berbentuk bulat, bersel tunggal, dan bertelur tunggal. Kepala putik mampu menerima tepung sari selama 10 hari pada masa reseptif mulai tampak. Bunga mulai membuka dari malai bagian bawah hingga bagian atas. Pembukaan bunga akan selesai setelah 7-8 hari.
Buah lada tidak bertangkai, berbiji tunggal, berbentuk bulat, dan berdaging. Diameter buah sekitar 4-6mm. Kulit buah lada berwarna hijau saat masih muda dan berwarna merah saat telah masak. Panjang malai buah dapat mencapai panjang 15cm dan minimal 5cm.
Biji lada berdiameter rtaa-rata 3-4mm. embrionya sangat kecil. Biji lada ditutupi selapis daging buah yang berlendir. Daging buah memiliki rasa manis. Benih lada tidak umum untuk dijadikan bahan tanam karena membutuhkan waktu lama untuk dapat berbuah, rata-rata setelah tujuha tahun ditanam baru berbuah. Oleh karena itu, perbanyakan umumnya dengan setek.
     
3.    Varietas unggul
Agar diperoleh produktivitas yang tinggi, perlu disesuaikan antara varietas yang akan ditanam dengan kondisi lingkungan tempat tumbuh tanaman. Berikut ini disajikan beberapa keunggulan varietas tanaman lada yang sering dibudidayakan.


4.    Penyebaran
Daerah penghasil lada, yaitu Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

5.    Manfaat
Lada hitam dimanfaatkan untuk minyak wangi (parfum). Minyak lada ini mempunyai aroma yang sedap dan khas yang sangat disukai oleh sebagian orang. Selain itu, lada dapat digunakan sebagai bumbu dan minyak asiri.
 
B.    Syarat Tumbuh
Curah hujan yang dikehendaki tanaman lada antara 2.000-3.000 mm/tahun atau rata-rata 2.300 mm/tahun. Suhu yang sesuai untuk tanaman lada sekitar 20-340C. kisaran suhu terbaik antara 21-270C pada pagi hari, 26-320C pada siang hari, dan 24-300 C pada sore hari. Kelembapan udara juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman lada. Kelembapan yang sesuai untuk pertumbuhannya, yaitu 50-100%.
Tanaman lada umumnya dapat tumbuh baik pada jenis tanah podsolik, andosol, latosol, dan granosol dengan tingkat kesuburan dan drainase yang baik. Selain sifat dan jenis tanah, pertumbuhan dan produktivitas tanaman lada juga dipengaruhi oleh kedalaman air tanah. Kedalaman air tanah yang ideal tidak dapat ditentukan dengan mudah. Namun, air tanah yang mempunyai kedalaman hanya sekitar 0.5 M di bawah permukaan tanah tidak dapat ditolerir oleh tanaman lada. Agar ketinggian air dapat diperdalam, sebaiknya tanaman lada ditanam di bedengan dengan ketinggian minimal 15 cm dan disekeliling kebun dibulatkan selokan sedalam 50cm.
  


jual bibit lada perdu | keunggulan lada perdu | harga bibit lada perdu | penangkar bibit lada perdu | jual bibit lada unggul | lada paling cepat berbuah | lada perdu adalah | jual bibit lada hitam | jual bibit lada putih | penangkar bibit lada | cara budidaya bibit lada | jual bibit lada sulur | jual bibit lada panjat | jual bibit lada rambat | bibit lada perdu berkualitas | pupuk untuk lada | hama penyakit lada | daya tahan tanaman lada | daya tahan lada perdu | obat jamur untuk lada

Jenis Lada Dilihat Dari Cara Pengolahan Dan Jenis Tanaman


Siapa yang tak kenal dengan lada. Rempah ini sangat popular didunia, bahkan salah satu alasan bangsa kita dijajah dahulu adalah karena hasil bumi dan rempah yang melimpah.

Dilihat dari pengolahannya lada dibagi menjadi 2, yaitu lada hitam dan lada putih. Bagi sebagian orang yang belum paham betul antara lada hitam dan lada putih mungkin masih mengira kedua jenis lada tersebut dihasilkan dari jenis tanaman lada yang berbeda. Padahal antara lada hitam dan lada putih di dapat dari satu jenis tanaman lada yang sama hanya saja cara pengolahannya sampai ke bentuk lada hitam dan lada putihnya saja yang berbeda. Untuk membuat lada hitam, lada harus dipetik dalam keadaan kondisi lada masih muda. Sedangkan untuk membuat lada putih, lada dipetik dalam kondisi lada sudah tua atau sudah siap dipanen. Pada pembahasan kali ini kami tidak akan membahas bagaimana cara membuat lada hitam atau lada putih, karena untuk membuat lada bisa menjadi 2 warna hitam dan putih sudah di tulis pada pembahasan sebelumnya di Perbedaan Lada Hitam dan Lada Putih.

Sedangkan dilihat dari jenis tanaman, Jenis lada dibedakan menjadi 2 yaitu lada perdu dan lada rambat. Kita ketahui untuk jenis lada Perdu, lada ini memiliki harga yang lebih mahal dari pada lada Rambat. Mengapa demikian? Karena lada jenis Perdu paling mudah untuk di budidayakan di lahan yang sempit sekalipun. Namun bukan berarti untuk jenis lada Rambat menjadi susah untuk dibudidayakan, lada Rambat juga mudah dalam pembudidayaanya dan murah harganya, hanya saja untuk perawatan lada Rambat perlu perhatian yang khusus seperti pemberian kayu atau tongkat sebagai media rambat bagi sulur lada Rambat.

Beberapa kelebihan lada Perdu berbanding lada Rambat/ lada Sulur/ lada Tiang panjat adalah:

  • Lada perdu memiliki produktivitas lebih tinggi dan lebih awal dari lada rambat/lada panjat.
  • Bibit tanaman lada Perdu mudah di dapati.
  • Tidak memerlukan Media untuk merambatan.
  • Tingkat Intensive Pemeliharaan dan penen lebih mudah.
  • Pemanenan tidak terlalu menguras tenaga.
  • Dapat ditanam sebagai tanaman sela.
  • Pantas Jika menghiasi pekarangan rumah (Memiliki nilai estetika jika ditanam di pekarangan atau dijadikan tabulampot).


Diatas telah dijelaskan keunggulan dari tanaman lada Perdu, meskipun lada Perdu lebih mahal dan memiliki produktivitas lebih tinggi, namun lada Rambat juga tidak kalah unggulnya. Lada Rambat yang memiliki harga lebih murah justru juga banyak yang mengincarnya, dengan harga bibitnya yang murah ini lah para wirausaha pembudidaya tanaman lada banyak mencari dan memesan lada jenis rambat ini.
Untuk menjadi wirausaha dalam pembudidayaan lada perlu adanya standarisasi dalam pembudidayaan tanaman lada seperti, bibit tanaman lada haruslah yang unggulan, memiliki produktivitas yang tinggi, tahan terhadap hama ataupun parasit apapun, dan berkualitas. Standarisasi yang seperti ini wajib dan harus ada agar usaha budidaya tanaman lada yang Anda kelola sukses dan menghasilkan panen yang melimpah nantinya.


Untuk mendapatkan spesifikasi bibit unggulan di atas tidak usah khawatir, kami menyediakan jenis-jenis tanaman lada yang Anda cari seperti lada Perdu dan lada Rambat. Untuk kualitas tidak usah diragukan lagi karena kami hanya menjual bibit yang berkualitas dan unggulan. Stock bibit lada unggulan dan berkualitas yang kami miliki pun masih banyak, jadi jangan khawatir kehabisan. Kami selalu mengusahakan memehuhi kebutuhan pasar dan konsumen dalam penyediaan bibit tanaman. Kami selalu memberikan harga yang kompetetif, terutama bagi Anda yang memesan dalam jumlah yang besar. Tertarik dengan bibit lada yang kami miliki? Silahkan hubungi kontak kami yang tersedia atau bisa datang langsung ke alamat kami untuk lebih jelasnya mengenai bibit lada.

Hama Dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Lada

Tanaman lada merupakan salah satu komoditas ekspor tradisional andalan yang diperoleh dari buah lada “black pepper”. Meskipun tanaman ini bukan berasal dari Indonesia, namun keberadaannya sangat penting dalam menunjang perdagangan luar negeri. Tentu kita masih ingat apa motivasi para penjajah dari negara Eropa yang malakukan perjalanan jauh guna mencari bahan rempah-rempah tersebut. Hal itu telah membuktikan betapa pentingnya peran lada dalam perekonomian. Lada sangat dibutuhkan terutama sebagai produk rempah-rempah, maupun bahan baku industri produk lain. Namun demikian, upaya pengembangan produksi lada dalam negeri selalu mengalami kendala. Sebagian besar kendala dikarenakan  kurangnya pemeliharaan tanaman serta adanya gangguan berbagai macam organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman lada baik hama, penyakit maupun gulma.  Anaman Untuk mengatasi segala macam gangguan tersebut, Anda sebagai petani lada seharusnya mengetahui terlebih dahulu apa saja jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman lada. Berikut akan dijelaskan jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman lada :
HAMA
Penggerek Batang Lada
Penggerek batang merupakan hama yang paling merugikan saat ini dengan luas serangan mencapai 28 hektar, terluas dibandingkan jenis hama yang lain. Penggarek batang lada ini berupa serangga kumbang yang mempunyai ciri : berwarna hitam, ukuran 3-5 mm. Pada serangga dewasa biasanya akan  menyerang pucuk, bunga, dan buah.  Akibat yang ditimbulkan : tanaman yang terserang tingkat produksinya akan menurun, dan pada serangan yang berat dapat menyebabkan kematian pada tanaman.
Pengendalian : lakukan pemangkasan ranting/cabang yang terserang hama ini, dan lakukan penyemprotan insektisida pada tanaman guna mencegah datangnya hama ini.
Hama Penghisap Bunga
Hama pengisap bunga (Diconocoris hewetti) dikenal dengan sebutan nyamuk lada, enduk-enduk, kapal terbang atau fui-khicong di Bangka. Hama ini akan menyerang bungan dan tandan bunga. Ciri : berupa serangga dewasa berwarna hitam, sayapnya seperti jala, terdapat tonjolan pada punggungnya, ukuran panjang tubuh 4,5 mm dan lebar 3 mm. Akibat yang di timbulkan : pada serangan ringan akan menyebabkan tandan rusak, salah bentuk, dan buah sedikit. Dan bila tanaman terserang berat, maka seluruh bunga akan rusak, tangkai bunga menjadi hitam dan akhirnya bunga gugur sebelum waktunya.
Pengendalian : pemotongan tandan bunga yang terserang dan penyemprotan dengan insektisida.
Hama pengisap buah
Hama pengisap buah ini sering dikenal dengan berbagai nama, seperti kepik, kepinding, walang sangit, dan di Bangka biasa disebut semunyung atau bilahu. Hama pada stadium nimfa maupun dewasa akan mengisap cairan buah.  Hama ini juga biasanya meletakkan telurnya  pada permukaan daun atau pada tandan buah, siklus hidupnya sekitar 6 bulan.  Ciri : serangga berwarna hijau kecoklatan, nimfanya tidak bersayap, berwarna bening, dan empat kali berganti kulit. Akibat yang ditimbulkan : Serangan pada buah muda menyebabkan tandan buah banyak yang kosong, sedangkan pada  buah yang telah tua mengakibatkan buah hampa, kering, dan gugur.
Pengendalian : Musnahkan telur-telur serangga yang berada di permukaan daun, cabang dan yang berada pada tandan buah. Lakuakan juga penyemprotan insektisida pada tanaman.
PENYAKIT
Penyakit Kuning
Penyebab penyakit ini kemungkinan buruknya drainase di sekitar penanaman, dan tidak terpenuhinya berbagai persyaratan agronomis. Ciri : pertumbuhan tanaman terhambat, menyerang akar tanaman lada, kemudian ditandai menguningnya daun lada. Akibat yang ditimbulkan : akar akan rambut mati membusuk dan berwarna hitam, daun yang berwarna kuning tadi kemudian akan rapuh menekuk ke arah batang dan secara berangsur-angsur daun akan gugur sehingga tanaman menjadi gundul pada tingkat serangan yang berat.
Pengendalian : dengan menaburkan fungisida berbentuk granule  pada sekeliling pangkal tanaman lada, fungisida yang digunakan adalah Furadan 3 G.selain itu juga dengan pemberian pupuk kandang, pengapuran serta pemupukan yang tepat dan seimbang.
Penyakit keriting dan penyakit kerdil
Pada beberapa kebun seringkali ditemukan tanaman yang mempunyai kelainan bentuk pada daun pucuk dan tunas-tunas muda, dan kelainan ini biasanya disebut penyakit keriting dan penyakit kerdil. Ciri : daun-daun pucuk yang keluar dari tunas menunjukkan gejala mosaik, kelainan bentuk kecil-kecil, sempit, ada yang berbentuk bulat, sabit asimetris, berkerut hingga keriting dan pada umumnya kondisi daun rapuh. Akibat yang ditimbulkan : Pada daun yang tumbuh normal tampak bercak-bercak kuning bersudut tidak teratur. Tunas-tunas yang tumbuh beruas pendek. Tandan bunga (buah) juga pendek, kerdil dan buahnya kecil serta jarang. Pada serangan yang berat pertumbuhan tanaman tampak kecil dan cabang-cabang tumbuh berlebihan dengan kelainan daun yang kecil-kecil dan kaku, kadang-kadang menggulung ke bawah (seperti kerupuk)  dan kadang-kadang juga tanpa daun sama sekali.
Pengendalian : cabut tanaman yang telah terserang penyakit tersebut agar tidak menular ke tumbuhan lainnya.
Penyakit Busuk Pangkal Batang
Pada daerah tertentu penyakit ini merupakan penyakit yang paling utama yang sering menyerang tanaman lada. Ciri : di sebabkan oleh jamur Phytopthora Palmivora Var Piperis. Penyakit ini biasanya menyerang tanaman bagian pangkal batang dan akar. Namun dalam keadaan tertentu dapat juga menyerang bagian daun, cabang dan buah. Infeksi pada bagian pangkal batang biasanya terjadi kurang lebih setinggi 30 – 35 cm dari permukaan tanah. Serangan terbesar biasanya terjadi pada saat musim hujan. Karena pada saat itu, cuaca yang ada sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan patogen pada tanaman. Akibat yang ditimbulkan : Gejala yang khas dari penyakit ini adalah kelayuan tanaman. Infeksi pada pangkal batang menyebabkan terjadinya perubahan wana kulit menjadi hitam. Pada keadaan lembab, gejala hitam tersebut nampak seperti berlendir berwarna agak biru. Kulit pangkal batang tersebut kadang-kadang terlepas dan tinggal jaringan pembuluh yang berwarna coklat. Daun-daun yang layu seringkali tetap tergantung dan berubah warna coklat sampai hitam. Pada tingkat serangan yang berat, seluruh bagian dari batang dan akar yang terserang akan mengalami pembusukan. Dan akibat dari serangan penyakit ini daunnya akan menguning, layu, gugur, dan akhirnya tanaman akan mati.
Pengendalian : musnahkan tanaman yang telah terserang, semprot fungisida ke tanaman yang masih sehat sebagai pencegahan, dan atur lah tata air untuk lebih baik.
Penyakit Busuk Tunggul
Penyakit ini di sebabkan oleh Cendawan Rosellinia sp. Akibat yang ditimbulkan : pada tanaman yang terserang penyakit ini daunnya akan menguning karena terdapat pembusukan pada pangkal batangnya, sehingga transportasi makanan dan air terganggu.
Pengendalian : musnahkan tanaman yang terserang, atur tata air lebih baik lagi, dan perhatikan cara-cara bercocok tanam yang baik pula.
Penyakit Busuk Akar
Penyakit ini di sebabkan oleh Ganoderma sp. Akibat yang ditimbulkan : tanaman yang terserang daunnya akan menguning dan gugur, karena tanaman akar tanaman yang berada dalam tanah sudah membusuk.
Pengendalian : sama seperti pengendalian pada penyakit busuk tunggul yaitu musnahkan tanaman yang terserang, atur tata air lebih baik lagi, dan perhatikan cara-cara bercocok tanam yang baik.
Penyakit Septobasidium sp
Dari hasil pengamatan di lapangan gejala penyakit Septobasidium sp mudah terlihat baik pada bagian daun, batang primer, batang sekunder, ranting bahkan pada buah. Akibat yang ditimbulkan : tumbuhnya jamur yang berwarna coklat pada bagian tanaman. Seringkali jamur hingga menyelimuti bagian keseluruhan bagian-bagian tanaman tersebut. Pertumbuhan bagian tanaman dari ranting yang terserang menjadi terhenti dan bagian ranting tanaman yang terserang akan perlahan-lahan menjadi mati.
Pengendalian : dengan memangkas ranting tanaman yang terserang dan pengolesan dengan fungisida.
Penyakit Jaring Laba-Laba dan Rambut Ekor Kuda
Ciri : adanya rizomorf jamur berwarna hitam seperti rambut yang menempel pada ranting, cabang, tangkai daun dan daun, dan menyebabkan bagian tanaman yang tertempeli tersebut menjadi mati berlahan-lahan. Akibat yang ditimbulkan : tanaman yang terserang oleh penyakit ini biasanya tidak akan tumbuh tahan lama, biasanya tanaman akan mati.
Pengendalian : pangkas ranting yang terserang penyakit ini, kemudian cegah juga dengan fungisida.

Itulah beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa sering menyerang tanaman lada.
Ada baiknya sejak dini Anda kenali semua jenis hama dan penyakit pada tanaman lada, sebelum Anda mengalami kerugian akibat Anda belum mengenali dan mengetahui cara pengendaliannya.

Cara Panen dan Pasca Panen Pada Tanaman Lada

Nilai ekonomis dari tanaman lada atau merica sebenarnya cukup tinggi. Karena lada atau merica akan selalu dibutuhkan oleh semua orang sampai kapanpun. Maka budidaya merica akan punya banyak manfaat baik untuk kebutuhan pribadi maupun untuk dijual di pasaran. Lada atau yang biasa akrab disebut merica sendiri dibedakan menjadi 2 yaitu lada hitam dan lada putih. Sebenarnya kedua jenis lada tersebut di hasilkan dari pohon yang sama, hanya saja waktu pemanenannya lah yang berbeda. Lada hitam di panen saat buahnya masih berwarna hijau dengan kata lain buah yang di petik belum matang. Sedangkan lada putih di panen saat buah telah benar-benar matang. Untuk menghasilkan lada sendiri dengan kualitas yang baik dan bermutu jual tinggi perlu adanya pengetahuan dan cara untuk mengolah buah lada saat panen dan pasca panen. Untuk lebih jelasnya berikut akan dijelaskan langkah apa saja yang harus di lakukan ketika masa panen tiba :
Waktu Panen
Untuk memanen buah lada agar menjadi lada atau merica hitam, waktu pemanenan atau pemetikan buah yang dianjurkan adalah setelah buah berumur 6-7 bulan dengan ciri-ciri buah yang di ambil berwarna hijau tua. Untuk mengetahui buah lada siap dipanen dilakukan dengan cara memencet/memijit buah lada, apabila keluar cairan putih maka buah lada tersebut belum siap dipanen. Buah lada siap dipanen apabila dalam satu tandan buah terdiri atas buah lada merah (2%), kuning (23%) dan hijau tua (75%).
Pelaksanaan Panen
1. Untuk waktu pelaksanan panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari yaitu antara jam 9-12. Untuk lada hitam, hanya buah lada yang telah matang lah yang dapat dipanen, ditandai dengan satu atau dua buah lada dalam satu tangkai yang telah berubah warnanya menjadi kuning.
2. Buah harus dipetik secara selektif, dan panen harus dilakukan sesering mungkin selama musim panen. Dengan seringnya dilakukan pemetikan selama musim panen ini, dapat diharapkan buah lada yang di petik menjadi seragam. Bila pemetikan lada hanya dilakukan satu atau dua kali selama musim panen, kemungkinan buah yang tidak matang atau terlalu tua akan ikut terbawa.
3. Buah lada yang jatuh ke tanah harus diambil secara terpisah dan tidak boleh dicampur dengan buah lada yang berasal dari pohon. Buah lada yang jatuh ke tanah harus diproses secara terpisah untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan.
4. Pemetikan lada harus dilakukan dengan cara yang higienis /bersih, dikumpulkan dan di angkut di dalam kantong atau keranjang yang bersih untuk dibawa ketempat pemrosesan. Keranjang atau kantong yang telah dipergunakan untuk menyimpan bahan kimia pertanian tidak boleh digunakan untuk mengemas buah lada. Setiap kantong atau keranjang yang akan digunakan harus dibersihkan untuk memastikan bahwa kantong atau keranjang tersebut bebas dari bahan-bahan yang dapat menimbulkan kontaminasi.

Perlakuan Pasca Panen
Perontokan
Buah lada harus dirontokan untuk memisahkan buah lada dari tangkainya. Perontokan buah lada dilakukan dengan mempergunakan mesin atau secara manual. Bila jumlah buah lada yang dirontokan berjumlah cukup banyak, disarankan untuk menggunakan mesin perontok. Perontokan harus dilakukan secara hati-hati supaya buah lada tidak rusak. Pastikan bahwa alat perontok benar-benar bersih sebelum digunakan khususnya bila alat tersebut sudah lama tidak digunakan. Alat perontok juga harus dibersihkan setelah digunakan.
Pengayakan
Buah lada yang telah dirontok harus diayak untuk memisahkan biji buah lada yang kecil, tidak matang dan lada menir, dimana bahan-bahan tersebut dapat mempengaruhi mutu lada hitam kering. Pengayakan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin atau secara manual, dengan menggunakan pengayak 4 mm mesh, dimana buah lada dapat melewati lubang pengayak tersebut, kemudian dipisahkan untuk dikeringkan ditempat yang terpisah.
Pencucian.
Buah lada yang telah dirontok harus dicuci di dalam air yang bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel, serangga atau kontaminan lainnya yang mungkin ada. Disarankan agar pencucian buah lada di lakukan didalam air yang mengalir dan bersih.
Pengeringan
Pengeringan buah lada dilakukan dengan cara menjemur di bawah panas sinar matahari 2 - 3 hari sampai kadar air mencapai 15% yaitu kadar air yang dikehendaki pasar. Pengeringan dengan penjemuran dilakukan dengan menggunakan alas (terpal/tikar) yang bersih, dan jangan dijemur di atas tanah tanpa alas karena akan menghasilkan kualitas lada jelek dan kotor. Saat penjemuran maka dilakukan beberapa kali pembalikan atau ketebalan tumpukan penjemuran ditipiskan 10 cm dengan menggunakan garu dari kayu agar kekeringan buah lada seragam dalam waktu yang sama.

Sortasi Buah
Pemisahan atau sortasi buah ini bertujuan untuk memisahkan biji lada hitam yang sudah kering dari kotoran seperti tanah, pasir, daun kering, gagang, serat-serat dan juga sebagian lada enteng. pemisahan dilakukan secara manual  dengan menggunakan tampah, sortasi juga dapat dilakukan dengan mesin yang digerakkan menggunakan pedal (blower), alat ini untuk memisahkan buah lada bernas, lada enteng dan kotoran.

Pengemasan dan Penyimpanan
Buah lada hitam yang sudah kering dan terlepas dari tangkainya dan telah disortasi. Kemudian lada bernas dikemas dengan menggunakan karung plastik. Ruang penyimpanan buah lada hasil sortasi harus kering dengan kelembaban ± 70% untuk menghindari agar lada tidak berjamur. Ruang penyimpanan diberi alas dari bambu atau kayu setinggi lebih kurang 15 cm dari permukaan lantai sehingga bagian bawah karung tidak langsung menyentuh lantai. Kualitas lada hitam dapat dipertahankan 3-4 tahun apabila disimpan di ruangan bersuhu 20-28 OC.
Demikian yang bisa dijelaskan bagaimana cara panen dan pasca panen tanaman lada. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Kami CV.Mitra Bibit juga telah menyediakan bibit dan biji lada yang siap tanam serta siap untuk dijadikan bibit. Tentunya dengan kualitas yang unggul, tertarik? Hubungi kontak kami untuk info pemesanan.

Pembudidayaan Tanaman Lada dengan Cara Stek Pendek Satu Ruas

Usaha pembudidayaan tanaman dengan cara perbanyakan pembibitan yang lebih menguntungkan kini mulai banyak di lirik oleh para petani. Salah satunya pada tanaman lada, tanaman ini dapat diperbanyak melalui 2 cara yaitu pembibitan dengan biji dan pembibitan dengan stek. Namun,karena pembibitan dengan biji membutuhkan waktu yang relative lama dan membutuhkan keterampilan khusus,maka cara pembibitan biji ini banyak ditinggalkan oleh para petani. Sedangkan cara pembibitan dengan stek batang secara langsung tidak ekonomis karena akan terjadi pemborosan bahan stek walaupun dapat menghasilkan bibit dalam jumlah yang banyak. Maka dari itu kini ada cara alternatif yang dapat dikembangkan cara baru yakni penggunaan stek pendek satu ruas. Penggunaan stek pendek satu ruas ini,selain dapat menghemat lahan, dapat menghemat bahan tanaman, menekan kematian tanaman di kebun, mempermudah dalam pengangkutan.
Adapun syarat-syarat dalam pembibitan tanaman lada dengan stek pendek satu ruas ini :
1. Berasal dari sulur panjat yang tumbuhnya keatas dan melekat pada pohon sandaran.
2. Sulur yang baik untuk bahan stek yakni yang telah berumur 5-9 bulan.
3. Stek tanaman lada hendaknya diambil dari bagian yang memiliki akar dan tunas tidur antara helaian dan ruas daun.
4. Pohon induk harus kuat, memiliki pertumbuhan yang bagus, dan daunnya berwarna hijau tua.
Langkah-langkah pembibitan dengan stek pendek satu ruas :
1. Potong sulur pada setiap ruas tanaman lada yang memiliki satu helai daun, mata telur dan akar lekat dengan menggunakan pisau yang tajam dan steril. Stek yang tidak memiliki akar lekat sebaiknya dipisahkan dari stek yang memiliki akar lekat.
2. Selanjutnya stek yang sudah dipotong-potong dan memiliki akar lekat tadi disemaikan dalam bak persemaian yang telah diisi pasir.
3. Sedangkan stek yang tidak memiliki akar lekat,sebelum disemaikan terlebih dahulu pangkalnya dicelupkan ke dalam hormone tumbuh,misalnya Rhizopon AA.
4. Setelah itu, semaikan  stek tadi ke dalam persemaian, lalu tutup tempat persemaian tadi dengan sungkup plastic,yang fungsinya untuk memperoleh kelembaban yang tinggi serta suhu yang rendah. Kelembaban yang tinggi dan suhu yang rendah ini akan merangsang pertumbuhan stek.
5. Jika stek telah berumur 3-4 minggu, buka sungkup yang menutupi tempat persemaian.
6. Selanjutnya stek dipindahkan ke dalam plybag (kantong plastic hitam) yang sudah diisi dengan media tanam yaitu campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Sebaiknya setiap polybag itu diberi pupuk buatan,misalnya,urea masing-masing 0,5 gram.
7. Langkah selanjutnya lakukan pemeliharaan terhadap tanaman. Susun polybag yang telah berisi stek tadi secara teratur, letakkan di tempat yang teduh, bisa dibawah pepohonan ataupun naungan khusus yang dibuat dari pelepah kelapa,alang-alang dan sebagainya.
8. Lakukan penyiraman secukupnya setiap pagi dan sore hari, kecuali bila pada musim penghujan.
9. Jika tampak ada gejala serangan hama dan penyakit yang menyerang maka harus segera lakukan penyemprotan dengan pestisida. Jika terjadi serangan hama serangga bisa gunakan insektisida. Namun sering pula terjadi serangan cendawan sehingga pengendaliannya harus menggunakan fungisida.
10. Jangan lupa bersihkan juga tanaman dari serangan gulma di sekitar tanaman lada yang dapat mengganggu proses pertumbuhan.
11. Jika tanaman tumbuh pada polybag, pembersihan gulma bisa dilakukan dengan mencabuti gulma yang tumbuh di sekitar polybag dengan menggunakan tangan dan jika pada tanah tempat penyimpanan polybag harus menggunakan arit dan sejenisnya. Pemeliharaan tersebut harus dilakukan secara teratur dan secara terus menerus sampai bibit lada siap ditanam di lahan perkebunan ataupun dipasarkan.
Demikian lah penjelasan langkah-langkah perbanyakan tanaman lada dengan cara stek pendek satu ruas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang memulai pembudidayaan tanaman lada

Pembudidayaan Tanaman Lada dengan Cara Stek Pendek Satu Ruas

Budidaya tanaman lada dengan cara stek
Usaha pembudidayaan tanaman dengan cara perbanyakan pembibitan yang lebih menguntungkan kini mulai banyak di lirik oleh para petani. Salah satunya pada tanaman lada, tanaman ini dapat diperbanyak melalui 2 cara yaitu pembibitan dengan biji dan pembibitan dengan stek. Namun,karena pembibitan dengan biji membutuhkan waktu yang relative lama dan membutuhkan keterampilan khusus,maka cara pembibitan biji ini banyak ditinggalkan oleh para petani. Sedangkan cara pembibitan dengan stek batang secara langsung tidak ekonomis karena akan terjadi pemborosan bahan stek walaupun dapat menghasilkan bibit dalam jumlah yang banyak. Maka dari itu kini ada cara alternatif yang dapat dikembangkan cara baru yakni penggunaan stek pendek satu ruas. Penggunaan stek pendek satu ruas ini,selain dapat menghemat lahan, dapat menghemat bahan tanaman, menekan kematian tanaman di kebun, mempermudah dalam pengangkutan.
Adapun syarat-syarat dalam pembibitan tanaman lada dengan stek pendek satu ruas ini :
1. Berasal dari sulur panjat yang tumbuhnya keatas dan melekat pada pohon sandaran.
2. Sulur yang baik untuk bahan stek yakni yang telah berumur 5-9 bulan.
3. Stek tanaman lada hendaknya diambil dari bagian yang memiliki akar dan tunas tidur antara helaian dan ruas daun.
4. Pohon induk harus kuat, memiliki pertumbuhan yang bagus, dan daunnya berwarna hijau tua.
Langkah-langkah pembibitan dengan stek pendek satu ruas :
1. Potong sulur pada setiap ruas tanaman lada yang memiliki satu helai daun, mata telur dan akar lekat dengan menggunakan pisau yang tajam dan steril. Stek yang tidak memiliki akar lekat sebaiknya dipisahkan dari stek yang memiliki akar lekat.
2. Selanjutnya stek yang sudah dipotong-potong dan memiliki akar lekat tadi disemaikan dalam bak persemaian yang telah diisi pasir.
3. Sedangkan stek yang tidak memiliki akar lekat,sebelum disemaikan terlebih dahulu pangkalnya dicelupkan ke dalam hormone tumbuh,misalnya Rhizopon AA.
4. Setelah itu, semaikan  stek tadi ke dalam persemaian, lalu tutup tempat persemaian tadi dengan sungkup plastic,yang fungsinya untuk memperoleh kelembaban yang tinggi serta suhu yang rendah. Kelembaban yang tinggi dan suhu yang rendah ini akan merangsang pertumbuhan stek.
5. Jika stek telah berumur 3-4 minggu, buka sungkup yang menutupi tempat persemaian.
6. Selanjutnya stek dipindahkan ke dalam plybag (kantong plastic hitam) yang sudah diisi dengan media tanam yaitu campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Sebaiknya setiap polybag itu diberi pupuk buatan,misalnya,urea masing-masing 0,5 gram.
7. Langkah selanjutnya lakukan pemeliharaan terhadap tanaman. Susun polybag yang telah berisi stek tadi secara teratur, letakkan di tempat yang teduh, bisa dibawah pepohonan ataupun naungan khusus yang dibuat dari pelepah kelapa,alang-alang dan sebagainya.
8. Lakukan penyiraman secukupnya setiap pagi dan sore hari, kecuali bila pada musim penghujan.
9. Jika tampak ada gejala serangan hama dan penyakit yang menyerang maka harus segera lakukan penyemprotan dengan pestisida. Jika terjadi serangan hama serangga bisa gunakan insektisida. Namun sering pula terjadi serangan cendawan sehingga pengendaliannya harus menggunakan fungisida.
10. Jangan lupa bersihkan juga tanaman dari serangan gulma di sekitar tanaman lada yang dapat mengganggu proses pertumbuhan.
11. Jika tanaman tumbuh pada polybag, pembersihan gulma bisa dilakukan dengan mencabuti gulma yang tumbuh di sekitar polybag dengan menggunakan tangan dan jika pada tanah tempat penyimpanan polybag harus menggunakan arit dan sejenisnya. Pemeliharaan tersebut harus dilakukan secara teratur dan secara terus menerus sampai bibit lada siap ditanam di lahan perkebunan ataupun dipasarkan.

Demikian lah penjelasan langkah-langkah perbanyakan tanaman lada dengan cara stek pendek satu ruas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang memulai pembudidayaan tanaman lada

Budidaya tanaman lada

Kelebihan Menanam Tanaman Lada Perdu

Tanaman lada termasuk tanaman memanjat yang memiliki dua sulur yaitu sulur panjat dan sulur cabang buah. Apabila digunakan sebagai bibit, sulur panjat akan menghasilkan tanaman yang memiliki sifat memanjat sulur panjat dan sulur cabang buah, sedangkan sulur cabang buah akan menghasilkan tanaman yang tidak memanjat atau lada perdu.
Lada perdu diperoleh dengan perbanyakan vegetatif dari sulur cabang buah. Tinggi tanaman lada perdu cukup rendah hanya berkisar antara 90-120 cm sehingga tidak memerlukan tiang panjat. Pembibitan lada perdu sangat mudah dan dapat dilakukan sendiri oleh petani.

Lada mempunyai manfaat yang cukup banyak bagi kehidupan.  Bagi ibu rumah tangga, lada (merica) digunakan sebagai bumbu atau penyedap makanan. Ketersedian lada untuk kebutuhan rumah tangga dapat dilakukan dengan menanam lada perdu di pekarangan rumah atau sebagai tanaman pot.  Lada perdu disekitar tanaman rumah juga sebagai tanaman hias yang cukup menarik untuk menghiasi pekarangan rumah. Keberadaan lada perdu juga dapat manjadi tanaman alternatif bagi para pehobi tanaman hias.
Dalam hal budidaya untuk pertanian, lada perdu juga merupakan komoditas yang menguntungkan. Untuk efisiensi usahatani lada, diperlukan pengurangan biaya produksi. Mengingat penggunaan tiang panjat dapat menambah biaya produksi, maka lada perdu merupakan salah satu alternatif usahatani yang perlu mendapat perhatian bagi petani lada.

Varietas maupun hasil produksi tidak berbeda dengan lada panjat sehingga penggunaan lada perdu tidak berpengaruh pada pemasaran hasil. Penggunaan tanaman lada perdu juga mempunyai keunggulan lain apabila dibandingkan dengan lada panjat, diantaranya yaitu:
1. pemeliharaan tanaman lebih mudah,
2. pelaksanaan panen lebih mudah,
3. berproduksi lebih awal (2 tahun),
4. populasi tanaman per satuan luas lebih banyak (4000-4500 tanaman/ha),
5. dapat ditanam secara tumpangsari, dan
6. dapat ditanam sebagai tanaman sela diantara tanaman tahunan.

Pembibitan lada perdu cukup mudah dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti varietas, pemilihan pohon induk, waktu tanam, persemaian dan lain-lain. Hal tersbut harus dilakukan ecara cermat suapay menghasilkan bibit-bibit yang unggul dan berkualitas. Maka untuk memudahkan usaha budidaya lada perdu anda, CV MITRA BIBIT menyediakan Bibit Lada Perdu unggulan dan berkualitas dengan harga bersaing. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bibit dan pemesanan dapat menghubungi kontak yang tersedia.