Search

Loading...

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 5E7B82B4
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Hama Dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Lada

Tanaman lada merupakan salah satu komoditas ekspor tradisional andalan yang diperoleh dari buah lada “black pepper”. Meskipun tanaman ini bukan berasal dari Indonesia, namun keberadaannya sangat penting dalam menunjang perdagangan luar negeri. Tentu kita masih ingat apa motivasi para penjajah dari negara Eropa yang malakukan perjalanan jauh guna mencari bahan rempah-rempah tersebut. Hal itu telah membuktikan betapa pentingnya peran lada dalam perekonomian. Lada sangat dibutuhkan terutama sebagai produk rempah-rempah, maupun bahan baku industri produk lain. Namun demikian, upaya pengembangan produksi lada dalam negeri selalu mengalami kendala. Sebagian besar kendala dikarenakan  kurangnya pemeliharaan tanaman serta adanya gangguan berbagai macam organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman lada baik hama, penyakit maupun gulma.  Anaman Untuk mengatasi segala macam gangguan tersebut, Anda sebagai petani lada seharusnya mengetahui terlebih dahulu apa saja jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman lada. Berikut akan dijelaskan jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman lada :
HAMA
Penggerek Batang Lada
Penggerek batang merupakan hama yang paling merugikan saat ini dengan luas serangan mencapai 28 hektar, terluas dibandingkan jenis hama yang lain. Penggarek batang lada ini berupa serangga kumbang yang mempunyai ciri : berwarna hitam, ukuran 3-5 mm. Pada serangga dewasa biasanya akan  menyerang pucuk, bunga, dan buah.  Akibat yang ditimbulkan : tanaman yang terserang tingkat produksinya akan menurun, dan pada serangan yang berat dapat menyebabkan kematian pada tanaman.
Pengendalian : lakukan pemangkasan ranting/cabang yang terserang hama ini, dan lakukan penyemprotan insektisida pada tanaman guna mencegah datangnya hama ini.
Hama Penghisap Bunga
Hama pengisap bunga (Diconocoris hewetti) dikenal dengan sebutan nyamuk lada, enduk-enduk, kapal terbang atau fui-khicong di Bangka. Hama ini akan menyerang bungan dan tandan bunga. Ciri : berupa serangga dewasa berwarna hitam, sayapnya seperti jala, terdapat tonjolan pada punggungnya, ukuran panjang tubuh 4,5 mm dan lebar 3 mm. Akibat yang di timbulkan : pada serangan ringan akan menyebabkan tandan rusak, salah bentuk, dan buah sedikit. Dan bila tanaman terserang berat, maka seluruh bunga akan rusak, tangkai bunga menjadi hitam dan akhirnya bunga gugur sebelum waktunya.
Pengendalian : pemotongan tandan bunga yang terserang dan penyemprotan dengan insektisida.
Hama pengisap buah
Hama pengisap buah ini sering dikenal dengan berbagai nama, seperti kepik, kepinding, walang sangit, dan di Bangka biasa disebut semunyung atau bilahu. Hama pada stadium nimfa maupun dewasa akan mengisap cairan buah.  Hama ini juga biasanya meletakkan telurnya  pada permukaan daun atau pada tandan buah, siklus hidupnya sekitar 6 bulan.  Ciri : serangga berwarna hijau kecoklatan, nimfanya tidak bersayap, berwarna bening, dan empat kali berganti kulit. Akibat yang ditimbulkan : Serangan pada buah muda menyebabkan tandan buah banyak yang kosong, sedangkan pada  buah yang telah tua mengakibatkan buah hampa, kering, dan gugur.
Pengendalian : Musnahkan telur-telur serangga yang berada di permukaan daun, cabang dan yang berada pada tandan buah. Lakuakan juga penyemprotan insektisida pada tanaman.
PENYAKIT
Penyakit Kuning
Penyebab penyakit ini kemungkinan buruknya drainase di sekitar penanaman, dan tidak terpenuhinya berbagai persyaratan agronomis. Ciri : pertumbuhan tanaman terhambat, menyerang akar tanaman lada, kemudian ditandai menguningnya daun lada. Akibat yang ditimbulkan : akar akan rambut mati membusuk dan berwarna hitam, daun yang berwarna kuning tadi kemudian akan rapuh menekuk ke arah batang dan secara berangsur-angsur daun akan gugur sehingga tanaman menjadi gundul pada tingkat serangan yang berat.
Pengendalian : dengan menaburkan fungisida berbentuk granule  pada sekeliling pangkal tanaman lada, fungisida yang digunakan adalah Furadan 3 G.selain itu juga dengan pemberian pupuk kandang, pengapuran serta pemupukan yang tepat dan seimbang.
Penyakit keriting dan penyakit kerdil
Pada beberapa kebun seringkali ditemukan tanaman yang mempunyai kelainan bentuk pada daun pucuk dan tunas-tunas muda, dan kelainan ini biasanya disebut penyakit keriting dan penyakit kerdil. Ciri : daun-daun pucuk yang keluar dari tunas menunjukkan gejala mosaik, kelainan bentuk kecil-kecil, sempit, ada yang berbentuk bulat, sabit asimetris, berkerut hingga keriting dan pada umumnya kondisi daun rapuh. Akibat yang ditimbulkan : Pada daun yang tumbuh normal tampak bercak-bercak kuning bersudut tidak teratur. Tunas-tunas yang tumbuh beruas pendek. Tandan bunga (buah) juga pendek, kerdil dan buahnya kecil serta jarang. Pada serangan yang berat pertumbuhan tanaman tampak kecil dan cabang-cabang tumbuh berlebihan dengan kelainan daun yang kecil-kecil dan kaku, kadang-kadang menggulung ke bawah (seperti kerupuk)  dan kadang-kadang juga tanpa daun sama sekali.
Pengendalian : cabut tanaman yang telah terserang penyakit tersebut agar tidak menular ke tumbuhan lainnya.
Penyakit Busuk Pangkal Batang
Pada daerah tertentu penyakit ini merupakan penyakit yang paling utama yang sering menyerang tanaman lada. Ciri : di sebabkan oleh jamur Phytopthora Palmivora Var Piperis. Penyakit ini biasanya menyerang tanaman bagian pangkal batang dan akar. Namun dalam keadaan tertentu dapat juga menyerang bagian daun, cabang dan buah. Infeksi pada bagian pangkal batang biasanya terjadi kurang lebih setinggi 30 – 35 cm dari permukaan tanah. Serangan terbesar biasanya terjadi pada saat musim hujan. Karena pada saat itu, cuaca yang ada sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan patogen pada tanaman. Akibat yang ditimbulkan : Gejala yang khas dari penyakit ini adalah kelayuan tanaman. Infeksi pada pangkal batang menyebabkan terjadinya perubahan wana kulit menjadi hitam. Pada keadaan lembab, gejala hitam tersebut nampak seperti berlendir berwarna agak biru. Kulit pangkal batang tersebut kadang-kadang terlepas dan tinggal jaringan pembuluh yang berwarna coklat. Daun-daun yang layu seringkali tetap tergantung dan berubah warna coklat sampai hitam. Pada tingkat serangan yang berat, seluruh bagian dari batang dan akar yang terserang akan mengalami pembusukan. Dan akibat dari serangan penyakit ini daunnya akan menguning, layu, gugur, dan akhirnya tanaman akan mati.
Pengendalian : musnahkan tanaman yang telah terserang, semprot fungisida ke tanaman yang masih sehat sebagai pencegahan, dan atur lah tata air untuk lebih baik.
Penyakit Busuk Tunggul
Penyakit ini di sebabkan oleh Cendawan Rosellinia sp. Akibat yang ditimbulkan : pada tanaman yang terserang penyakit ini daunnya akan menguning karena terdapat pembusukan pada pangkal batangnya, sehingga transportasi makanan dan air terganggu.
Pengendalian : musnahkan tanaman yang terserang, atur tata air lebih baik lagi, dan perhatikan cara-cara bercocok tanam yang baik pula.
Penyakit Busuk Akar
Penyakit ini di sebabkan oleh Ganoderma sp. Akibat yang ditimbulkan : tanaman yang terserang daunnya akan menguning dan gugur, karena tanaman akar tanaman yang berada dalam tanah sudah membusuk.
Pengendalian : sama seperti pengendalian pada penyakit busuk tunggul yaitu musnahkan tanaman yang terserang, atur tata air lebih baik lagi, dan perhatikan cara-cara bercocok tanam yang baik.
Penyakit Septobasidium sp
Dari hasil pengamatan di lapangan gejala penyakit Septobasidium sp mudah terlihat baik pada bagian daun, batang primer, batang sekunder, ranting bahkan pada buah. Akibat yang ditimbulkan : tumbuhnya jamur yang berwarna coklat pada bagian tanaman. Seringkali jamur hingga menyelimuti bagian keseluruhan bagian-bagian tanaman tersebut. Pertumbuhan bagian tanaman dari ranting yang terserang menjadi terhenti dan bagian ranting tanaman yang terserang akan perlahan-lahan menjadi mati.
Pengendalian : dengan memangkas ranting tanaman yang terserang dan pengolesan dengan fungisida.
Penyakit Jaring Laba-Laba dan Rambut Ekor Kuda
Ciri : adanya rizomorf jamur berwarna hitam seperti rambut yang menempel pada ranting, cabang, tangkai daun dan daun, dan menyebabkan bagian tanaman yang tertempeli tersebut menjadi mati berlahan-lahan. Akibat yang ditimbulkan : tanaman yang terserang oleh penyakit ini biasanya tidak akan tumbuh tahan lama, biasanya tanaman akan mati.
Pengendalian : pangkas ranting yang terserang penyakit ini, kemudian cegah juga dengan fungisida.

Itulah beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa sering menyerang tanaman lada.
Ada baiknya sejak dini Anda kenali semua jenis hama dan penyakit pada tanaman lada, sebelum Anda mengalami kerugian akibat Anda belum mengenali dan mengetahui cara pengendaliannya.

Jual Biji dan Bibit Tanaman Berkualitas

Maaf sebelumnya, kami tidak mencantumkan harga Biji dan Bibit tanaman karena harga yang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim. Harga juga dipengaruhi dari besar kecilnya bibit yang akan Anda pesan. Tentunya pemesanan dalam skala besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami. Untuk mengetahui harga tersebut, Anda dapat menghubungi kami atau dapat langsung datang ke alamat kami. Terima kasih...

Post a Comment