Cari

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 5E7B82B4
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Agar Penghijauan Tak Sia-Sia

Kerusakan tanaman pasca erupsi merapi
Program penghijauan saat ini cukup populer di masyarakat. Banyak pihak yang mengkampanyekan program ini sebagai salah satu usaha penyelamatan kondisi bumi yang semakin parah. Berbagai kalangan berlomba-lomba mengadakan penghijauan di berbagai daerah. Penghijauan masuk ke program-program pemerintah maupun program sosial berbagai perusahaan dan lembaga swasta. Namun tida semua program penghijauan berjalan dengan sukses. Kebanyakan para pelaku penghijauan akan menganggap program mereka selesai setelah proses penanaman berakhir. Setelah itu tidak ada yang peduli terhadap pertumbuhan dan perawatan tanaman yang mereka tanam. Alhasil meski program penghijauan terus dilakukan oleh berbagai pihak selama beberapa tahun belakangan belum ada dampak berarti dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Salah satu contoh program penghijauan di lereng merapi yang dinilai kurang berhasil. Kondisi lereng Merapi paska erupsi dua tahun lalu sangat memprihatinkan. Hamparan hutan yang hijau tiba-tiba saja berubah menjadi padang pasir kelabu. Ribuan tanaman dengan berbagai keanekaragaman hayati luluh lantak. Sebuah kerugian ekologi yang tidak bisa dianggap remeh. Beruntung berbagai pihak cepat tanggap dengan hal ini. Berbagai program penghijauan dilaksanakan oleh berbagai kalangan baik pemerintah, relawan lingkungan, lembaga maupun perusahanaan swasta. Sayangnya upaya penghijauan ini kurang optimal. Di lansir dari antaranews.com ribuan tanaman penghijauan yang mati sia-sia. Antusiame masyarakat dalam upaya mengembalikan hijaunya lereng Merapi kurang teroganisir dengan baik. Pasalnya banyak pihak yang melakukan penghijauan tanpa melapor kepada aparat desa setempat sehingga penanaman pohon dilakukan di tempat yang kurang tepat. Selain itu kurang adanya komunikasi dari para donatur penghijauan dengan masyarakat setempat yang mengakibatkan kurang terlibatnya masyarakat dalam proses penghiijauan tersebut. Padahal masyarakat setempatlah yang nantinya dapat berperan dalam usaha merawat pohon-pohon tersebut sekaligus memanfaatkan hasilnya.

Belajar dari kurang optimalnya penghijauan di lereng Merapi pihak-pihak yang ingin melakukan penghijauan harapanya dapat lebih merencanakan proses penghijauan dengan matang. Hendaknya sebelum penghijauan dilaksanakan perlu diadakanya observasi objek penghijauan dengan seksama. Dalam observasi tersebuat setidaknya ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan oleh para calon pelaku penghijauan.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi lahan yang akan dijadikan objek penghijauan. Kondisi lahan disini terkait bagaimana keadaan lahan seperti kontur tanah, curah hujan, intensitas sinar matahari, suhu temperature dan lain-lain. Hal ini berguna untuk menentukan jenis tanaman yang sesuai untuk ditanam didaerah tersebut. Selain itu juga perlu dipastikan status kepemilikan lahan misalnya lahan tersebut merupakan tanah desa atau milik dinas tertentu. Hal ini tentu sangat penting untuk memperoleh izin resmi untuk program penghijauan.

Aspek kedua yang perlu diperhatikan adalah komunikasi dengan aparat pemerintah setempat dan warga masyarakat di sekitar lokasi objek penghijauan. Pihak pemerintah seperti aparat desa akan membantu anda menentukan lokasi yang tepat untuk penghijauan dan menghubungkan anda dengan masyarakat setempat. Komunikasi dengan pihak-pihak tersebut akan memudahkan anda menentukan bibit tanaman sesuai kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. Melibatkan masyarakat setempat dalam program penghijauan tentu akan lebih menguntungkan. Selain sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih mencintai dan memelihara lingkungan masyarakat bisa diajak merawat tanaman tersebut.

Penentuan jenis bibit tanaman juga merupakan salah satu hal penting dalam program penghijauan. Bibit yang akan ditanam biasanya menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu juga lebih sering dipilih bibit generatif (bibit yang berasal dari biji). Dibandingkan dengan bibit vegetatif (bibit yang berasal dari bagian-bagian tanaman seperti batang, daun, dan akar) bibit generatif lebih kokoh karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Kualitas bibit tanaman juga harus diperhatikan. Jika kualitas bibit tanaman buruk maka memperbesar peluang gagalnya program penghijauan tersebut.

Untuk pengadaan bibit tanaman berkualitas perlu adanya kerjasama dengan pihak yang dapat dipercaya, salah satunya CV. Mitra Bibit yang menjual berbagai macam bibit tanaman yang cocok untuk penghijauan.
Biasanya tanaman yang digunakan dalam program penghijauan adalah tanaman berkayu. Misalnya bibit tanaman sengon, akasia, dan mahoni banyak menjadi pilihan untuk penghijauan di daerah lereng Merapi. Selain bermanfaat dari segi ekologi sebenarnya tanaman kayu juga memberikan keuntungan di bidang ekonomi. Tanaman kayu merupakan investasi yang cukup menjajikan bagi perekonomian masyarakat. Sehingga banyak ditemui budi daya tanaman berkayu di Indonesia. Namun pemanfaatanya tetap tidak boleh menyalahi kaidah pelestarian lingkungan.

Pengirim: Lilin Praharani Cima

Jual Biji dan Bibit Tanaman Berkualitas

Maaf sebelumnya, kami tidak mencantumkan harga Biji dan Bibit tanaman karena harga yang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim. Harga juga dipengaruhi dari besar kecilnya bibit yang akan Anda pesan. Tentunya pemesanan dalam skala besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami. Untuk mengetahui harga tersebut, Anda dapat menghubungi kami atau dapat langsung datang ke alamat kami. Terima kasih...

17 comments

February 6, 2014 at 10:56 PM

Really good to know about it. I am extremely happy ….
so nice

thanks

February 6, 2014 at 10:57 PM

Thanks for the article! Definitely gives me some more to think about.

February 6, 2014 at 10:57 PM

Thank you very much for sharing. really you have great ideas and great blog.

February 7, 2014 at 4:37 AM

Selamat sore Mas Ijin simak artikel yang bermanfaat nya tentang Penghijauan
Ini bisa jadi mata pelajaran saya agar lebih peduli pada lingkungan yang terdapat
Di daerah saya yang saat ini jarang orang peduli dengan lingkungan yang hijau :)

February 7, 2014 at 4:32 PM

Di Bangka tempat saya banyak sekali kerusakan alam dan butuh penghijauan setelah paska timah.

February 20, 2014 at 2:58 AM

Setuju sekali dengan pendapat yg ini "Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi lahan yang akan dijadikan objek penghijauan". Selama ini tahunya cuma nanam aja, nggak peduli bagaimana kondisi tanahnya, akibatnya beberapa hari kemudian pohon yang ditanam udah kering mati, kalaupun nggak tumbuh tidak optimal antara mati segan hidup tak mau.

Artikel menarik :)

February 25, 2014 at 5:56 PM

Well… it was informative and comprehensive. I liked it.

February 25, 2014 at 5:56 PM

SO well written again. This site never fails to amaze me. Thanks

March 13, 2014 at 7:51 AM

@Saud KarrystaMonggo mas, silahkan....

March 13, 2014 at 7:53 AM

@Firman ArdyansyahTerus semangat galakkan penghijauaan....

March 13, 2014 at 7:55 AM

@Bang DayatMulai dari diri sendiri, marilah kita sadar dan peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar kita..

March 13, 2014 at 7:57 AM

@sofia zhanzabilaTerimakasih, benar kondisi tanah sangat mempengaruhi dalam penghijauan..

March 13, 2014 at 8:35 AM

@Download Game PC GratisThank you very much
you're welcome....

March 13, 2014 at 8:36 AM

@Software GratisYou're welcome....

March 13, 2014 at 8:36 AM

@CCTV JogjaYou're welcome

March 13, 2014 at 8:37 AM

@cctv baliThank you very much....

March 13, 2014 at 8:37 AM

@cctv denpasarThank you very much
you're welcome....

Post a Comment