Search

Loading...

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 2AD38AED
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Cara Budidaya Buah Rambutan



Beberapa aktivitas yang perlu di lakukan untuk membudidayakan rambutan, antara lain :
Pengolahan tanah, penyiapan benih, pananaman, penyiraman, penyulaman, pembersihan gulma, pemupukan, dan pemangkasan. Pengolahan tanah
Pengolahan tanah yang paling cocok adalah pada saat musim hujan, yaitu tanah di bajak atau di cangkul hingga gembur, kemudian diratakan. Setelah itu, dibuat lubang tanam dengan ukuran kira-kira 1m×1m×0,7m-0,8m. Jarak antara lubang tanam adalah kira-kira 12m×12m atau 14m×14m, tergantung tingkat kesuburan tanah. Pada tanah yang tingkat kesuburanya tinggi, jarak tanam bisa dibuat lebih rapat, yaitu antara 8m×8m,9m×9m, atau 10m×10m.

Langkah-langkah untuk membuat lubang tanam:
*)Tancapkan ajir setinggi 1 meter sebagai tanda untuk membuat lubang tanam yang pertama pada jarak 6-7 meter atau setengah jarak tanam dari batas kebun. Tempatkan ajir di tengah-tengah bidang lubang tanam.
*) Pasang ajir-ajir berikutnya sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan hingga seluruh areal siap dibuat lubang tanam.
*) Buat bidang lubang tanam berbentuk segi empat berukuran 1m × 1m, lalu gali tanah lapisan atas sedalam 35-40 cm. letakan tanah galian di tempat yang terkena sinar matahari pagi.
*) Perdalam lubang tanam dengan cara menggali tanah hingga kedalaman 70cm atau 80 cm. Letakan tanah galian ditempat yang tertimpa sinar matahari sore.
*) Biarkan dan angin-anginkan tanah galian selama kurang lebih 15 hari agar gas-gas beracun dalam tanah bisa menguap.
*) Kembalikan tanah galian bagian bawah ke lubang bagian bawah.
*) Campur tanah galian bagian atas dengan pupuk kandang masak sebanyak kira-kira 40-60 kg per lubang, lalu kembalikan ke lubang tanam dan rapikan.

Penyiapan benih
Benih tanaman yang baik biasanya yang berasal dari pengembangbiakan secara vegetative, baik melalui pencangkokan, okulasi, maupun penyusuan. Jika jarak tanam rambutan berkisar 12m × 12m atau 14m × 14m, maka perhektar lahan membutuhkan bibit tanaman rambutan sebanyak 65-100 batang. Namun, jika jarak tanam rambutan lebih rapat , misalnya 8m × 8m atau 9m × 9m, atau 10m × 10m, maka perhektar lahan membutuhkan bibit tanaman rambutan sebanyak 100-156 batang.
Pilihlah bibit tanaman rambutan yang memiliki ukuran seragam, tumbuh normal, tidak terserang hama dan penyakit, dan tentu saja dari kualitas unggul. Sebulan sebelum ditanam, sebaiknya bibit rambutan diadaptasikan terlebih dahulu di dekat lahan tanam. Jika bibit terdiri atas beberapa varietas, maka tiap varietas sebaiknya di tandai.

Penanaman
Waktu tanam yang paling baik adalah pada awal musim hujan. Penanaman bisa dilakukan di luar musim lain atau setiap waktu jika tersedia cukup air.
Langkah-langkah menanam rambutan :
*) Buat lubang tanam berukuran 30cm × 30cm × 30 cm.
*) Taburi dasar lubang tanam dengan insektisida Furagen 3 G sebanyak 100 gram per lubang.
*) Siram medium tanaman dalam lubang polybag, Kemudian keluarkan bibit tanaman rambutan hingga agak basah atau lembab.
*) Gunting salah satu sisi polybag, kemidian keluarkan bibit tanaman rambutan secara hati-hati agar akarnya terbawa secara sempurna sekaligus bersama medium tanamnya.
*) Tanam bibit rambutan secara tegak tepat di tengah-tengah lubang tanam. Tanami tiap lubang tanam hanya dengan satu bibit tanaman rambutan.
*) Padatkan secara pelan-pelan tanah dekat pangkal batang bibit tanam.
*) Siram tanah di sekeliling perakaran hingga cukup lembab.
*) Tancapkan dua buah ajir setinggi kira-kira 1 meter disebelah kiri dan kanan bibit tanaman rambutan, lalu pasang gelagar pendek dari bambu atau kayu secara melintang menjepit bibit tanaman rambutan. Kemudian ikat gelagar erat-erat pada kedua ajir agar bibit tanaman rambutan tidak mudah roboh.

Penyiraman
Pada fase awal pertumbuhan, terutama pada umur 1-3 tahun, tanaman rambutan membutuhkan cukup banyak air. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin 1-2 kali sehari, khususnya pada musim kemarau.
Waktu penyiraman yang cocok adalah pagi hari atau sore hari, saat suhu udara tidak terlalau panas dan sinar matahari tidak terlalu terik. Penyiraman bisa dilakukan dengan cara mengalirkan air melalui selang plastic. Siramlah air pada bidang tanah di sekeliling tajuk tanaman rambutan hingga tanah cukup basah.
Tanaman rambutan yang sudah dewasa tidak mutlah membutuhkan pengairan secara rutin, karena akar-akar tanaman telah menembus cukup dalam ke tanah sehingga mampu mencari air sendiri dalam tanah.
Penyiraman dilakukan dengan tujuan agar tanaman rambutan tidak mengalami kekeringan dan layu permanen. Tetapi, penyiraman yang menyebabkan tanah menjadi becek (tergenang) lebih dari 12 jam juga harus di hindari.
Penyulaman
Penyulaman biasanyadilakukan jika terdapat tanaman rambutan yang mati atau tumbuh tidak normal. Penyulaman tanaman rambutan sebaiknya dilakukan seawal mungkin, yaitu pada umur 1-3 bulan setelah penanaman. Kegiatan menyulam adalah mengambil tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal kemudian menggantinya dengan bibit tanaman yang baru.
Setelah penyulaman, seyogyanya dilakukan penyiraman tanah, disekeliling pangkal batang bibit tanaman, hingga tanah cukup basah.

Pembersihan gulma
Kira-kira dalam waktu sebulan setelah proses penanaman rambutan, biasanya akan muncul rumput liar dan tanaman pengganggu (gulma). Rumput liar bisa menggganggu pertumbuhan tanaman rambutan, karena bisa merebut zat-zat makanan dan air yang seharusnya diperlukan tanaman rambutan, khususnya pada awal-awal pertumbuhannya. Selain itu, gulma acap kali menjadi sarang hama dan penyakit tanaman.
Gulma sebaiknya dihilangkan dengan cara di cabut hingga akar-akarnya, lalu timbun dalam lubang tanam sehingga membusuk menjadi kompos. Untuk menghilangkan gulma secara efektif bisa memakai peralatan cangkul atau kored. Pembersihan gulma di lakukan kira-kira setiap bulan atau secara kondisional, tergantung pada pertumbuhan gulma.
Untuk menekan, menghambat, dan mengurangi pertumbuhan gulma sekaligus untuk mencegah penguapan air yang berlebihan, tanam dibawah kanopi rambutan sebaiknya ditutup dengan mulsa jerami. Kelak, jerami yang telah membusuk juga mampu menyuburkan tanah.
Pemasangan mulsa jerami sebainya dilakukan sedini mungkin, misalnya setelah proses penanaman atau bersamaan dengan aktivitas pencabutan gulma yang pertama. Jerami dihamparkan secara meratapada permukaan tanah di sekeliling tajuk (kanopi) tanaman rambutan, dengan ketebalan 3-5 cm.

Pemupukan   
Pemberian pupuk kandang sebaiknya dilakukan satu kali dalam setahun. Pemberian pupuk buatan untuk tanaman yang belum berbuah dilakukan dua kalisetahun, sedangkan untuk tanaman yang telah berbuh dilakukan 3-4 kali setahun.
Pada setia pemupukan, dosis pupuk yang diberikan relative sama. Misalnya 1000 gram pupuk NPK per tahun, jika di berikan 4 kali, maka setiap pemupukan memerlukan 250 gram per pohon. Pupuk NPK juga bisa diganti dengan pupuk campuran Urea atau ZA, TSP atau SP-36 dan ZK atau KCI.
Proporsi masing-masing jenis pupuk dibuat dengan memperhatikan presentase kandungan unsure haranya. Misalnya, campuran pupuk ZA yang mengandung 21% N atau urea yang mengandung 45-46% N, TSP yang mengandung 46% P₂O₅, Dan KCl yang mengandung 25% K₂O.
Pemupukan dilakukan menyebarkan pupuk secara merata dalam larikan di sekeliling tajuk (kanopi) tanaman rambutan.

Langkah-langkah dalam pemupukan tanaman rambutan :
*) Buatlah parit (larikan) dangkal sedalam 15-25 cm dengan lebar 20-30 cm, melingkar mengikuti bidang tajuk (kanopi) tanaman rambutan.
*) Tentukan takaran pupuk untuk tiap pohon, lalu sebar secara merata pada larikan atau parit.
*) Timbunlah pupuk dengan tanah setebal 15-25 cm agar tidak terjadi penguapan unsur hara.
*) Siram tanah hingga agak basah dan lembab, Terutama jika tidak ada hujan.

Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tanamn menjadi pendek dan menghasilkan cabang, ranting, dan tunas yangproduktif berbunga dan berbuah. Pemangkasan sebaikanya dilakukan sedini mingkin pada saat tanaman masih kecil atau muda.
Sistem pemangkasan tanaman rambutan biasanya menggunakan pola 139, artinya 1 batang utama, 3 cabang primer, dan 9 cabang sekunder, untuk membentuk 27 cabang tersier. Pemangkasan pertama dilakukan denagn memotong ujung tanaman pada ketinggian 0,7-1 meter dari permukan tanah. Bekas luka pangkasan sebaiknya langsung disemprot dengan larutan pestisida. Dari bekas pangkasan ini diharapkan tumbuh tubas-tunas baru sebagai bakal cabang primer.
Dari seluruh cabang primer yang tubuh, dipilih 3 cabang primer yang terbaik dan memiliki posisi seimbang, sedangkan cabang-cabang lain dipangkas. Jika telah mencapai panjang 50 cm, cabang primer sebaiknya dipangkas lagi dan di sisakan 30 cm agar tumbuh cabang-cabang sekunder. Pada setiap cabang sekunder dipelihara tiga cabang tersier sebagai cabang tempat keluarnya tangkai bunga atau buah.
Pada tanaman rambutan yang sudah dewasa dan sudah produktif berbuah, pemangkasan hanya dilakukan pada cabang dan ranting yang mati tau terserag hama dan penyakit.  Pemangkasan ringan biasanya dilakukan setelah panen. Sebelum dilakukan pemangkasan harus dipastikanbahwa tanaman dalam kondisi prima serta cukup air dan unsure hara.

Jual Biji dan Bibit Tanaman Berkualitas

Maaf sebelumnya, kami tidak mencantumkan harga Biji dan Bibit tanaman karena harga yang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim. Harga juga dipengaruhi dari besar kecilnya bibit yang akan Anda pesan. Tentunya pemesanan dalam skala besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami. Untuk mengetahui harga tersebut, Anda dapat menghubungi kami atau dapat langsung datang ke alamat kami. Terima kasih...

Post a Comment