Search

Loading...

Kontak Kami

Untuk Pemesanan atau Informasi Tentang Benih & Bibit Tanaman Silakan Hubungi
HP/WA:
0852-2848-4369
PIN BB: 5E7B82B4
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat:

Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds. Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Segera pesan biji atau bibit tanaman disini, dan dapatkan harga yang kompetitif dari kami.

Partner

Sahabat Mitra Bibit

Budidaya Tanaman Sengon Sebagai Satu Bentuk Investasi Cerdas

Pemanasan global yang terus terjadi karena kurangnya lahan hijau di muka bumi semakin memburuk, stabilitas iklim dunia jelas terganggu dengan berbagai perubahan ekstrim cuaca, kelembapan, struktur permukaan hingga katanya telah terjadi pergeseran kutub bumi yang terjadi akibat berkurangnya es kutub secara sporadis. Berbagai pertemuan dan konfrensi tingkat tinggi yang di hadiri seluruh perwakilan negara-negara di dunia diadakan untuk melihat seberapa luas dan seberapa buruk efek dari pemanasan global bagi kehidupan dan peradaban manusia di muka bumi. Berbagai konsensus berisi komitmen semua negara untuk mencegah dan meminimalisir kecepatan dari efek pemanasan global itupun lahir. Tapi seberapa efektif ?

Terlalu jauh dan terlalu kompleks bila kita meninjau masalah tersebut dari berbagai sudut keilmuan dan kemungkinan, terlalu banyak waktu juga yang kita habiskan untuk memperdebatkan apa dan siapa yang menjadi penyebab serta dalang dari ini semua. Biarlah para pemimpin dunia menemukan formula-formula efektif berkekuatan politik dan ekonomi tingkat tinggi dalam setiap kesepakatan pertemuan-pertemuan internasional yang khusus membahas dan mencari jalan keluar untuk meminimalisir dan menghentikan pemanasan global tersebut.

Selain itu, peran serta kita sebagai mahluk paling cerdas dan paling berkepentingan serta paling diuntungkan bila pemanasan global dapat diminimalisi atau bahkan dihentikan lajunya sangat di butuhkan. Tidak perlu menunggu program-program pemerintah dan dunia dahulu baru kita memulai ikut berpartisipasi. Sedikit kesadaran dan rasa memiliki alam dan kehidupan di dalamnya dapat memacu kita untuk mulai melakukan langkah-langkah kongkrit dalam mengatasi kerusakan di muka bumi ini. salah satunya dengan ikut menghijaukan kembali bumi ini dengan menanam pohon. Ruang hijau menjadi salah satu indikator primer yang mampu menghambat laju pemanasan global.

Tidak hanya stabilitas alam dan kehidupan saja yang jadi prioritas hasil dari program penghijauan tersebut, penghijauan juga memandang faktor peningkatan ekonomi sebagai salah satu item penting yang harus terpenuhi. Illegal loging yang menjadi salah satu biang kerusakan alam juga terjadi karena dorongan keuntungan secara ekonomi, baik itu oleh para pemegang HPH maupun masyarakat lokal sekitar hutan. Program penghijauan juga harus meletakkan faktor keuntungan di posisi paling atas agar ada balance/timbang untung bagi masyarakat untuk memilih lebih menguntungkan bila melakukan penghijauan atau lebih menguntungkan melakukan penebangan hutan dari sudut pandang ekonomi praktis.

Bagi masyarakat program menghijaukan bumi baik yang di motori oleh pemerintah ataupun lembaga-lembaga non pemerintah lain kebanyakan hanya berprioritas 'yang penting hijau' saja. Keterlibatan masyarakat pun sangat minim dikarenakan formulasi bibit kayu tanaman yang diberikan bernilai ekonomi rendah bahkan nol. Karena itu sering kita temui di lapangan adanya kontradiktif antara program Departemen Kehutanan dengan program Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian. Karena itu konsep menghijaukan bumi mesti di selaraskan dengan cerdas dan profitable.

Kita bisa mencontoh program cerdas yang di usung Kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu dengan program inti 'mau kaya tanam sengon', budidaya tanaman sengon/albasia yang di canangkan pemerintah daerah berdasarkan pertimbangan geologis dan ekonomi terukur. Mengingat sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kepahiang adalah petani kopi, maka program peningkatan ekonomi pun di selaraskan dengan kultur budaya agraris petani jenis tanaman perkebunan. Ditambah lagi banyaknya lahan-lahan eks pembalakan liar yang terjadi di dekade 90an terlantar tanpa ditanami kembali. Potensi lahan tinggal dan terlantar yang bila dikalkulasikan mencapai puluhan ribu hektar tersebut menjadi sasaran pokok program, dan mampu mensinergikan antara program Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Kepahiang.

Tanaman kayu Sengon/Albasia putih menjadi pilihan dalam program ini, pemerintah daerah sengaja hanya mengusung satu jenis tanaman saja dengan pertimbangan untuk mempermudah sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat tentang bagaimana budidaya tanaman sengon apabila jenis tanaman hanya satu (seragam),  walaupun sebenarnya ada beberapa jenis tanaman kayu lain yang juga bernilai ekonomi cukup tinggi selain sengon, sepeerti jati ambon (jambon) dll.

Pemerintah daerah juga membagikan bibit tanaman sengon berkualitas kepada petani, hingga 2012 saja, tidak kurang dari 8 juta bibit telah di bagikan. Target sebenarnya untuk tahun 2012 adalah 10 juta bibit, namun kendala ketersediaan bibit tanaman sengon di Kepahiang yang tidak mencukupi permintaan petani membuat target tersebut tidak maksimal, namun dalam skala global program awal menghijaukan bumi berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut dapat dikatakan berhasil.

Tentu saja keberhasilan tersebut juga didukung dengan sistem/skema investasi tanaman sengon yang di terapkan pemerintah daerah. Skema investasi yang di beri nama BACK MODEL melibatkan koperasi SATMAKURA sebagai tulang punggung pendanaan, memaksimalkan fungsi koperasi menjadi faktor penentu (akselerator) tercapainya program penanaman pohon massal tersebut. Dalam skema BACK MODEL, petani yang juga pemilik lahan di posisikan sebagai investor dan koperasi sebagai lembaga pembiayaan, didalam skema tersebut juga dilibatkan pihak desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga propinsi serta penyuluh pertanian dan usur terkait dan pendukung lainnya. Bukan hanya berperan sebagai pembimbing, setiap elemen tersebut juga mendapatkan profit dan persentase dari hasil investasi tanaman sengon tersebut yang besaran persentasenya dibagi dengan relevan dan matang.

Program budidaya tanaman sengon dan skema investasi tanaman sengon seperti yang di lakukan pemerintah Kabupaten Kepahiang diatas sebenarnya bisa di tiru dan di contoh oleh daerah-daerah lain, karena dengan pemusatan dan arah program yang terukur dengan jelas dapat menjadi potensi dan peluang yang sayang untuk dilewatkan, sehingga masyarakat pun tergerak untuk melaksanakan program tersebut dan secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menghijaukan bumi yang kita diami ini.

Pengirim: Muhammad Adli

Jual Biji dan Bibit Tanaman Berkualitas

Maaf sebelumnya, kami tidak mencantumkan harga Biji dan Bibit tanaman karena harga yang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim. Harga juga dipengaruhi dari besar kecilnya bibit yang akan Anda pesan. Tentunya pemesanan dalam skala besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari kami. Untuk mengetahui harga tersebut, Anda dapat menghubungi kami atau dapat langsung datang ke alamat kami. Terima kasih...

4 comments

July 6, 2013 at 5:30 AM

kalau judulnya adalah investasi cerdas, tentu ada hubungannya dengan nilai ekonomi yang akan diterima dong. jadi gmn hitungan2nya mas?

July 6, 2013 at 5:37 AM

kalo dibilang sebagai bentuk investasi cerdas, artinya kita akan mendapatkn nilai ekonomi yg tinggi dong mas. trus.. gmn hitung2annya mas?

August 28, 2013 at 7:49 AM

Saya sangat setuju dan mendukung. Untuk saat sekarang Budidaya sengon adalah cara terbaik dan merupakan investasi cerdas. Selain untuk penghijaun juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga yang sangat besar. Saya sendiri sangat tertarik hanya saat ini lahannya masih dicari dulu, semoga suatu saat cita-cita ini akan terkabul.
salam sukses untuk mitra bibit

August 31, 2013 at 7:56 PM

@Penyuluh Perikanan Terima kasih sahabat,,
Semoga cita2 menanam Anda segera tekabulkan...
Amin....

Post a Comment